White Mask

White Mask
BAB 08



ken pun menerima tawaran tersebut ia melangkah masuk rumah melisa. daun pintu yang besar dan megah terbuka memperlihatkan aula ruang tamu yang luas terlihat rapi dan bersih.


setelah masuk dan melewati pintu ken terkejut oleh sosok di balik kedua pintu setiap sisi terdapat pengawal dengan badan tegap dan kekar serta memancarkan aura.


bulu kuduk ken pun berdiri.


' apa apaan ini siapa siapa mereka apa mereka pengawal pribadi atau apa lalu siapa sebenarnya pemilik rumah ini belum juga kaki selesai gemetar di tambah bulu kuduk berdiri semua.' gumam ken


melisa yang di depan ken menoleh ke arah ken.


"silahkan duduk ken..." ucap melisa mempersilahkan ken untuk duduk


"ah eh iya hehehe.. terima kasih" ucap ken


ken yang merasa gugup dan nyali menciut.


lalu ken pun duduk.


melisa menyuruh pelayannya untuk mengambilkan minuman.


"bibi minta tolong bawakan minuman dan beberapa snack kemari" ucap melisa


"baik nona" ucap pelayan itu sedikit membungkuk


"sekali lagi terima kasih untukmu ken, kamu telah mempermudah dan mempercepat kesembuhan ibuku.. asal kamu tahu yang kamu kirim adalah ramuan herbal dan beberapa pil untuk kesehatan ibuku.." jelas melisa


"oh jadi box itu isi herbal dan pil untuk kesembuhan!! kalau boleh tau sakit apa ibu mu mel...?" tanya ken


"kami memiliki pesaing di bisnis yang kami jalani dan...." belum sempat Melisa meneruskan sang kedua pengawal memberi tanda ke nona mereka agar merahasiakan jika mereka dan nona adalah pewaris sebuah perguruan besar.


"yah... mereka para pesaing memberi ibu ku secara diam diam ramuan tradisional yang dapat melumpuhkan tubuh dan tidak dapat di deteksi oleh medis.." lanjut melisa


ken pun terkejut mendengarnya.


'ada ya yang seperti itu apa kah itu sebuah magic atau apa? sampai sampai alat medis tak dapat mendeteksi' gumam ken


"begitu mengerikan ya dunia bisnis" ujar ken


"ya begitulah ken.. dan mereka pun mencoba menghambat pengiriman dan pemasokan obat untuk ibu ku.." ucap melisa kepada ken


---- di sisi lain


di sebuah kamar apartemen di sebuah kamar rita dan paul memadu hasrat.


mereka setengah hari di kamar hotel hanya melakukan mandi bercinta lagi dan bercinta lagi. paul sangat menikmati tangisan dan jeritan pertama rita.


paul yang sedang duduk di tepi ranjang.


' bagaimana ya apa kah sudah beres, aku tak sabar ingin mendapat hasil yang memuaskan' gumam paul


paul pun beranjak dari tempat tidur ke meja ia mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang.


di sebrang villa mobil sedan berhenti di bahu jalan, sang sopir berada di dalam mobil ia sedang merencanakan sesuatu dan menunggu seseorang.


saat memikir kan sesuatu rencana tiba tiba ponselnya berdering, ia pun mengangkatnya.


"halo apa kau sudah menemukannya?" tanya paul


"sudah bos... dia sekarang menggunakan sepeda namun entah apa yang ia bawa di belakang sepedanya tadi kami sempat kehilangan jejak namun sekarang kami menemukannya dan sekarang menunggunya keluar." ujar anak buah paul


"jangan sampai gagal seperti orang tua bangka sebelumnya.. aku tunggu kabar baik dari mu" ucap paul


lalu mematikan teleponnya.


paul memandang rita dan ia pun mengulangi kegiatannya.


"paul sayang kita istirahat sejenak ya... diriku masih perih" ucap rita


rita hanya dapat pasrah dan menggigit bibir bawahnya.


------- back ken


"oh ya apa yang terjadi padamu? eh maksudku kemarin saat aku keluar sempat melihat motormu yang hancur di pinggiran jalan tebing kota L i b a. namun yg aku temukan hanya motor dan pria paruh baya yang wajahnya penuh darah." ujar melisa


"oh itu..." jawab ken sambil menggaruk kepalnya


"haduh bagaiman caraku menjawabnya ya hehehe... " ucap ken yang blak blakan karena memang iya bingung menjelaskan seperti apa


" ya gini ada seseorang yang menginginkan nyawaku untuk membalas dendam karena aku telah memukuli wajahnya namun aku memukul bukan karena tidak ada sebab pasti ada sebab yang membuatku lepas kendali.." jelas ken


"siapa?? siapa yang berani menginginkan nyawa malaikat penolong ibuku..? apakah kamu membutuhkan pengawal?" tanya Melisa cemas


Melisa sangat khawatir karena ken adalah salah satu keberuntungannya yang dapat membantunya untuk kesembuhannya dan menyelamatkannya dari tekanan para musuh yang ingin menjatuhkan sekte keluarganya dan mengambil alih wilayah kekuasaan.


'apakah nyawaku begitu berharga baginya' gumam ken bingung


"ah tidak tidak perlu... aku akan baik baik saja.. " ucap ken percaya diri


"baik lah jika kamu tak membutuhkannya... " ucap melisa


mereka pun mengobrol panjang lebar dan ken pun berpamitan untuk pulang.


setelah itu ken pun ke parkiran dan ia mengayunkan sepedanya lalu pulang.


namun tak lama sekitar jarak 200 meter dari rumah melisa tiba tiba ada mobil yang entah dan mulai kapan muncul dan melaju menyusul ken...


mobil itu pun menambah kecepatan nya dan menghantam menyeret tubuh ken ke pagar pembatas lalu pagar itu pun membelah seakan tak sanggup menahan tabrakan yang kencang ken yang tak sempat melihat dan menghindari pun pasrah... saat mobil lepas dari jalur sang sopir keluar dari mobil dengan melompat...


cit... cit...


ban mobil itu menggesek ke kanan dan ke kiri


Shrek... sret


bruuuuuuuaaaakkh... srrreeeett braaalkkkkkh byuuuuurrr


ken dan mobil yang menabraknya pun masuk ke laut..


'apa kah aku mati? apakah ini akhir dari hidupku, mengapa harus seperti ini? maaf kan aku ibu,, maaf kan aku ayah' gumam ken dalam alam bawah sadarnya


Para petugas keamanan Villa pun terkejut dengan suara yang tiba tiba keras itu,


tak beda dengan melisa, melisa yang sedang duduk di sofa ruang tamu ia pun keluar dari rumahnya.


"aapa apa yang terjadi.." tanya melisa ke pengawalnya yang ada di depan pintu hatinya begitu cemas dan pikirannya tertuju pada ken.


"noona sepertinya terjadi tabrakan di jalan tebing sana.." ucap pengawal melisa


"apakah itu arah ken pulang" tanya melisa cemas campur ke khawatiran


"ehh.. maaf sepertinya iya nona" jawab bingung pengawal melisa..


"tidak-tidak.... jangan jangan sampai cepat bawa aku kesana..!!!" teriak melisa..


pengawal itu pun bergegas mempersiapkan kendaraan dan menuju ke tempat kejadian.


melisa pun bergegas masuk mobil.


2 pengawal gerbang bingung dengan keributan salah satu penghuni villa namun mereka tidak berani berbuat apa apa.


tiba tiba Cahaya Putih dari gelapnya langit pun tiba tiba melesat jauh d tempat ken terjatuh.


mobil pun segera melaju ke lokasi yang tak jauh dari villa nya.