White Mask

White Mask
BAB 54



--------Flashback Jack


Di dataran Matrasu di dataran itu tidak jauh beda dengan waja namun di dataran ini lebih banyak dan padat penduduk, Dataran ini di kenal identik dengan dunia hitam nya dan wisata malam nya... banyak bandit dan preman juga tingkat korupsi juga tinggi.


Di dataran tersebut memiliki 2 perguruan besar dan memiliki wilayah kekuasaannya masing masing. tak jarang kedua perguruan besar itu sering bertengkar jika bertemu perguruan itu bernama Kuda Hitam dan Macan Putih.


Jack dan kedua adiknya di besarkan oleh Guru besar Macan Putih yang menemukan mereka di bawah jembatan dengan kondisi yang miris, Guru Besar Macan Putih yang memiliki rasa welas asih pun membawa 3 bocah itu ke perguruan ia ingin mendidik dan membesarkan ke tiga bocah itu yang di mana ia melihat bocah laki laki yang bernama jack itu memiliki keterampilan yang terpendam yang dapat di rasakan oleh sang Guru Besar dan benar saja setelah 20 tahun Jack bush sudah menjadi kepercayaan seniornya dan juga guru besar.


Saat itu jack bersama saudaranya pergi ke kedai ingin jalan jalan mereka ber 6 pun bermain mainan di festival yang selalu ada di malam hari mereka bertemu dengan sekelompok pembuat onar.


jack dan ke enam kawannya hanya mengamati dari kejauhan di sebuah kedai sambil menikmati cemilan dan minuman.


para pembuat onar itu pun menggoda gadis gadis yang bekerja hingga menimbulkan keributan mereka juga memalak menagih uang jaga dengan paksa di tiap tiap kedai walau itu bukan wiyah zona mereka karena tempat itu zona netral yang di kelola oleh pemerintah, jadi para pekerja pun sedikit menolak dan melawan namun pada akhirnya mereka pun memberikan apa yang sekelompok itu inginkan,


di saat mereka menghampiri kedai yang di tempati kelompok jack, keributan pun terjadi dan kemampuan mereka hampir sama namun naas nasib sial menimpa sahabatnya yang mengalami luka parah dan harus di bawa ke Rumah sakit.


sahabat jack mengalami koma dan masuk di ruang ICCU namun sahabat jack tak tertolong, Perguruan itu pun berduka dan memakamkannya dengan layak. sang Guru Besar mengingatkan jack agar tidak membalas dendam.


3 tahun pun berlalu jack berpamitan ke Guru Besar dan para senior ia ingin pergi merantau ia akan kembali untuk membangun Perguruan nya, Jack dan kedua adiknya pun merantau ke dataran waja, jack tak tahu bahwa onix satu angkatnya yang berkhianat itu juga berada di dataran waja.


 


Di luar bangunan


"Bagaimana ini komandan perampok itu tidak tau diri sama sekali."ucap seorang petugas


komandan itu menatap petugas yang berbicara tanpa sepatah kata pun, lalu ia menatap seseorang pria kekar dan tinggi di sebelahnya.


"bagaimana ini sersan ternyata mereka dari dataran matrasu..!!" ucap sang komandan bertanya pada sesan di sebelahnya


"biarkan dulu ulur lah waktunya biar anak buahku yang masuk dari belakang" ucap seng sersan


"namun apakah itu tidak berbahaya dan bagaimana dengan para sandra...?" tanya sang komandan


"aku sudah memperhitungkan nya dan para anggotaku juga sudah tau itu mereka akan menyebar dan melumpuhkan satu persatu ." ucap sang ketua militer


komandan polisi pun mengangguk, lalu ia mengambil kembali alat pengeras suaranya.


"baik kami akan menyetujui permintaanmu namun harap tunggu setengah jam lagi" ucap sang komandan


"hahaha.. apa kau merencanakan sesuatu?" ucap ketua perampok


"percayalah padaku" ucap komandan meyakinkan ketua perampok itu


di halaman para militer telah siap dan bergerak mereka mengamati sekitar dimana ada kamera cctv mereka akan bergerak di titik buta cctv.


di ruang aula para sandra ada salah satu gadis yang mengepalkan tangannya namun di tahan oleh seseorang wanita paruh baya di sisinya.


kepalan tangan itu di genggam lembut oleh wanita paruh bay itu


"sabar nak.. tenangkan dirimu kita tak bisa berbuat apa apa mereka memiliki sandra banyak dan memegang senjata api itu akan membahayakan warga yang tak bersalah" ucap Yovie ibu Melisa


"kalian berdua juga tahan jangan melakukan tindakan yang gegabah." lanjut yovie mengingatkan kedua pengawal elit nya


"ibu mereka dari dataran matrasu dan mereka bertindak seenaknya di tempat dimana bukan wilayah mereka." ucap melisa pada ibunya


"iya ibu tau namun kita jangan gegabah... dan belum tentu mereka dari kelompok kuda hitam.." ucap ibu melisa


melisa pun terdiam ia mencoba menenangkan diri.


melisa dan ibunya pergi ke bank untuk mengambil uang untuk bonus yang akan di berikan kepada para murid sekte yang mengikuti kompetisi mereka di kawal oleh 2 pengawal elit nya.


Ken yang berada si ruangan pun mencari anggota perampok yang ia lumpuhkan ia pun memaki seragam mereka dan atribut mereka, ia ingin menyamar itu lebih mudah baginya untuk keliling dan membasmi para perampok.


ken berniat setelah menyamar ia mencari jack yang sedang menyusulnya.


ken keluar ruang tersebut.


saat ken keluar ia si kejutkan oleh kemunculan seseorang dan hampir saja mereka melakukan adu jotos.


"Bos..." ucap jack terkejut


"Jack... kau sudah sampai sini? aku kira siapa hampir saja. dan untunglah aku tidak repot repot mencarimu." ucap ken


"maafkan saya bos.." ucap jack


"Bos mereka sangat berbahaya dan kejam...dan mungkin mereka memiliki mata mata di kota ini. mana mungkin mereka jauh jauh datang dan membuat ribut tanpa mengetahui kondisi area tujuan mereka." ucap jack


ken pun diam ia sedang berfikir apa yang di sampaikan jack ada benarnya,


"kau benar sola itu jack namun kita kesampingkan dulu itu yang penting kita singkirkan mereka tanpa sisa dan menyelamatkan para sandra." ucap ken


jack pun mengangguk setuju


" jack aku punya rencana mari kita menyamar menjadi mereka agar lebih mudah." ucap ken


"baik bos.. oh ya bos apa kah anda tau bahwa ada beberapa titik yang ada cctvnya?" ucap jack


keb pun membelalakkan matanya.


ia pun menepuk jidatnya


"sial mengapa aku melupakan satu hal itu... ah sudah biar lah nasi sudah jadi bubur.. yuk ikuti aku aku sudah membereskan 2 perampok kita lucuti pakaiannya?" ucap ken


jack mengangguk kembali.


mereka berdua pun bergegas menuju tempat dimana ken menyembunyikan para perampok yang ia bunuh lalu mereka berdua pun menyamar menjadi salah satu bagian dari mereka.


di luar gedung begitu ramai warga yang menonton di luar pagar pembatas dan ada berbagai reporter dan wartawan yang meliput di lokasi tersebut.


berita itu tayang secara langsung dan menjelaskan kronologi dan siapa pelakunya.


kamera dan drone para penyiar berita pun merekam seluruh lokasi dan aktivitas yang terjadi.