
Saat acara kampus selesai para calon mahasiswa pun membubarkan diri ada yang ke kantin, ada yang ke gazebo ada juga yang keliling lingkungan kampus serta ada juga yang pulang.
ken pun berdiri meninggalkan aula.
ken masih sedikit bimbang di hatinya.
'apa aku harus meneruskan pendidikan ku atau melanjutkan perjalanan baru ku.?' gumam ken
ken mengeluarkan ponselnya saat setelah di lur gedung aula.
Paul yang di ujung jalan melihat ken, ia pun terkejut dan badanya gemetar karena marah semua itu karena ulah mereka berdua rita dan ken.
"apa.... apa dia masih.. masih hidup? bagaimana bisa apa yang sebenarnya terjadi?" ucap paul lirih
rita yang sedang asik makan roti sambil melihat Hp ia tak mendengar ucapan paul.
paul pun bingung dengan deretan semua peristiwa yang menimpanya.
ken yang telah mengeluarkan ponselnya pun melakukan panggilan.
panggilan pun terhubung.
"Halo Bos.. ada apa,,? apa membutuhkan sesuatu?" ucap suara wanita di ujung telpon
"halo juga, tidak ada hanya saja aku ingin bertanya bagaimana tentang sekolah kedua adik jack" ucap ken
"semua terkendali bos, hari ini mereka pun langsung masuk dan mengikuti pelajaran." ucap angel
"bagus lah kalau begitu, oh ya tolong urus tanah di bukit kemarin itu aku ingin segera membelinya dan segera membangun." ucap ken
"baik bos aku akan mencari informasi tentang itu" ucap angel panggilan pun terputus.
ken pun melangkah pergi menuju tempat parkir motornya.
angel yang berada di kantor pun menyuruh beberapa tim eksekutif untuk mencari informasi di lahan lereng bukit tersebut, angel ingat betul Bos nya ingin membeli seluruh bukit itu.
----------------------------------
saat ken sampai parkiran ia mengingat kedua orang tuanya,
'bagaimana ya kabar ayah dan ibu' gumam ken
iya ingin pulang menjenguk kedua orang tuanya.
saat ken menaiki motornya dan menuju barat ke rumah orang tuanya ken ingat sesuatu.
"gawat jika aku membawa motor dengan harga puluhan ribu dolar ini pasti curiga mereka" ucap ken lirih..
ken pun berniat memarkir kan motornya di sebuah penginapan yang jaraknya tak jauh dari rumahnya.
ken pun melaju dengan kecepatan sedang ia ingin segera bertemu walau baru beberapa hari ia memang tak pernah pergi jauh apa lagi meninggalkan rumah...
30 menit kemudian ken sampai di sebuah hotel ia memarkirkan motornya di dalam parkiran hotel. ken keluar dan mencari angkutan umum
-----------------------------------------------
Disebuah Sekolahan Swasta yang populer di kota waja sekolahan tersebut terdiri dari SD,SMP dan SMA. di siang hari anak anak yang masuk pagi pun berhamburan keluar untuk pulang
Ichi dan Uchi mereka sangat senang mereka karena dapat bersekolah kembali dan sekolahan yang baru itu jauh lebih baik dan kualitas mengajarnya yang bagus.
Jack menjemput kedua adiknya, karena ia di beri pesan oleh Nona Luis bahwa kedua adiknya akan pulang di siang hari.
"adik Uchiiii ... " teriak Ichi memanggil sang adik
Uchi pun mencari sumber suara sang kakaknya, saat telah menemukan posisi kakaknya.
"kakak....." teriak Uchi seraya berlari ke sang kakak
"bagaimana dik... sekolahnya..?" tanya Ichi pada adiknya
"menyenangkan kak... anak anaknya ramah kak kalau kakak sendiri bagaiman?" tanya Uchi
"sama seperti mu dek.. yuk kita ke depan kata Nona Luis kakak Jack yang akan menjemput kita" ucap ichi sambil senyum wajahnya begitu gembira
jack pun dengan tenang menunggu ke dua adiknya di depan gerbang sekolah.
tak lama menunggu jack melihat kedua adiknya.
Jack pun melambaikan tangannya ke arah adik adiknya
kedua gadis kecil itu pun memeluk kakaknya sambil menangis...
"kakak kita sekolah kak.."ucap Ichi
"iya dik semua berkat Bos Ken... dia begitu baik pada kita.. yuk kita segera pulang" ucap jack kepada kedua adiknya
"yuk kak.."
mereka bertiga pun menuju mobil milik Nona Luis.
beberapa menit perjalanan mereka pun tiba di kantor kedua adik jack pun buru buru masuk kamar ingin mandi dan mengganti pakaian.
sedangkan jack memarkirkan mobil lalu ke pos keamanan menemani Tejo
-----------------------------------------------
Di sebuah Kampung pinggiran kota waja..
terparkir beberapa mobil jeep dan tersebarnya beberapa orang berbadan besar ke tiap rumah penduduk. sedangkan ketua kelompok menuju balai desa
di sebuah rumah...
"woi keluar kalian... ada kah yang tau kemana perginya Jack dan pria yang membawa dua mobil jeep 2 hari lalu?" ucap sang preman pada warga
"ampun tuan kami tak tahu apa apa.." ucap warga
"ah.... Jangan bohong cepat jawab" bentak preman itu
jawaban para waga pun sama
bugh....
"aduh sakit tuan ampun kami tidak tau kemana jack.." ucap warga
"woi bakar rumah ini.." ucap preman
rumah itu pun di bakar
beberapa preman yang keliling ke rumah warga pun mendapat jawaban yang sama dan preman preman itu pun melakukan hal yang sama memukul pria wanita anak yang mereka jumpai dan membakar rumah mereka.
para perangkat desa mendengar keributan di luar pun bergegas keluar.
ketua preman yang sedang berdiri di tengah jalan mengamati situasi pun tersenyum.
ada sebagian warga yang lain membantu memadamkan rumah rumah tetangga maupun rumah mereka sendiri agar api tidak melahap seluruh rumah..
"woi cepat ambil air..." ucap beberapa pemuda
lokasi itu pun hiruk dan berisik berbagai jeritan dan tangisan bercampur dengan mengepulnya asap hitam ke langit.
"ayah sakit tolong paman ini memukul ku.."ucap seorang bocah laki laki sambil memegang perutnya bajunya kotor penuh pasir dan debu
ketua preman yang melihat kepala desa turun ke jalan pun ia menghampirinya.
"siapa siapa kalian mengapa membuat onar di kampung ini,,, kampung ini tidak pernah memiliki musuh " ucap kepala desa
para pegawai lainya pun ada yang menghubungi polisi ...
"hei pak kepala desa jawab pertanyaanku dengan jujur dan benar 2 hari lalu ada 2 mobil jeep namun hanya tinggal satu kemana mobil yang satu nya lagi? dan kemana jack? jika kau tak memberi jawaban yang benar aku bakar semua dan ku bunuh semua pendudukmu" ucap ketua preman itu
kepala desa itu pun bingung ia harus menjawab apa pemuda dan wanita itu sangat baik dan membantu memajukan kampungnya sedangkan jack merupakan pemuda yang baik dan suka membantu warga.
namun sekarang kondisi berbeda ia harus menyelamatkan penduduk nya.
beberapa pemuda desa yang telah kembali dari kerja di sungai dan di kebun pun berkumpul.
"hei jangan berani berani kau mencari bang jack jika ingin menemui bang jack lawan kami dulu.." ucap salah satu pemuda kampung beserta pemuda lain di belakangnya
ketua preman memiringkan kepalanya menatap pemuda itu lalu tersenyum
"hahahaha... hahahaha... punya nyali sekali kalian, dan untuk apa sia sia melindungi bng jack kalian.. kalian akan mati di tangan kami" ucap ketua preman itu