
Ken pun menutup kaca mobil ia pun menyalakan mesin mobil dan pergi ke markas besar Golden Hill grup, untuk menemui jack dan kedua adik jack.
mereka pun melakukan perjalanan ke Golden hill grup yang memakan waktu 20 menit menggunakan mobil.
"angel... mungkin beberapa minggu ini kau akan sendiri lagi karena mulai besok aku akan mengurus studi dan melakukan pendaftaran di universitas haosan." ucap ken
ken pun juga bingung apa kah ia akan melanjutkan kuliahnya atau fokus mengembangkan diri dan perusahaannya?
"baik Bos tak masalah memang pendidikan itu penting dari segi kualitas dan gaya pandang masyarakat!!" ucap angel
"mungkin aku akan tetap melakukan pengembangan soal dana memakai dana pribadiku saja jangan dana kantor dan jack akan menjaga mu" ucap ken
" dan jika ada kendala tidak masalah kau menghubungi ku" lanjut ken
mereka berdua pun telah sampai di depan gerbang.
gerbang pun di buka oleh kedua petugas keamanan.
kantor tampak sepi karena para karyawan sudah pulang.
hanya menyisakan para pengawal yang bertugas dan tinggal di Mess.
ken memarkirkan mobilnya lalu ia dan angel turun.
"Selamat Datang Bos Selamat datang Nona Angel." ucap kedua pengawal itu berdiri di sisi mobil ken
angel mengangguk.
"terima kasih" ucap ken
"oh ya bisa minta tolong bawakan bingkisan di kursi belakang dan mari kita makan malam bersama" ucap ken
kedua pengawal itu pun menganggu mereka masuk ke mobil ken.
mereka sangat terkesima melihat interior mobil sport nan mewah itu.
"keren ya mobil sport ini.." ucap salah satu pengawal seraya mengambil beberapa tas bingkisan
"iya aduh kapan ya aku bisa punya seperti ini" ucap pengawal satunya
"jangan mengada ada yang ada kamu hanya akan susah belum biaya pajak dan biaya perawatan nya" ucap pengawal tadi
"huh benar juga"
mereka berdua pun menutup kembali mobil lalu menyusul kedua bos mereka.
ken dan angel melangkah menuju gedung Mess para pengawal Golden Hill.
ken pun membuka pintu masuk yang dari kayu jati itu dengan ukiran kepala harimau.
"keren ukirannya" ucap ken lirih
"itu request para pengawal tuan..." ucap angel
mereka berdua pun masuk.
ken terpukau dengan gedung lantai 2 para pengawal ini begitu bersih dan luas ruang tengahnya tengahnya menjulang ke atas dan di sisi kanan kiri terdapat beberapa kamar.
saat mereka berdua masuk mereka sudah di sambut oleh pengawal yang bertugas menyambut siapa pun di bawah.
"Selamat datang Bos Besar dan Nona angel" ucap pengawal tersebut
"terima kasih" ucap ken
mereka berdua pun berjalan menuju tengah.
Tejo dan Jack pun berdiri menyambut.
"Selamat Datang Bos" ucap mereka berdua
ken tersenyum sebagai jawaban
"yuk duduk" ajak ken
mereka berempat pun duduk di sofa tengah.
tak lama kedua pengawal yang membawa barang pun datang.
ken melihat kedatangan mereka.
"taruh di meja saja" ucap ken
mereka pun menaruh semua barang bawaan di meja.
ken pun menyandarkan punggungnya dan melihat sekeliling.
'Hem ini mes yang luar biasa.. bagaimana mereka tidak betah' gumam ken
"Jack dimana kedua adikmu? bawa mereka kemari" ucap ken
"mereka berdua ada di kamar Bos, mereka tadi bilang ingin mandi" ucap jack seraya berdiri dan berjalan menuju kamar memanggil kedua adiknya
ken pun mengambil dan memilah tas di meja di bantu oleh angel.
"Tejo... ini untuk mu dan yang lain bagi ke mereka yang merupakan kepercayaanmu maaf tidak banyak lain kali akan aku ratakan mereka menggunakan jas bukan hem safari lagi namun yang membuat beda nanti warna jas warna jas menandakan kualitas dan kekuatan ibarat ketua regu" ucap ken memberikan tas belanja yang berisikan 5 jas hitam
"terima kasih bos,, itu ide yang bagus, mereka pasti senang" ucap tejo seraya menerima tas belanja tersebut
bagaimana mereka tidak senang seorang petugas keamanan biasanya menggunakan seragam safari hitam kalo tidak biru tua.
jika mereka menggunakan jas semua apa tidak menambah kepercayaan diri mereka.
tejo pun berdiri membagikan 2 pada pengawal yang membawa tas dan dirinya satu serta pengawal yang berada di pos keamanan.
ken melirik angel
"apa kau tak lelah istirahat lah.." ucap ken
"tidak bos aku tidak lelah" jawab angel
tak lama Ichi dan Uchi keluar.
"Maaf bos adik adik keasikan mandi dan ternyata mereka mainan shower seperti main hujan hujan, sampai sampai kulit mereka keriput pucat.. hehe.. " ucap jack sambil berjalan menuju kursi sofa dengan kedua adiknya di belakangnya.
Jack duduk berserta kedua adiknya..
"maaf bos telah membuat menunggu lama" ucap Ichi sambil menundukkan kepala
"iya bos maaf.." sambung Uchi
ken terkejut dia hendak ketawa namun ia tahan.
"hu hahahaha... ah hahahaha.... " ketawa ken ia tak dapat menahan nya lagi
" hei jangan panggil aku seperti itu dong adik adik ku... panggil aku kakak anggap juga aku kakak kalian, kakak angkat atau kakak kedua kalian" ucap ken
" jika kalian memanggil bos kepadaku terasa geli di telinga.. hahahaha sudah itu kakak bawakan baju untuk kalian dan keperluan sekolah untuk kalian berdua." ucap ken
kedua gadis itu saling memandang.
"benar kah kak?" ucap Ichi
" ya coba tuh liat di tas belanja " ucap ken
ken menatap angel.
"bawakan tas belanja kedua adik ku dan mandi dan istirahat lah dulu di kamar mereka" ucap ken ia tak mau terlalu memaksa angel
angel menunduk lalu ia berdiri sambil mengambil tas belanja yang khusus untuk Ichi dan Uchi
Ichi dan Uchi pun berdiri dan membantu kak angel.
"yuk kak ke kamar.. mana sini aku bantu bawakan" ucap Ichi
"aku juga kak aku bantu bawakan" ucap Uchi
kedua gadis itu berhenti lalu memandang ken.
"terima kasih banyak kakak ken* ucap mereka bersamaan
"iya sama sama adik kakak, besok mulai masuk sekolah ya sekolah yang rajin" ucap ken
"hore... baik kakak" ucap Ichi
"Ok kak " ucap Uchi
mereka berdua pun pergi dan masuk ke dalam kamar.
ken pun menyandarkan punggungnya kembali.
tejo melangkah masuk ia telah selesai membagikan jas pemberian bosnya.
jack hanya menunduk sambil mengusap air matanya.
lalu mengangkat kepalanya melihat ken
"terima kasih banyak bos,,, terima kasih" ucap jack sambil tersedu
"tak apa jack.. aku sudah menganggap mereka adik ku dan aku jug menganggap semua yang kerja padaku adalah saudara ku" ucap ken
tejo saat masuk mendengar perkataan bos nya ia merasa terharu jiwa merasa bergetar, ternyata bos yang ia nanti nantikan begitu mulia hatinya.
tejo pun menghampiri Bos dan jack yang sedang duduk di sofa ia pun ikut duduk.