
"tidak... aku hanya ingin memberikan mu hadiah" ucap ken pada angel sambil tersenyum
angel yang mendengar itu pun terkejut hatinya terasa bimbang antara senang dan malu. ia hanya menunduk sambil memainkan jari nya.
dia senang karena mendapatkan hadiah dari seorang dan orang itu adalah bos nya.
namun ia juga malu sebagai gadis, ia tak mau di anggap seperti benalu dan di anggap membantu atau menolong untuk mengharap imbalan.
ken melihat gelagat angel pun ia tambah tersenyum.
"jangan kau berfikir macam macam padaku soal hadiah yang ku berikan, aku tak bermaksud apa pun kecuali ingin memberikan hadiah pada mu." ucap ken
angel pun mengangkat kepalanya.
"terima kasih bos.." ucap angel lirih
ken hanya membalas dengan senyuman.
"bagaimana ada yang kamu suka angel?" tanya ken pada angel.
angel hanya menggelengkan kepalanya.
" oh ok tak masalah jadi aku saja yang memilihkan untukmu!! bagaimana menurutmu?" tanya ken
angel pun mengangguk.
ken pun berdiri mendekat ke angel lalu menggandeng tangan angel menuju ke etalase toko...
angel pun wajahnya memerah ia menurut saja jantungnya pun berdebar seperti grogi.
'kok bisa seperti ini ya rasanya haduh.. padahal aku sudah sering berinteraksi pada lawan jenis bahkan yang lebih tua dari ku.. apa karena genggaman tangan ini' pikir angel
setelah mereka berdua tiba di depan etalase.
mereka berdua pun di hampiri oleh seorang karyawati.
"maaf tuan dan nyonya bisa ada yang saya bantu..?" ucap sang petugas karyawati tersebut.
"nona saya mau membelikan wanita yang di sebelah saya ini perhiasan tolong tunjukan kepada saya perhiasan unggulan di toko ini.." ucap ken
pengunjung yang mendengar perkataan ken pun mengangkat satu alis mereka.
"apa apaan ini"
"apa yang barusan pemuda itu katakan, ia seperti membeli permen saja"
ucap lirih para pengunjung yang hadir.
karyawati itu pun tak mau ambil pusing dengan perkataan fulgar pemuda itu ia pun segera mengambil perhiasan primadona tokonya.
saat setelah petugas karyawati itu membawa 3 perhiasan ke etalase depan ken dan angel.
angel pun menatap dengan takjub.
3 perhiasan kalung dengan bermahkota kan permata dan yang merah ruby
ken pun seketika memikirkan ibunya.
ken pun melirik angel.
"bagaimana?" tanya ken pada angel
"Bos semua terserah anda namun harganya terlalu mahal bos.." ucap angel
"tak masalah.." ucap ken
"nona aku membeli dua perhiasan ini namun yang satu tolong di kemas dan yang satunya tidak usah" ucap ken seraya menyerahkan kartunya
karyawati itu pun melongo apa yang ia pikirkan tak terjadi.
sebelumnya ia berpikir bahwa pria muda itu akan mundur atau mencari alasan saat mengetahui harga perhiasan yang menjadi maskot tokonya.
petugas situ pun mengangguk lalu menyiapkan kotak buat perhiasan yang di bungkus dan untuk perhiasan satunya ken mengambilnya.
saat ken mengambil perhiasan itu ken menatap angel
"berbalik lah aku akan memasangkan ini untukmu" ucap ken pada angel
angel pun menunduk ia tersipu malu bagaimana pun itu tempat umum dan banyak pengunjung.
angel pun membalikan badan.
ken menaruh perhiasan di depan lalu saat tangan nya hendak ke belakang angel mengangkat rambutnya agar ken dapat memasangkannya.
saat ken hendak memasang ke belakang ia pun menelan ludah beberapa kali melihat kulit putih mulus leher angel.
ken pun tak mau berlama lama takut ketahuan ia segera memasangkan kaling itu ke leher angel.
" dah mana coba aku lihat" ucap ken
mata ken pun berseri..
"wow... terlihat keren dan menambah elegan dirimu" ucap ken
"terima kasih bos" jawab angel dengan wajah yang merah di balik kaca matanya mata angel berlinang air mata karena bahagia dan terharu.
para pengunjung yang tadi syirik dan mencibir pun sekarang merasa iri pada angel begitu pula petugas toko.
setelah melakukan pembayaran.
" ini tuan perhiasan yang anda ingin bungkus sudah saya masukan kotak dan di bungkus dan ini kartu tuan, terima kasih telah berbelanja di toko kami" ucap karyawati itu pada ken.
ken pun mengangguk ia mengambil kartunya lalu ia masukkan dompet.
[ Rabat Otomatis ]
[ - $. 3.500.000 ]
[+ $ 7.000.000 ]
[ Saldo $ 11.014.122.200 ]
ken melihat diagram di kepalanya ia pun senyum.
'sepertinya lebih cepat jika sepeti membeli properti, mobil, lahan,. Hem apa kah ada yang menjual senjata api ya?' gumam ken
"yuk kita cari makan" ajak ken pada angel
"ayo bos,, " jawab angel sambil mengangguk
"ada kah resto rekomendasi mu disini yang enak dan lengkap?" tanya ken pada angel
angel mengangguk
"ada mari saya tunjukan jalanya bos" ucap angel
mereka pun berjalan menuju eskalator.
ken begitu takjub dengan gedungnya ini begitu megah dan luas.
berbagai macam orang ada di sini dari tua hingga muda dari yang putih hingga hitam.
'wah begitu ramai kalah pasar malam sama tempat ini ' gumam ken
setelah mereka sampai ke lantai atas angel mengajak ken ke resto yang letaknya di ujung, resto ini memang sengaja memilih tempat ujung untuk menambah pemandangan sebagai daya tarik jadi buka menu dan masakan saja yang enak namun di sajikan nya pemandangan kota waja dari dinding kaca.
saat mereka tiba angel memilih meja tempat duduk yang bersebelahan dengan dinding kaca.
'huh... untung saja belum penuh orang' gumam angel
ya jika penuh orang angel tak tau mau rekomendasikan mana lagi.
setelah menemukan mereka pun duduk dan saling berhadapan.
tak lama setelah mereka duduk seorang pelayan datang dengan membawakan daftar menu makanan dan daftar menu minuman.
setelah melihat lihat daftar menu keduanya mencatat menu yang di inginkan.
setelah selesai mencatat mereka serahkan ke pelayan, pelayan itu pun pergi
mereka berdua diam tanpa obrolan mereka memandang pemandangan malam hari dari atas pemandangan yang begitu indah dengan warna langit merah merah hitam menandakan sore hari telah usai dan berganti malam.
" pemandangan yang bagus ya bos.." ucap angel
ken mengangguk.
"ya kau benar, disini kita dapat melihat berbagi macam orang jalan kaki berlalu lalang dan kendaraan yang kesan kemari. resto ini pintar memilih lokasi" ucap ken
angel memainkan kalung hadiah dari bosnya.
ia mengamati kalung itu begitu terlihat indah dan menawan.
'selera bos sangat bagus' gumam angel
ken melirik angel ken tersenyum melihat hal itu berarti angel menyukai hadiahnya.
"apakah kau menyukainya ku lihat kau selalu memandanginya dan terkadang memainkannya?" tanya ken
"iya bos ini baru pertama kali aku memakai di belikan perhiasan" ucap angel