
Di universitas Haosan
Kerumunan tadi pun bubar mereka kembali melakukan aktivitas mereka.
di dalam kelas ken.
senior tadi masih diam ia kembali duduk di kursi depan kursi milik dosen.
"siapa dia,, apa aku akan mengalami masalah" ucap senior itu lirih
senior lain mendengar perkataan ketua regu pun menghampirinya.
"entah aku juga tidak tahu. lebih baik kita minta maaf saja kita tak ingin masuk ke dalam masalah yang rumit jika masalah antar mahasiswa sih g masalah,,,, la tapi ini bukan masalah dengan mahasiswa,,, walau dia masih muda" ucap senior lainya
senior ketua regu pun memandangi junior.
"apakah ada yang mengenal dia?" ucap senior itu
semua pun menggelengkan kepala
"Senior.... yang aku tahu hari pertama ia menggunakan Moge H2 itu di kota ini hanya dapat di hitung jari... nah hari ini dia di antar dan di jemput oleh mobil sport SIAN" ucap salah satu junior
senior mendengar itu ia hanya diam termenung.
"dia sudah mengingatkan ku sebelum aku bertindak lebih jauh dan dia juga sudah berani minta maaf atas ke tidak sopan nanya" ucap senior itu lirih
"ya udah saya minta maaf lupakan kejadian hari ini.. mari kita lanjutkan" ucap senior itu pada juniornya
di kelas rita dan paul
Rita masih memikirkan sesuatu ia tidak fokus akan kegiatan hari ini.
'apakah dia ken pacarku dulu atau beda atau ada kembaran nya mengapa dia tiba tiba berubah dan tak bisa ku kenali?' gumam rita
'apakah dia sudah sukses? namun akan kah iya begitu cepatnya? namun pria kekar yang memakai jas itu memanggilnya BOS!!!aku harus mendapatkannya lagi..!' gumam rita penuh tekad
-----------------------------------------------------------------------------
Di dalam Ken mendengar suara sirine mobil patroli.
ken pun melanjutkan langkahnya ia menyusuri dan memeriksa tiap ruangan.
ken juga mengaktifkan kemampuan matanya ia dapat melihat posisi polisi dan para militer lalu ken pindah melihat jack yang sedang di luar mobil.
ken mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi jack.
Jack yang sedang asik mengamati sekitar ia pun di kejutkan suara telpon ponselnya.
" Halo Bos..." ucap jack
"Jack masuk lewat jalan yang aku lewati tadi jangan sampai ketahuan oleh aparat dan naik berhati hati lah di lantai dasar ada 8 orang perampok di tiap anak tangga ada 1 yang totalnya ada 4 namun sudah aku bunuh satu.. naik ke lantai dua bebaskan sandra terlebih dahulu." ucap ken dalam telpon
Jack yang memiliki tubuh tinggi gempal penuh otot itu pun dengan lincah melompat dinding dan mengendap endap masuk.
saat ken hendak keluar ruangan.
ia mendengar suara samar langkah sepatu dari lorong.
ken pun bersembunyi di balik pintu.
ceklek......
pintu pun terbuka ken diam di balik pintu, ia mengeluarkan belati nya untuk siap siap menikam leher pria itu.
di halaman jack mengintip dari jendela kaca luar ia melihat apa yang di katakan bosnya benar.
"Sial Bos di dalam sendirian... dan mengapa tadi di mobil apa yang di katakan nya benar... dan dari mana bos tahu?" ucap jack lirih
jack melihat ada petugas polisi yang siaga jack segera masuk ia tak ingin ketahuan dan membuat kekacauan.
Pria yang membuka pintu itu melihat ruangan kosong dan aman pun menutupnya kembali.
namun saat pria itu membalikan badan dan menutup pintu ken pun melesat dan mengarahkan belati ke leher pria tersebut
sleb...
ukg..... akh.... aaa.....
belati itu menancap dengan sempurna
pria itu menoleh ke belakang matanya membelalak tidak percaya instingnya tak mengetahui keberadaan ken.
ia memandang pria muda yang telah membunuhnya itu, ia ingin mengucapkan kata namun sulit karena pisau itu menancap begitu dalam dan ada nadi yang terkena membuat darah mengucur deras dan akhirnya pria itu tumbang. ken menyeret pria itu ke dalam dan mengambil amunisi dan belati.
ken mendongak ke atas ia melihat cerobong ventilasi ia pun membuka tutup kotak itu dan naik ke atas.
ken terus berjalan tiarap di dalam lorong kotak sempit dan pengap itu ken trus merayap hingga menemukan sebuah cahaya ia pun menghampiri.
ken turun dan keluar dari lorong, ia berada di ruang manajer bank. di ruangan itu ada kaca yang menuju ke lantai dasar ken mengamati jumlah masih sama 8 orang ken mengaktifkan kekuatannya untuk melihat kondisi di luar. ia melihat para polisi gabungan itu mencoba masuk halaman bank dari depan dan belakang.
di aula seseorang anak buah datang ke ketua.
"Bos saya melihat di CCTV ada seorang yang masuk dan menggunakan topeng.." ucap salah satu anak buahnya
"mana perlihatkan padaku..." ucap sang ketua sambil melangkah menuju ank buahnya
ia melihat rekaman CCTV yang di mundurkan waktunya.
"dia masih bocah.. apa yang dia lakukan" ucap sang ketua
namun pada saat berikutnya mereka tidak melihat pemuda yang menggunakan topeng itu.
"bersembunyi dimana dia.." tanya ketua perampok
"Bos liat para polisi mencoba masuk.. mereka menggunakan gabungan dengan militer,," ucap anak buahnya
"heh..... benar kata BOS Besar di kota waja polisinya begitu lemah hahahaha.." ucap sang ketua
"berikan aku mikrofon nya.." perintah ketua kelompok
anak buahnya pun memberikan mikrofon kepada ketuanya..
suara pun terdengar di sound kantor dan terdengar di seluruh ruangan bahkan area halaman gedung.
"Halo para warga kota Waja... hahahaha.... aku ingatkan jangan bertindak gegabah disini aku memiliki banyak sandra dan ada warga sipil akan kah kalian bertindak bodoh" ucap sang ketua perampok itu
"apa yang kamu inginkan?" ucap komandan yang bertugas
mencoba bernegosiasi karena di dalam ada sandra dan warga sipil.
"hahahaha... aku baru tiba di waja biarkan aku senang senang dulu dan kembali pergi.... cukup sediakan 2 unit mobil anti peluru dan uang $ 25. 000.000.000 aku akan membebaskannya namun jika tidak aku akan melempar semua sandra keluar. hahahaha...." ucap ketua perampok itu
komandan yang bertugas pun menggertakan giginya.
"permintaan mu begitu tinggi..." ucap sang komandan
"kalo bukan tinggi bukan Kelompok Kuda Hitam hahahaha.... ingat jika ada anak buahku yang terluka semua batal dan kalian pikir kami takut jika kalah jumlah? apa kalian melupakan kemampuan tempur Kelompok Kuda Hitam?" ucap sang ketua perampok
komandan pun membelalakkan matanya ketua perampok itu menyebutkan jati dirinya.
'Kuda Hitam.. kelompok ini memang meresahkan mereka sangat ahli dalam strategi dan perang mereka akan merampok jika persediaan mereka kurang' gumam sang komandan
ken mendengar itu ia hanya diam yang ia pikirkan adalah bagaimana menyelamatkan sandra tanpa terjadi korban, dan ken tak peduli mereka dari kelompok mana karena ken baru terjun ke dunia kejam ini semakin ia naik semakin kejam hal hal yang ia alami.
namun berbeda dengan jack tangan jack sudah mengepal erat ia ingat betul sahabatnya dan teman temannya pernah terbunuh oleh kelompok ini dan hanya jack yang selamat.