
Kemarahan angel membuatnya lepas kendali
Tembakan itu mutlak angel arahkan ke wajah pria itu sehingga membuat wajah pria itu hancur dan pria itu pun tumbang.
teman preman itu melihat kejadian dengan penuh kengerian.
"apakah dia seorang gadis? atau iblis?" ucap preman itu
tanpa mereka sadari kaki mereka pun mundur beberapa langkah.
sedangkan alice ia hanya menutup mulutnya melihat aksi angel.
ken terbatuk beberapa kali
ia memandang angel.
angel pun mendengar batuk ken menoleh ke sumber suara.
mata angel memerah dan terngiang air matanya menatap ken karena terlalu cemas dan khawatirnya.
angel pun berlari menuju ken dengan membawa dua katana yang ia bawa sebelumnya.
"kau baik baik saja bos" ucap angel
ken pun berusaha berdiri saat ia berdiri ia pun merenggangkan ototnya
ken pun memeluk gadis itu.
"terima kasih banyak angel.. terima kasih namun yang kau lakukan sangat berbahaya" ucap ken sambil memeluk angel dengan erat.
wajah angel memerah dadanya berdetak kencang.
ken pun melepaskan pelukannya ia memandang alice
lalu melepas jaketnya dan menyisakan kaos singlet hitam ia pakai, jaket ken serahkan ke alice
"alice pakai lah..." ucap ken
alice pun menerima jaket ken walau mata gadisnya tak bisa munafik ia memandangi tubuh ken yang terlihat panas.
"terima kasih" ucap alice
"angel bersembunyi lah dan bawa alice.." ucap ken
angel hanya mengangguk karena ia dan alice di situ akan menjadi beban ken dan konsentrasi ken buyar.
"Bos jack sendirian di sebrang sana menghadapi dua ketua preman ia sepertinya marah karena kampung yang ia tinggali sebelumnya di bakar." ucap angel
ken pun terkejut
ken pun berlari melawati jalur pintas seperti angel lakukan ia melihat dari kejauhan gerombolan bayang bayang ken sedikit khawatir dan cemas.
setelah kepergian ken angel menatap sisa 8 preman di hadapannya.
alice menari tangan angel
"Nona Luis ayo kita lari" ucap alice
angel menatap alice
"Nona Weeks tunggu disini" ucap angel sambil mengisi ulang pistolnya
8 preman itu pun maju mereka takan mundur karena menghadapi 2 gadis walau mereka merasa ngeri dengan Nona Luis namun mereka gengsi jika harua mundur.
disisi lain jack yang meluapkan emosinya dengan teknik pukulan matematikanya ia berhasil menumbangkan beberapa anak buah preman itu.
'Bos aku titipkan kedua adik ku padamu aku mempercayaimu' gumam jack
jack merasa ia tak dapat menghabisi seluruh preman yang ada di depannya namun ia tak putus asa.
"hehehe memang benar dan tak salah pilih jika komandan ingin merekrut mu kau begitu tangguh dengan tangan kosong menghadapi kami. namun namamu hanya akan tinggal kenangan di tangan kami " ucap ketua preman
jack yang masih bergulat dan adu pukulan serta menghindari tebasan ia dapat mendengar ucapan itu.
"mimpi kau aku takan sudi mati di tangan kalian.." ucap jack
jack pun dengan tenang melawan ke enam orang yang maju di depannya ia langsung menendangi persendian kaki preman preman itu.
krak..
aaa
krak
aaa
teriak para preman merasakan salah satu kaki mereka patah di bagian sendi nya.
saat tiba beberapa meter ken melompat ke jendela besar di depannya.
wus
prak
jendela itu pecah dan ken pun melayang di antara para gerombolan preman itu mereka pun terkejut.
ken langsung bergulir dan berjongkok di tengah kerumunan dengan gerakan cepat ia melepas sarung kedua katana nya lalu berputar di bawah seperti spinner menebas kaki kaki para preman
slash...
aaa
slash
aaa
slash
ken pun berdiri di antara mereka dengan kedua katana di kedu tangannya
dengan ayunan gerakan cepat ken menebas orang orang yang sedang memegangi kaki mereka.
darah terbang kemana mana
kedua ketua preman pun terkejut dengan aksi itu.
"kalian berani sekali menyerang penduduk lemah dan tak berdaya kalian mengincar ku kan? dan kalian juga akan menghancurkan keluarga weeks yang tidak memiliki kekuatan? dan kalian ingin menghabisi semua agar tidak ada saksi mata..!!" ucap ken sedikit teriak
"disini kalian akan ku kirim ke alam baka agar tidak bertindak keji lagi,, dan tak ada satu pun dari kalian bisa kembali!" ucap ken
tak ada suara
tak ada yang menjawab
ken pun memasang kuda kudanya dan memposisikan kedua katana nya.
"ayo maju.." ucap ken
kedua preman itu pun tak punya pilihan
"woi apa yang kalian lihat ayo maju serang bersama sama" ucap sang kapten
para preman yang tersisa pun berlarian mengarahkan golok mereka ke ken.
jack yang di belakang ken pun terpaku dengan aksi Bos nya tadi yang begitu cepat dan mematikan.
ken pun berlari dengan cepat matanya melihat para preman dan mencari awal langkah untuk menyerang katena setiap serangan pasti ada titik lemahnya.
ting.....
sring.......
slash...
jack pun tak tinggal diam ia berlari menyusul bosnya dengan mengambil senjata dari preman itu.
pertumbuhan pun berlangsung sengit.
angel yang tengah sibuk menghadapi 8 preman juga kewalahan.
dor...
bug
dor
setiap tembakan angel selalu berguling menghindar dan melompat.
sampai sisa satu preman angel terpojok
bag
perut angel di tendang sehingga ia berguling dan preman itu ingin memotong tangan angel karena jika tidak ia akan di bunuh angel.
saat pria itu sedang mengayunkan goloknya angel menahannya dengan posisi telentang di tanah.
"akan ku potong tangan jal*ng mu ini" ucap sang preman
angel tak menggubrisnya dengan sisa tenaga ia menahan tangan preman itu.
alice melihat angel terpojok pun bingung ia takut akan terjadi sesuatu pada Nona Luis, ia pun mencari sesuatu matanya tertuju pada golok preman yang sudah mati ia pun memberanikan diri mengambilnya dan melangkah ke preman yang sedang menikam angel.
alice pun menusuk punggung preman itu.
jleb....
ugh....
mata preman itu membelalak tidak percaya padahal kurang sedikit lagi.
alice pun melangkah mundur.
angel menendang pria itu agar menjauh dari tubuhnya.
angel pun memandang alice.
"terima kasih Nona Weeks, kerja bagus." ucap angel.
alice pun hanya mengangguk angguk matanya masih menatap preman yang ia tusuk.
"aku membunuh seseorang" ucap alice
angel pun tersenyum kecil
lalu membawa alice masuk ke rumahnya dan membawa ke ruangan keluarganya bersembunyi.
angel membuka kunci pintu dan alice menemukan kakek, ayah, paman dan bibi alice yang sedang ketakutan.
"kakek... ayah.. paman.. bibi.. syukur lah kalian baik baik saja" ucap alice
alice pun masuk dan berlari ke ayahnya, ia memeluk sang ayah.
mereka pun semua saling berpelukan dan bersedih.
kakek alice menatap angel ia pun bersujud karena malu dan berterima kasih dan di ikuti oleh keluarga weeks.
"terima kasih nona Luis" ucap mereka
" hei hei.. jangan begitu berdiri aduh.. jangan seperti itu" ucap angel merasa tak enak dan tak pantas.