White Mask

White Mask
BAB 62



setelah mobil terparkir jack keluar terlebih dulu lalu menghampiri ken di susul kedua temannya dan remaja remaja kampung yang baru di rekrut.


benny yang melihat itu ia sedikit mundur melihat tatapan dan perawakan jack walau tidak besar namun tubuhnya penuh otot dan ia merasakan aura yang menyeramkan di tambah para orang di belakang jack pemuda pemuda yang memiliki banyak bekas luka dan ada yang masih di perban di bagian kepala.


"ken yuk kita pergi mereka begitu menyeramkan nanti saja ketemu dan mengobrol dengan mandor" ucap benny


ken hanya tersenyum melihat sahabatnya.


"mengapa kau sekarang begitu penakut? yuk kita baku hantam dengan mereka seperti dulu." ucap ken


benny terkejut dengan ucapan ken ia juga takut jika mereka mendengarnya, benny bukanya tak berani namun ia memilih mengalah karena ia butuh pekerjaan untuk pengobatan ayahnya.


Setelah jack berada beberapa meter dengan ken ia berhenti.


"Selamat Sore Bos Besar semoga anda sehat selalu" ucap jack dengan lantang dan menggema


"Semoga Bos Besar Sehat selalu" ucap semua yang berada di belakang jack berbarengan dan juga di ikuti para pengawal yang di tempatkan di beberapa titik proyek pun ikut bersorak.


suara itu pun menggelegar dan menjadi pusat perhatian di lokasi proyek itu, benny pun jantungnya berdetak kencang ia baru sadar bahwa sahabatnya sudah lama berubah dan para orang di depannya yang tadi kata ken ingin baku hantam hanyalah gurauan belaka mereka semua malah memanggil ken bos besar.


angel pun keluar tenda dan keluarga white melihat dari dalam mereka tidak dapat melihat jelas siapa yang di sebut bos besar terutama paul jadi mereka pun ikut keluar dan berdiri di belakang angel.


"Terima Kasih Banyak atas doa kalian...aku sangat terharu sekali dan semoga kita di beri kesehatan dan kesejahteraan semua" teriak ken


ken pun balik ke belakang dan menatap tuan hermawan


"tuan hermawan para pemuda yang di bawa oleh anak buahku sekarang menjadi pengawalku dan mereka untuk sementara waktu akan bekerja membantu di proyek ini agar cepat selesai untuk upah mereka biar saya saja yang memberi anda tidak usah repot repot" ucap ken


"Tuan Camblers sesuai permintaan anda saya akan mengikuti" ucap tuan hermawan sedikit membungkuk


tuan hermawan sangat terharu oleh sikap anak buah ken. ia baru menjumpai militan seperti ini.


paul yang dari jauh tak tahu percakapan ken dan tuan hermawan yang ia tahu ken sepertinya melamar kerja di tempat ini seperti jaman dulu ia sebelum kuliah bekerja di proyek.


"Woi ken kenapa kau ada di tempat ini apa kamu ingin melamar bekerja di tempat ini, kakek dia yang membuat aku di dalam penjara berhubung dia disini balaskan dendam atas perilaku itu kakek" teriak paul


ucapan paul mengundang perhatian seluruh orang yang berada di situ.


angel melirik ke belakang ia langsung melesat ke sisi paul dan menodongkan pistolnya.


"jaga ucapanmu kelinci kecil" ucap angel


paul sangat terkejut dengan gerak cepat wanita di depannya tadi ia mematung dan bingung.


jack mencari sumber suara tadi pun melangkah maju mendekati paul.


paul mengenal pria berjas dan kekar itu.


'bukanya pria itu tadi menjemput ken di kampus mengapa ada di sini' gumam paul


"hei jaga ucapanmu kau bosan hidup ya?" ucap jack


"Jack biarkan... " ucap ken


"Bos dia harus di beri pelajaran" ucap jack


pupil paul pun melebar jadi tadi yang di panggil Bos Besar adalah ken yang baru saja ia hina?


punggung paul pun sudah basah oleh keringat


kakek paul melirik angel.


"nona bisa turun kan senjata api mu itu?" ucap kakek paul


angel mengangkat satu alisnya.


lalu angel menodongkan pistolnya ke kakek paul.


"kamu pikir kamu siapa? kamu tak tau siapa yang kamu lawan." ucap angel


dor........


suara tembakan pun terdengar


Tuan hermawan sesegera menghampiri angel.


"Nona Luis tolong hentikan... tuan white memang salah namun tolong hentikan" ucap tuan hermawan ia dan tuan white sudah sering bekerja sama dalam proyek


mata kakek paul melebar mendengar kata itu.


'jadi wanita ini Nona Luis CEO Golden Hill Grup itu..tak ku sangka itu semua bukan rumor belaka yang mengatakan ia CEO muda dan tangguh' gumam kakek paul.


Ken hanya diam menatap situasi yang terjadi.


'haduh apa dia memang tak pernah berfikir?' gumam ken saat melihat paul


Plak......


paul pun terpelanting itu merupakan tamparan keras dari kakek paul.


"Kau dari dulu selalu bikin malu dan bikin ulah.. memang seharusnya aku tidak mengajakmu karena akan mengacaukan semuanya." ucap kakek paul seraya menggertakan giginya


kakek paul pun berjalan menuju ken


"maaf kan perkataan cucu saya.. saya kemari hanya ingin melakukan kerja sama dengan tuan hermawan namun suasana jadi seperti ini karena ulah cucu saya.. saya tak dapat berharap banyak.." ucap kakek paul seraya menunduk


"apakah anda tidak marah ke saya karena saya cucu anda di penjara..!! walau itu bukan saya yang memenjarakannya.. yang memenjarakannya adalah nona Conner yang menyelamatkan hidup saya, saya sudah 2x hampir terbunuh oleh kekonyolan cucu anda." ucap ken santai namun terkesan mengintimidasi


jack mendengar itu ia pun geram ia mempercepat langkahnya ke paul dengan berlari lalu menendang tubuh paul dengan keras.


keluarga paul yang di sekitarnya tak berani mencegah karena memang salah paul.


bugh.....


ukh....


"ampun aku minta maaf" ucap paul sambil menyeka darahnya


"Bos aku ingin memecahkan kepalanya bolehkah aku menembaknya" ucap angel


paul mendengar itu ia dengan sekuat tenaga bangun dan memeluk kaki angel


"ampun nona luis.... ampun.." ucap paul


angel pun melepaskan diri dan menendang paul.


"Paul pergi dari sini atau kau kembali ke penjara?"ucap ken


paul pun merangkak mendekati ken


"Ampuni aku, semua salah ku... lebih baik aku di penjara saja untuk menebus kesalahanku dan mohon bantu ekonomi keluarga ku dengan mendapatkan kerjasama ini." ucap paul


jack melangkah mendekati paul


"Bos biar aku saja yang membawanya kekantor polisi" ucap jack


ken hanya mengangguk


"belajarlah tidak mudah mendendam... dan ubah sikapmu jika kamu ingin sukses.. kulihat keluargamu sangat menyayangimu" ucap ken


"terima kasih aku akan selalu mengingat nasihat mu Bos!!!" ucap paul


jack pun membawa paul pergi


kakek paul dan ayah paul hanya bisa menangis dalam diam.


ken pun menatap para pemuda desa.


"kalian boleh mulai bekerja.. jika membutuhkan sesuatu bisa di tanyakan ke jack" ucap ken pada para pemuda


"Siap Bos" ucap mereka


ken lalu mengalihkan perhatiannya ke kakek paul.


"Tuan white silahkan bahas apa yang ingin kamu bahas dengan tuan hermawan soal cucumu lupakan aku tidak mempermasalahkan nya." ucap ken