White Mask

White Mask
BAB 61



Setelah keluarga white melakukan perjalanan beberapa puluh menit rombongan itu pun tiba di lokasi proyek Bukit tinggi.


Keluarga White dan keluarga Hermawan mereka memang bekerja dalam bidang yang sama namun keluarga white lebih condong ke bagian suplai bahan.


ken dan benny yang tengah asik dan serius bekerja ken melihat ada mobil datang dan masuk wilayahnya ia tak mempedulikan karena sudah ada pengawalnya dan angel.


angel yang tengah berdiskusi dengan tuan hermawan di tenda buatan untuk berteduh para mandor itu pun melihat ada mobil datang ingin masuk.


"Tuan Hermawan apa kah itu salah satu pegawai anda?" tanya angel


Tuan hermawan pun mengamati mobil sedan itu.


"Bukan Nona Luis... entahlah" ucap tuan hermawan


"Oh ya Nona Luis apa kah tidak apa membiarkan Bos Besar ikut bekerja seperti itu?" tanya tuan hermawan pada angel


"Yah itu kemauan dia sendiri selagi Bos merasa senang dan nyaman kami tidak ingin mengganggu nya" ucap angel


"oh begitu baik lah..."ucap tuan hermawan ia sedikit tidak enak dengan Bos Besar namun jawaban Nona Luis sama saja.


di depan pintu gerbang petugas yang berjaga memberhentikan mobil sedan hitam milik keluarga white.


kaca pengemudi pun di turunkan sopir keluarga white.


"Maaf sebelumnya.. ada keperluan apa ada di lokasi kontruksi ini? dan apakah sudah membuat janji" ucap petugas keamanan itu


sang sopir dan beberapa orang di dalam yang sebelumnya jantung mereka berdetak kencang pun kini sedikit tenang karena semua jauh dari ekspetasi mereka.


"Maaf kami tidak membuat janji sebelumnya namun kami hanya ingin menemui tuan hermawan untuk melakukan kerja sama. kami dari keluarga white di kota liba" ucap pria paruh baya


pria paruh baya itu tak lain adalah kakek paul.


"Banyak omong kosong dasar badut.........." ucap paul lirih dan terhenti


ayah paul pun langsung menutup mulut anaknya.


"bisa tidak kamu berubah lebih baik anak nakal? " ucap ayah paul dengan mata melotot ke anak nya


" eh em... silahkan saya akan membuka kan pintu untuk anda aku harap bisa menjaga suasana" ucap sang petugas


sang sopir mengangguk seraya senyum


"Terima kasih banyak" ucap kakek paul


setelah pagar di buka mobil keluarga white masuk.


"SDM para pengawal Golden Hill sangat di atas rata rata.. aku kira ia akan galak dan kasar ternyata tidak ini pasti sangat sulit melatih mereka seperti ini" ucap kakek paul


pengawal tadi memberi tahu pengawal yang ada di bagian tengah tepatnya di tenda angel dan tuan hermawan berada.


melalui walkie talki


sret.. pos dua.. monitor


"mobil yang masuk ingin bertemu tuan hermawan katanya dari kota liba dan keluarga white"


pos dua


"ok siap pos dua mengerti"


angel dan tuan hermawan pun mendengar itu.


" anda memiliki tamu tuan hermawan.." ucap angel


"iya Nona luis sepertinya mereka ingin melakukan kerja sama dengan saya dalam proyek ini" ucap tuan hermawan


tak lama kemudian mobil itu berhenti di depan tenda.


keluarga white pun turun dari mobil dan kakek paul yang pertama turun dan berdiri di depan di belakangnya anak pertamanya dan cucunya.


Tuan Hermawan pun keluar dan menyambut keluarga white di karenakan kepala keluarga white sendiri juga datang.


sedangkan angel ia sedang sibuk mengamati proposal pembangunan sambil menyesap teh hangat.


"Oh siapa ini yang datang jauh jauh.. " ucap tuan hermawan


"Halo tuan hermawan... kau tampak sehat dan tambah gemuk saja hahaha...." ucap kakek paul


"Hahahaha... anda kelihatan lebih muda tuan white.. silahkan masuk.. ada apa ini jauh jauh..." ucap tuan hermawan


mereka pun masuk ke tenda.. saat masuk tuan white melihat ada seorang wanita muda yang di kawal 2 pengawal yang berpenampilan sama seperti di depan gerbang tadi.


-------di sisi lain


ken yang masih asik membantu sahabatnya tiba tiba ponselnya berdering.


ken pun mengambil ponselnya.


"Halo jack ada apa?" ucap ken


"Halo bos ini... para pemuda saya bawa kemana dulu? " ucap jack


" apa mereka mau bekerja di proyek kelihatanya ini butuh tenaga tambahan agar cepat selesai?" ucap ken


jack pun menanyakan ke para pemuda, yang saat ini sedang duduk di mobil jeep milik pengawal ken.


"bos saya sudah menanyakan ke mereka dan kata mereka tidak masalah..!!" ucap jack


"bagus lah kalau begitu bawa kemari,, biar proyek ini cepat selesai" ucap ken


"baik bos kami akan segera ke lokasi" ucap jack


panggilan pun terputus


tanpa ken sadari bahwa ia sedang di sebelah sahabatnya yang sedang melongo mendengarkan percakapan ken.


'ada apa sama sahabatku ini... apa kah dia sedang main drama?' gumam benny


ken lalu menatap sahabatnya


ken terkejut.


'alamak kenapa aku lupa jika saat ini sedang sama sahabatku? haduh ya udah lah sudah terlanjur biar dia tahu sekalian dia aku ajak kerja di tempatku.' gumam ken


"eh ken kau tadi bicara apa an?" tanya benny


"hehehe.. aku jelaskan gimana ya maaf menutupi semua dari kamu..!! karena aku juga tak tau kamu kerja di keluarga hermawan, ah gini aja nanti kamu akan tau sendiri" ucap ken


"hei... gag jelas kamu ini bro... ah yasudah lah" ucap benny


"ben pergi ke tenda antar aku ke sana aku ingin berbicara dengan tuan hermawan kamu temani aku" ucap ken


"ok" jawab benny


mobil truk pengangkut milik benny pun mundur dan putar arah menuju ke tenda.


benny memandangi sahabatnya firasatnya mengatakan ada yang di sembunyikan dan sahabatnya ini sudah berbeda.


saat sampai di depan tenda.


suara truk benny mengundang perhatian orang di dalam tenda mereka semua pun melihat ke arah luar.


ken pun turun.


"ken kita hanya pekerja apa tidak apa kita ke lokasi ini?" tanya benny


"santai saja ada aku.." ucap ken


tak lama ada gerombolan 3 mobil masuk ke area proyek


1 mobil sedan hitam yang 2 mobil jeep


mobil itu di arah kan petugas penjaga gerbang ke tenda.


ken melihat mobil itu dan mobil jeep di belakang nya.


"lumayan banyak juga pengawal tambahan dan sekaligus tenaga tambahan kerja di proyek ini" ucap ken


mobil mobil itu pun parkir di samping truk benny


tuan hermawan melihat ada tuan camblers di luar pun ia segera keluar.


"tuan camblers mengapa anda tidak masuk saja kenapa di luar" ucap tuan Hermawan


benny pun sangat terkejut ia tau siapa keluarga camblers yang tak lain adalah sahabatnya


'apa yang terjadi kenapa mandor sangat takut dan menghormati ken? apa yang terjadi? apa yang di sembunyikan sahabatku ini!!' gumam benny


ken pun menoleh ke belakang menatap tuan hermawan.


"tak apa tuan hermawan yang saya tunggu sudah datan!" ucap ken