White Mask

White Mask
BAB 21



Paul dan ayahnya pun keluar rumah keluarga white.


Paul dengan susah payah berusaha berjalan sendiri menuju mobil.


'akan ku hancurkan kalian berdua' gumam paul


ia merasa musibah yang menimpanya semua karena Rita dan Ken.


Jody di mobil hanya diam dia tak tau ingin berbicara apa ingin marah atau apa dia pun bingung karena dirinya sendiri pun juga babak belur.


25 menit perjalanan mereka sampai di rumah mereka,


--------++------+++-----


Ken pun memilih resto yang bertempat di pinggir jalan yang letaknya di ujung per perempatan,


mobil sport ken parkir dan banyak mata pengunjung melihat dan ada juga yang melirik.


ken dan angel pun turun dan menuju dalam resto.


"wah nona besar dari keluarga mana itu"


"mobil sport yang keren"


ucap para pengunjung.


"wah ramai juga ya" ucap ken


"iya bos dengar dengar menu di sini memiliki rasa bumbunya yang khas" ucap Angel


mereka pun mencari sebuah tempat duduk untuk mereka berdua.


tak lama sang pelayan pun datang menghampiri dan membawakan daftar menu resto mereka.


setelah selesai memesan makanan dan menyerahkan ke pelayan.


"Bos apa rencana anda datang ke Golden Hill Commercial City" tanya Angel pada Bosnya


"ya ku ingin melihat semua kondisi di sana baik itu SDM nya maupun semua data penghuni di sana aku ingin melihatnya dan apakah ada masalah atau main belakang selama ini" ucap ken


"dan mungkin aku juga akan melebarkan sayap Golden Hill dan mencari lahan lahan kosong dan aku juga ingin menghidupkan kembali kampung kampung mati dan membuatnya menarik untuk di tinggali kembali" ujar Ken


angel hanya duduk dan menatap ken dengan serius ia tidak pernah berpikir jika memang ada pihak CV atau PT yang main belakang selama ini atau melakukan tindak kecurangan.


dan satu lagi tujuan melebarkan sayap Golden Hill ini memang menarik dari dulu ia ingin namun Angel tidak memiliki power cukup walau ia memiliki pengaruh yang cukup.


"di Negara hukum ini apakah Golden Hill memiliki kekuatan hukum sendiri? dan soal petugas atau pasukan keamanan itu tujuannya untuk kita saat melebarkan sayap lebih mudah dengan adanya pasukan keamanan" ucap ken lagi


"tuan untuk kekuatan hukum sendiri Golden Hill tidak memiliki kita hanya sering memanggil sebagi jasa namun tak memilikinya " ucap Angel


"bisa kah kita membeli nya seperti biro jasa itu?" tanya ken


"bisa tuan namun apakah itu tidak memakan biaya besar" ucap Angel


tak lama makanan yang mereka pesan pun datang.


mereka berdua pun menyantap makanan itu di lain pihak mereka berdua memang sedang sangat lapar


"Angel berapa usiamu kulihat kau begitu muda," tanya ken


angel menundukkan kepalanya.


"Saya berusia 29 tahun Bos dan saya bekerja di Golden Hill sudah 4 tahun, dan menjabat sebagai MU sudah 3 tahun " jawab Angel


Ken pun tersedak.


"Wow keren bagaimana kau bisa, maksudku di usia muda dan menjadi MU selama 3 tahun, namun aku tak pernah melihat anakmu atau suamimu mengantar atau bersamamu" ucap ken


Sekarang giliran Angel yang tersedak saat mendengar kata anak dan suami.


"Saya waktu SMA merupakan murid jenius di tempat saya hingga kuliah saya berasal dari Dataran Matrasu, namun saya tak tahu jika bakat saya di pantai oleh Pemilik Golden Hill sebelumnya yang begitu misterius, setelah menyelesaikan studi kuliah dengan cepat saya di bawa ke dataran waja, dan saya langsung di tempatkan di Manajer umum sebelum ke utama,." ucap Angel


angel menundukkan kepala lagi.


"saya masih gadis dan belum berkeluarga apalagi memiliki anak, "


Angel menarik nafas panjang.


"itu juga membuat sulit bagi saya berhadapan dengan lawan dari perusahaan dan segala cara mereka tempuh membujuk merayu saya, dengan cara kotor agar dapat memenangkan tender" ucap Angel


ken pun meng angguk angguk.


"jadi itu sebabnya kau kelihatan dingin dan angkuh" ucap ken


"iya benar Bos" jawab Angel tak berdaya


Angel mengangguk.


Setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan.


ken mencoba melintasi tanah kosong di lereng bukit yang di jual.


beberapa menit mengemudi ken sampai di jalan menuju lokasi tak jauh dari tengah kota hanya berjarak 5 km sudah sampai pusat kota dan jalan yang begitu lurus.


'hem jalan utama lurus namun kurang lebar. bisa lah di rehab,' gumam ken


ia melihat sisi kanan dan kiri


jalan utama di kelilingi oleh sawah warga


ken pun melanjutkan menuju arah bukit jalan bukit yang begitu berkelok kelok 3x putaran sudah sampai di ujung bukit yang lumayan lebar. ken memarkirkan mobilnya di tengah lapang.


ken pun turun dan di susul oleh angel.


angel melihat sekitar dengan was was karena tempat itu begitu sepi walau pemandangan begitu indah.


"Bos untuk apa kita kesini" tanya angel


"aku ingin membangun sebuah istana di sini, dan aku ingin menguasai lahan di sekitar, namun aku tak akan mengambil hak warga jika mereka masih merawat sawah mereka aku akan membiarkannya namun tetap akan aku beli tanah itu " jelas ken


Angel pun terkejut dengan luas hamparan tanah yang di ucapkan ken jalan menuju bukit ini mengarah ke Waja Utara.


"lalu bagai mana dengan jalan penghubung pusat ke utara itu Bos?" tanya Angel


"aku akan mengganti jalur itu lebih bagus dan itu bukan di jalan ini jalan ini akan aku tutup tenang semua memakai biaya ku sendiri" ucap ken


angel pun terkejut dengan jawaban itu.


Setelah selesai mengamati ken tersenyum puas.


'Pemandangan yang sungguh indah, aku bisa membuat landasan pesawat sendiri disini. yah di Grand Natun biarkan saja dulu. ku akan ambil ini dulu.' gumam ken


"Yuk kita ke lokasi tujuan kita" ucap ken


mereka berdua pun menuju mobil ken lalu ken mengemudikan mobil sportnya ke Golden Hill Commercial City.


Setelah beberapa menit ken sampai di jalanan pusat kota waja.


saat ken melihat bangunan Golden Hill Commercial City ya tak bisa tak takjub dengan 3 bangunan tinggi saling berhubungan dan memiliki jalan utama sendiri di lingkungan itu yang cukup lebar dan kanan kiri jalan di tanami tumbuhan hias san pohon pohon tinggi yang memberi kesan sejuk.


saat mobil ken hendak masuk jalan utama mobil ken di berhentikan di pintu masuk.


ken pun membuka kaca mobil.


"maaf mengganggu kami baru melihat kendaraan ini disini bisakah anda meninggalkan identitas pengenal" ucap seorang berbadan kekar yang sebagai petugas keamanan


ken tak menjawab hanya tersenyum puas lalu ia juga senyum ke angel.


"Kau memiliki team dengan SDM tinggi aku salut soal itu" ucap Ken


Angel hanya menunduk saat di puji bosnya.


Angel pun membuka kaca matanya dan melihat sang petugas.


sang petugas yang bertanya sebelumnya pun terkejut hingga mundur. sehingga membuat ketiga temanya penasaran dan ikut melihat dari kejauhan.


"Ma... maaf kan kami Nyonya Luis.." kata mereka serempak dan menunduk.


"Jangan hanya menyapaku dengan seperti itu, asal kalian tau pria yang di sebelahku adalah BOS kita dan kuharap kalian mengingat baik baik" ucap Angel Tegas


Mereka berempat pun menatap ken dengan mata membelalak mereka pikir Bos mereka seorang pria paruh baya nan gendut.


"Selamat Datang Bos" ucap mereka kembali sambil menunduk


"bangkit, aku suka attitude kalian pertahankan." ucap Ken sambil merogoh sakunya dan mengeluarkan uang 2000 dollar


"maaf ini sedikit namun cukup lah buat beli cemilan, ya udah saya mau masuk dulu" ucap ken lalu menutup kaca jendela dan melajukan mobilnya.


mereka berempat pun melongo setelah menerima uang dari bos mereka.


"uang buat beli cemilan segini banyak??? dia memang benar benar bos yang murah hati" ucap salah satu dari mereka


"iya,,, wah lumayan ini,, terimakasih Boss" teriak salah satunya


"angel apakah tak apa aku parkir mobil disini, aku ingin jalan kaki saja" tanya ken


" ini wilayah anda Bos anda bebas" ucap angel


"ok baik lah.." ucap ken seraya meminggirkan mobilnya lalu turun dari mobilnya dan di susul oleh angel