White Mask

White Mask
BAB 35



Tejo saat masuk mendengar perkataan bos nya ia merasa terharu jiwa merasa bergetar, ternyata bos yang ia nanti nantikan begitu mulia hatinya.


tejo pun menghampiri Bos dan jack yang sedang duduk di sofa ia pun ikut duduk.


ken melirik kedua pengawal yang juga masih berdiri mereka menundukkan kepala hati mereka juga sama seperti apa yang tejo rasakan.


namun yang membuat ken terkejut mereka berdiri semua sambil satu tangan di dada kiri mereka.


"Bos kami akan mengikuti anda kami janji setia" ucap ke 4 pengawal itu termasuk jack suara mereka menggelegar angel pun membuka pintu untu melihat


ken pen terharu, mereka tak memandang usia jika memang pantas akan mereka lakukan jika tidak mereka akan diam.


di lantai 2 pun pengawal yang istirahat bangun dan keluar mereka melihat dari pagar lantai dua pun ikut mengatakan hal yang sama secara serempak.


ken pun mendongak melihat ke atas.


' wah mereka seperti paduan suara' gumam ken


saat mereka akan turun.


" tak usah turun lanjutkan istirahat kalian" ucap ken


"baik Bos" ucap mereka lalu mereka masuk ke dalam kamar


sedang kan 4 pria masih pada posisinya.


"terima kasih" ucap ken


mereka pun duduk.


angel pun kembali masuk dan menutup pintu.


"bos saya sudah mendengar semua cerita dari jack." ucap tejo


" bos apakah anda sudah melihat berita hari ini?" tanya tejo pada ken


"apakah berita itu tantang?" tanya balik ken


"ya benar bos tadi pagi saat saya di pos keamanan saya melihat berita tentang bos.. maaf bos saya sangat kagum dengan anda, anda begitu terampil bela diri,. namun itu membahayakan anda dan orang sekitar anda bos" ucap tejo mengingatkan


"ya saya sedikit demi sedikit memikirkan hal itu karena itu saya membutuhkan pasukan dan pengawal pribadi, saya akan membuat tempat latihan atau bisa di bilang markas." ucap ken


ken meng hela nafas panjang


"tejo apa kah kau mengenal keluarga Hans karena 2 x saya menemui mereka membuat masalah dengan warga yang notabene masyarakat biasa." tanya ken pada tejo


" ya sedikit banyak saya mengetahuinya bos" ucap tejo


"jelaskan pada ku semua. serta ceritakan bagaimana cara angel bisa menjadi seorang penembak jitu" ucap ken


"Bos keluarga Hans pada dasarnya memang dari keluarga kelas bawah pimpinan mereka simon hans adalah penguasa dunia bawah tanah, mereka seperti, merampok, membegal dan mereka memiliki satu sumber keuangan tetap yaitu sebuah casino. mereka bisa naik ke urutan kelas satu bukan dengan cara yang bagus mereka merampok dan membantai salah satu keluarga kelas satu namun mereka tidak mengakui bahwa itu semua ulah anak buah mereka yang di pimpin anak pertama simon yakni Ronald Hans dan soal perdagangan anak saya malah baru tau ini. mereka tidak bisa mengambil utuh kekuasaan karena masih ada kami dan 3 kelompok sekte namun yang paling dominan ialah sekte tapak matahari dari keluarga conner" tejo berhenti sejenak ia mengambil nafas


ken mendengar sedikit terkejut mendengar cara keluarga hans naik ke puncak kelas satu dengan merebut kekuasaan dengan paksa, dan di tambah lagi tentang sekte dari keluarga conner.


ken ingat betul keluarga conner keluarga itu sangat berjasa dan jika bukan karena keluarga itu ken tak mungkin bisa sampai sini.


"untuk mengapa nona angel dapat menggunakan senjata api itu karena dulu hans pernah menyerang kami ingin memusnahkan semua orang kami pengawal yang biasa awal kami memiliki 180 orang dan sisa 95 orang dan merebut kekuasaan kami namun karena kami menang jumlah walau kebanyakan petugas biasa tidak jago berkelahi kami tetap dapat mempertahankan milik kami dan untuk nona angel sendiri pernah hampir di culik oleh sebab itu nona angel membeli senjata api di kepolisian dan memiliki ijin karena nona angel juga ingin menjaga dirinya jika ada serangan tiba tiba. stelah membeli pistol yang nona inginkan sang Letjend TNI pun melatih nona angel karena nona angel membayarnya nona angel mungkin sedikit trauma soal penculikan itu sehingga ia menghabiskan uang tabungannya untuk membeli senjata dan membayar seorang pelatih sampai nona mahir dan bisa di bilang penembak jitu." ucap tejo


kedua pengawal yang ikut duduk pung meng iya kan apa yang di ceritakan tejo karena mereka pasukan elit.


"nah oleh sebab itu mengapa kami khawatir soal tuan.. mereka bisa saja mengincar tuan dan kami kembali ok kami tak masalah karena kami dan para karyawan sudah pernah mengalami hal sedemikian rupa namun bagaimana dengan orang dekat tuan?" ucap tejo


ken pun termenung dipikirannya sekarang muncul kedua orang tuanya.


"terima kasih telah mengingat kan ku" ucap ken


"Bos kami sangat mengagumi tindakan anda memberantas kejahatan kami sangat geram melihat maraknya penculikan anak di bawah umur" ucap tejo


"benar bos " sahut kedua pengawal lain


"ya sudah yuk mari kita rileks mri kita makan aku membawakan kalian makanan.. panggil semua kemari" ucap ken sambil membuka dua tas belanjanya ia saat di resto juga memesan beberapa makanan untuk 10 porsi tanpa nasi


tejo dan kedua pengawal itu memanggil yang lain untuk makan bersama, ken tak ikut ia keluar gedung untuk mencari angin segar.


'aku harus segera melebarkan sayap' gumam ken


-----------------


Di tempat lain rita yang masih asik memainkan ponsel dan makan cemilan di halaman Golden Hill Commercial.


"Malam nona cantik sendirian aja nih.. boleh kami gabung?" ucap kedua pemuda berparas tampan menggoda rita yang terlihat sangat panas dengan pakaiannya.


rita pun mendongak ia terpana dengan ketampanan kedua pemuda itu.


"boleh silahkan... " ucap rita


"apakah nona baru di sini? karena kami baru melihat nona?" ucap salah satu pria


"ya aku melakukan study si kota ini dan aku tinggal di apartemen" ucap rita


"oh pantesan" ucap pemuda itu


mereka bertiga pun mengobrol asik dan pada akhirnya kedua pemuda itu menyatakan niat tujuan mereka.


"ya jika kalian mau membayar tak masalah ok ok aja.." ucap rita acuh tak acuh


'wah mudah sekali aku mendapatkan uang dengan begini aku bisa kayak tanpa perlu kerja memutar otak' gumam rita


"ok tak masalah kau meminta berapa aku transfer sekarang," ucap pemuda itu


rita pun mematok harga kedua pemuda itu tak keberatan mereka pun mentransfer sejumlah uang notifikasi pun muncul di ponsel rita, rita senyum.


'ye saldo ku bertambah lagi' gumam rita


setelah hidangan mereka habis.


mereka pun mengikuti rita ke apartemen rita.