
Siaran langsung televisi itu menghebohkan penduduk kota waja yang selama ini tidak pernah ada penyusup dari luar kecuali pertengkaran intern.
Di sebuah gedung pemerintahan.
Walikota melihat siaran itu di televisi ruang kerjanya.
"Apa apa an ini berani sekali mereka membuat kekacauan dan mengapa mereka bisa masuk melalui pelabuhan mana mereka" ucap sang walikota
namun saat mendengar suara permintaan sang perampok mata walikota itu pun melotot.
"mereka mencoba memeras.. apa mereka pikir kota waja ini mudah di tindas?..." ucap walikota seraya memikirkan sesuatu
telpon di meja kerja nya pun berdering dan juga ponselnya
ia pun mengangkat telpon yang di ponselnya terlebih dahulu dan mendengarkan suara di dalam telpon.
lalu sang walikota mengangkat telpon di meja kerjanya.
"Kirim angkatan udara dan manipulasi memenuhi persyaratan para perampok dan cari tau mata mata yang selama ini ada di kota kita" ucap sang walikota kepada kepala keamanan kota
"siap dilaksanakan"
Di Sebuah gedung kantor megah di dekat pusar kota
Angel yang telah selesai dari urusan nya di bukit tinggi ia di beritahukan oleh para eksekutif kantor bahwa mereka melihat mobil milik bosnya berada di berita
angel pun terkejut dengan ucapan eksekutifnya yang terlihat cemas dan takut membuat ucapannya sedikit ambigu.
angel pun ikut melihat ke layar televisi di dinding pilar bersama para staff nya.
matanya membelalak saat drone itu terbang tinggi dan memperlihatkan mobil sport yang di parkir di ujung balik dinding.
angel pun bergegas ke ruang kerja si bos nya.
ia mengecek namun ia menemukan bahwa kedua katana milik sang bos masih di tempatnya lalu angel pergi ke ruang kerjanya mengambil senjata apinya serta peredamnya.
hal itu di ketahui pula oleh keluarga weeks yakni alice dan semua yang mengenal mobil ken.
"apakah ia sedang dalam bahaya?"
"semoga dia baik baik saja"
di dalam gedung bank kota.
ken dan jack yang telah menyamar pun bergegas keluar ruangan dan mereka berjalan bersama menelusuri tiap lorong dan ruang ruang kerja.
ken dan jack menemukan di perampok di anak tangga sisi lain dan mereka pun mendekatinya.
"Don dari mana saja kau mengapa tidak berjaga di tempatmu?" ucap perampok itu
ken dan jack hanya diam.
namun saat jack berada di sisi dan merangkulnya jack menikam perampok itu menggunakan belati.
ponsel ken berdering
ken mengambil ponselnya
matanya mengernyit
"Angel??" ucap ken
ken oun mengangkat panggilan itu
"Halo..." ucap ken
"Halo.... bos bagaimana keadaanmu? mengapa anda tidak membawa senjata?" tanya angel
"bagaimana kau tau? aku hanya membawa desert eagle. mereka semua menggunakan senjata api entah bagaimana mereka bisa membawanya di kota ini" ucap ken
angel terkejut.
ia mengetahui bahwa bosnya tak mahir Menggunakan senjata api dan angel mengenal perguruan kelompok itu perguruan itu memang memiliki banyak murid didik yang tangguh dan sikap yang di tanam membuat para murid meniru para senior dan guru besar mereka dan kebanyakan murid perguruan itu bisa di bilang pelarian para penjahat dan preman.
"saya mengetahui karena di luar sudah sangat ramai dan banyak wartawan dan banyak drone yang berterbangan untuk merekam kondisi di sana." ucap angel
ken melotot.
"apa drone?" ucap ken
"iya bos... dan sebaiknya anda merahasiakan identitas anda sebagi Bos Golden Hill agar tidak menarik perhatian." ucap angel memperingatkan ken
"iya aku akan melakukannya dan terima kasih sudah mengingatkan ku." ucap ken
panggilan pun tertutup ken melirik ke jendela kaca di sisi tangga dan benar saja di luar begitu ramai..
tiba tiba
bruak......
dret.... dret.....
dor.. dor...
para militer masuk lewat pintu belakang namun kedelapan perampok itu audah mengantisipasi adanya sergapan.
wung... wung... wung..
"wow keren... mereka mendatangkan angkatan udara" ucap ken lirih
"begitu genting nya tempat ini bos apa sebaiknya kita keluar?" ucap jack
"tidak jack.. kita akan membantu menyelesaikan nya, namun mengapa ada Angkatan udara?" ucap ken sedikit heran
"mungkin wali kota ingin mengusut tuntas dan g main main tentang hal yang dapat menjatuhkan harga dirinya sebagai walikota waja bos...." jelas jack
ken pun sadar. masih terhubung dengan politik
doar... doar....
suara ledakan terdengar di lantai dasar.
ken melangkah sedikit turun dan melihat kondisi.
"Halo halo... inspektur anda mengingkari janji apakah anda kira saya main main" ucap ketua perampok menggunakan mikrofon
suara terdengar dari sound kantor dan halaman gedung
sang jendral pun makin geram ternyata pergerakannya Sudah di antisipasi oleh para perampok itu.
sang inspektur diam tak menjawab ia bingung dan menatap sang jendral itu.
"lalu bagaimana ini?" tanya sang inspektur itu
"tunggu aku juga sudah menyiapkan penembak jitu di gedung sebrang" ucap sang jendral
sang ketua pun ke aula membawa satu sanderanya ke jendela dan memperlihatkan kepada para militer yang mengepungnya.
"kau bisa lihat inspektur aku membawa apa??" ucap sang ketua kelompok
ketua itu menyeret sandra dan menyandarkan tubuhnya ke jendela.
ken melihat banyak nya korban dari pihak militer.
salah satu perampok melihat ken dan jack.
"woi mengapa diam sini bantu" ucap salah satu perampok itu
"kau mendapatkan dari mana udin topeng itu?" lanjut perampok itu saat melihat topeng ken
ken diam ia saja.
jack yang angkat bicara.
"kami akan ke atas melapor ke bos. " untuk menambah bala bantuan." ucap jack
perampok itu pun mengangguk.
ken dan jack pun naik mencari aula yang di pakai sebagai tempat penyekapan.
saat melihat ada satu ruangan ukuran lebih besar itu pun
mereka masuk.
namun saat mereka masuk ke ruangan yang mereka Temukan itu mereka berdua menoleh ke para sandra dan mata ken dan jack menyapu seluruh ruangan ia tidak menemukan keberadaan ketua temukan.
jack berbicara dengan logat mereka untuk menanyakan keberadaan pemimpin mereka.
"Bos ada di ruang kontrol dan untuk melihat kondisi melalui CCTV"
"woi udin topengmu bagus boleh aku pinjam?" ucap salah satu perampok
ken melihat tidak seberapa banyak perampok di tempat ini.
"jack bersiaplah" ucap ken
"baik bos.." ucap jack sambil mengangguk
perampok yang berbicara dengan ken merasa tak di hiraukan pun naik pitam.
"woi udin kenapa kau diam jawab... kurang ajar sekali aku hajar kau" ucap perampok itu sambil melangkah ke ken
ken sudah siap dengan belatinya matanya tak henti henti mengamati para perampok untuk melaksanakan aksinya.
jack tengah siap dengan senapan nya yang ia pegang.
ken melirik jack.
"jack kau tembak orang yang menghampiriku dan aku akan melayangkan pisau ku ke yang lain" ucap ken
jack mengangguk
"siap bos" ucap jack
di ruang kontrol dan cctv bos perampok itu mengamati aula
ia mengangkat satu alisnya melihat dua orang yang masuk ke aula.
"siapa mereka apakah itu udin dan seno.????" ucap ketua perampok sambil mengingat
"apa mereka ingin