You Are Special

You Are Special
Dua Puluh Sembilan



Happy readingšŸ˜šŸ˜€


Felix Pov


Aku melepaskan ciuman kami. Mika perlu udara karena dia hampir saja kehabisan nafasnya mengimbangi ciumanku. Aku menatap lekat wajah Mika. Nafasnya memburu dan wajahnya merona


Oh Tuhan aku sangat menyukai wajah merona yang disebabkan ulahku.


Aku menarik nya kedalam pelukanku. Pas! tubuh nya yang mungil sangat pas didalam dekapanku.


"Aku sangat menyukai rasa bibirmu. Manis walau tidak melawan pas dicium" godaku yang dibalas cubitan dari Mika. Aku terkekeh.


"Ehemmm"


Mika tersentak mendengar suara deheman seseorang, spontan dia mendorongku dengan cukup kuat sehingga aku terjatuh kebawah.


Aku berdiri dan melihat siapa orang yang berani masuk tanpa mengetuk itu terlebih dahulu. Keyra dan Nayla sahabat Mika berdiri di sana menahan tawa mereka. Tanpa perlu di tanya aku yakin mereka sudah melihat ciuaman kami yang panas. Aku yakin sebentar lagi mereka akan menggoda Mika_ku yang polos.


"Sopan sekali kalian, masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu" Mika memasang wajah galak sambil melipat tangannya di dada.


Percayalah ingin sekali aku tertawa melihat raut wajahnya yang minta di cium itu.


"Maafkan kesopanan kami. Silahkan dilanjutkan tidak perlu sungkan di hadapan kami" goda Keyra yang sukses membuat wajah Mika merona. Aku terkekeh.


"Apa kali ini kau mau mengatakan tidak menikmatinya disaat tanganmu melingkar indah di lehernya" sarkas Nayla yang sukses membuat kupu-kupu menggelitikiku dari dalam perutku.


Oh God, apa-apaan ini. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Aku bisa merasakan ribuan kupu-kupu di dalam perutku hanya gara-gara mendengar dia menikmati ciuman kami. Apa artinya dia juga menyukaiku.


Braakkk


Pintu ruanganku kembali dibuka dengan kasar.


Akan ku ganti pintu itu dimana hanya aku dan Mika yang bisa masuk dengan leluasa ke dalam sini.


Roland dan Ray berdiri disana. Aku melihat wajah tampan Roland yang hancur. Terbersit rasa bersalah dalam diriku walau hanya sedikit.


Ray berjalan mendekat kearah kami tepatnya ke arah tunangan nya. Hati ku mencolos mengingat kenyataan bahwa gadis yang ku sukai adalah tunangan sahabatku.


"Kau baik-baik saja" tanyanya lembut penuh perhatian seraya merangkul posesif bahu indah Mika. Ingin rasanya aku mematahkan tangan sahabatku itu.


Mika mengangguk sambil tersenyum kikuk. Kenapa dia merasa tidak nyaman. Apa karna ciuman kami mempengaruhinya. Aku tersenyum simpul memikirkan nya.


Sadar lah Felix, Ray sahabatmu.


"Bagaimana denganmu bung, kau baik-baik saja" tanya Ray kepadaku


"Ya aku baik-baik saja berkat tunanganmu Mika, dia mempunyai mantra yang mampu membuat orang merasa tenang dan nyaman kembali" ucapku tulus seraya menatap lembut Mika. Dia tersenyum sangat manis.


Raymond sedikit terkejut mendengar ucapanku. Aku terkekeh.


"Mika yang mengatakan kau tunangannya. Mau sampai kapan kau menyembunyikan tunanganmu ini dariku dan Roland?"


Ray mengangguk lalu menatap lembut Mika lalu mengecup kepalanya.


Aku mengepalkan tanganku. Cemburu? ya aku terbakar cemburu.


Terkutuklah aku yang menyukai tunangan sahabatku.


"Baik lah, aku akan memperkenalkannya secara resmi agar kau dan Roland tidak berani lagi menggodanya" canda Ray tapi seolah menyindir diriku. Aku tersenyum getir.


"Felix, Roland ini tunanganku Ayrin Mikayla Anderson. Dan sayang ini sahabat kakak" ucapnya. Mika hanya mengangguk dan melingkarkan tangannya di pinggang Ray.


Mika terlihat nyaman berada dipelukan Ray. Walau aku tidak ingin mengakuinya tapi siapapun yang melihatnya mereka memang pasangan yang cocok dan serasi dan itu membuatku semakin gila.


"Jadi katakan Ray kapan kau dan Mika akan menikah?" tanya Roland yang membuatku langsung menatap intens kearah Mika dan Ray.


Tidak..tidak jangan katakan mereka sudah membicarakan pernikahan.


"Setelah Mika lulus, kami akan menikah. Bukan begitu sayang" ucap Ray yang mendapat anggukan dari Mika.


Tubuhku menegang begitu mendengar jawaban Ray yang diamini oleh Mika. Hatiku memanas. Sepertinya aku butuh pelampiasan.


Shit !! wanita yang ku sukai bukan hanya sekedar tunangan sahabatku tapi juga calon istrinya. Oh Felix malang sekali nasibmu.


"Kemenangan Mika yang terhindar dari jebakan wanita licik seperti Noura "lanjutnya lagi.


"Baiklah, aku yang akan membayar tagihannya" ucapku cepat karena aku memang butuh pengalihan dari semua yang terjadi di hadapanku yang cukup mengguncang emosiku.


Ā 


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Ā 


Kami memutuskan pergi ke salah satu klub ternama di kota ini. Entah kenapa setiap aku memasuki klub aku selalu teringat awal pertemuanku dengan Mika. Mika yang polos yang mampu membuatku terangsang hanya gara-gara sentuhan kecilnya.


Aku melirik Mika yang sedang tersenyum simpul.


Apa dia juga memikirkan apa yang ku fikirkan


"Kakak aku mau mencoba nya sedikit saja" rayu Mika manja yang ingin meminum minuman beralkhol


"Big No!" ucap Ray tegas.


Mika memanyunkan bibir nya lalu meminum air mineral yang dipesankan khusus untuknya.


Aku terkekeh melihat tingkahnya itu. Ternyata dia sangat penurut di hadapan Ray.


Beruntungnya si Ray brengsek ini.


Aku menegak habis minumanku begitu aku melihat Ray mengangkat Mika untuk duduk dipangkuannya.


"Apa mom Nicholl sudah berangkat" tanya Roland sambil sesekali mengecup bahu Mika.


Aku yang tadinya mencari pengalihan malah tambah panas disini. Ray sialan!!


"Kakak tahu mommy mau menyusul daddy? Mungkin besok atau lusa mommy berangkatkak" ucapnya sambil mengelus wajah Ray.


Oh Mika aku mohon jangan lakukan itu jika kau tidak ingan aku menghajar wajah tampan tunanganmu itu.


"Ya, mom Nicholl memberitahuku. Kau bisa menginap di rumah jika kau merasa kesepian atau kakak akan menemani di rumahmu. Kakak akan dengan senang hati tentunya." Raymond mengerling nakal yang dibalas Mika dengan memcubit kedua pipi Ray dengan gemas.


"Mesum" ucap Mika seraya turun dari pangkuan Ray.


"Kak, aku mau kesana" Mika menarik kemeja Ray seraya menunjuk kearah dua sahabatnya dan Roland yang sedang menari bebas.


Aku melihat Ray melebarkan matanya. Mungkin tidak menyukai permintaan Mika yang ingin turun ke lantai untuk menari. Aku juga tidak akan menyukai nya pasti akan banyak pria hidung belang yang sengaja mendekatinya. Oh membayangkannya saja sudah membuat darahku mendidih.


"Ya sudah jika kakak tidak mengizinkan" ucapnya sambil menghela nafas.


My sugar.


"Baiklah, kakak akan menemani mu" ucap Raymond akhirnya.


"Aku dan Mika akan turun, kau mau ikut" tawar Ray. Aku menggeleng.


"Aku perhatikan kau banyak minum hari ini. Kendalikan dirimu. Kau sangat kacau jika mabuk" Ray menasehatiku. Aku memang tidak kuat dengan alkhol, tapi perasaanku hari ini memang sangat kacau.


"Aku baik-baik saja" ucapku dingin karena aku memang sedang kesal padanya, bahkan cemburu.


Aku bukannya terlalu percaya diri tapi aku melihat raut wajah khawatir diwajah Mika, seperti tidak tega untuk meninggalkanku.


Aku tersenyum dan mengangguk.


"Pergilah nikmati waktu mu sebelum tunangan mu berubah fikiran, aku baik-baik saja" ucap ku.


"Baiklah kami hanya sebentar" ucapnya sebelum dia dan Ray benar-benar pergi.


Aku melihat Mika yang tertawa lepas bersama sahabatnya. Percayalah tarian nya sangat kacau. Nayla dan Keyra juga dengan santainya mengikuti gerakannya. Sahabat yang baik. Jangan tanya Roland dan Ray yang harus berurusan dengan beberapa pria hidung belang yang berusaha mendekati para wanita cantik itu. Roland bahkan sudah menghajar beberapa orang diantaranya.


Apa yang harus ku lakukan denganmu Mika.


Haruskah aku menjadikanmu milik ku seutuhnya.


T.B.C