White Mask

White Mask
BAB 64



"Jack Kopi ku habis... Jack " ucap Tejo sambil senyum lebar


jack melirik ke gelas yang bang tejo sodorkan


"Hahaha... Tenang bang aku akan buatkan satu termos.. Hehehe" canda jack


"Yah terserah kau lah.. Hahahaha..." ucap Tejo


Jack yang ke dapur samping Pos pun mengirim pesan ke rekannya yang ada di lokasi proyek memberi tahu mereka agar tinggal di tempat proyek.


(Ok komandan) balas pesan rekan jack


Di Dalam Gedung


Angel yang merasa badanya letih ia pun pergi ke kamar pribadinya di dalam ruang kerja sama seperti milik ken yang membedakan luas ruangan dan furniture.


Angel melepas semua pakaian nya ia pergi ke kamar mandi mengisi air di bathtub nya.


"Huh.. Hari yang melelahkan aku ingin tidur setelah ini.." ucap angel sambil bercermin di kamar mandi saat menyalakan air bathtub nya.


Cermin yang lumayan besar dapat menampilkan setengah badan jika berdiri di dekatnya.


Angel menata rambunya lalu ia melihat kalung permata yang di hadiahkan oleh ken kepadanya, angel pun menyentuh kalung itu, lalu wajahnya seketika bersemu merah.


"Dia lah yang ku miliki satu satunya di dunia ini dan memperlakukanku dengan semestinya, hmm.. mengapa pria sepertinya harus mengalami sakit hati yang begitu dalam ia telah berkorban banyak untuk seseorang yang tak pernah menganggapnya." ucap angel lirih sambil membayangkan wajah Ken


Ken sudah selesai mandi ia keluar dan mengenakan pakaian santai, lalu ia pergi ke ruang kerjanya ia memandang dari halaman luar dari kaca lebar di tempatnya kerja.


"Para karyawan belum pulang mereka mungkin lagi di Mess.." ucap ken saat melihat di halaman parkir masih ada beberapa mobil dan motor terparkir


Setelah itu ken menatap ke depan ia melihat pemandangan yang tak jauh dari Perusahaannya, lampu lampu jalan dan kendaraan yang lalu lalang di gemerlap malam di pusat kota.


Ken membalik badan ia pergi ke lemari senjatanya ia mengambil katana dan pistolnya lalu membawanya ke sofa.


Ken menaruh senjatanya di meja ia memandangi dan memegang senjatanya satu satu.


"memiliki barang istimewa ini dulu masih mikir mikir di tangkap aparat keamanan dan harga pun juga lumayan, namun baru beberapa bulan kedua senjata ini sudah melalui banyak kejadian." ucap ken


Ken menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas


"Terima kasih Tuhan, Terima kasih Sistem" ucap Ken


[Ding!!]


[Sama Sama Tuan]


Ken hanya tersenyum, ia pun berdiri dan menuju meja kerja ia menyalakan ponselnya.


Ken mencari dan membaca artikel artikel di internet.


'Hemm sepertinya aku juga harus ganti HP' gumam ken seraya menggelengkan kepalanya


Lalu ia juga berpikir bagaimana dengan perangkat elektronik di perusahaanya, ken belum mengontrol seluruhnya.


"mungkin aku akan berkeliling untuk mengecek seluruhnya dan meng upgrade semua perangkat di Perusahaan" ucap ken


Saat ken melihat lihat berita ia tertarik dengan sebuah berita yang sedang menggemparkan luar negeri karena salah satu 5 perusahaan terbesar di dunia mengalami pembobolan data oleh seorang hacker, hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi perusahaan itu karena para investor akan berpikir 2 kali jika ingin berinvestasi ke perusahaan yang tak dapat menjamin keamanan data, yang berdampak pada kepercayaan publik.


Ken melihat itu ia sangat berpikir keras.


" ini juga aku sangat membutuhkan seorang ahli IT," ucap ken saat ia sedang berpikir tak menentu ia pun menanyakan ke sistem


"Sistem apakah ada kemampuan ahli IT?" ucap Ken


[Ding!!]


[Tentu ada Tuan, keahlian ini bukan hanya untuk membobol jaringan namun dapat mencakup segalanya, seperti membuat aplikasi, bermain di saham anda akan dapat mengerti pergerakan dan memanipulasi nya sendiri, dan ilmu software lainya]


"bagaimana caraku mendapatkannya?." tanya ken


[Sistem tuan Belum Terupdate itu ada di Toko sistem jika tuan menginginkannya sistem dapat memberikan kemudahan namun harus mengorbankan Poin sistem]


Ken yang mendengar itu ia berpikir keras.


Ken ingin secepatnya mengupgrade namun ia juga butuh kemampuan itu agar identitasnya juga tidak di ketahui saat melakukan aksi.


"ah itu nanti dulu aja sistem aku masih mempertimbangkan nya dulu" ucap ken


[Baik Tuan]


[Sistem sedikit senang tuan dapat menahan hawa nafsu dan tak banyak memilih dan melakukan segala sesuatu dengan instan]


Ken pun beralih ke monitor komputernya.


"Selama aku di sini aku g pernah membukanya akan aku buka dan melihat lihat" ucap ken


 


Di Waja utara di sebuah bangunan besar dan luas.


Di sebuah Sekte Tapak Matahari, di sebuah Aula berkumpul para senior dan master Sekte begitu juga di tengah duduk Ketua Sekte Tapak Matahari.


Wanita Paruh baya yang tengah duduk di dampingi putrinya, walau mereka seorang wanita namun kekuatan tenaga dalam dan kemampuan bela diri mereka patut di perhitungkan kembali jika berurusan dengan mereka.


Youvie menatap seluruh murid sekte yang akan ikut serta dalam perlombaan yang di adakan setiap 2 tahun sekali dan setelah itu ia menatap para master dan senior.


"bagaimana persiapan para peserta?" tanya Youvie


"Siap Nyonya Besar para serta sudah siap dan mereka juga semakin semangat jika mereka berhasil akan mendapat bonus dari Nyonya besar." ucap salah satu Master


Youvie tersenyum


Ia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh peserta.


"jika kalian sudah tau dan mengerti persiapkan diri kalian,, semua ilmu yang telah kalian pelajari terapkan jangan membuat malu sekte kalian.. Buat mereka jangan menganggap remeh kalian, buat lawan takluk dan segan dengan kalian para murid sekte tapak matahari" ucap Youvie dengan lantang


"Siap Nyonya Besar" jawab serentak peserta dan di ikuti senior dan master


"Bubar dan beristirahatlah" lanjut Youvie


Para murid pun membungkuk lalu pergi.


Ya besok adalah hari dimana akan adanya pertandingan antar sekte yang bergengsi karena di hadiri oleh sekte sekte dari luar kota bahkan luar pulau untuk menunjukan sekte siapa yang baik bahkan para petinggi juga ada sebagian yang datang.


Untuk di kota waja memang di kuasai oleh sekte tapak matahari.


"Ma... Aku sudah menyewa tempat buat para murid istirahat kan g mungkin selama 3 hari kita harus pulang pergi." ucap melisa pada mamanya


Youvie menatap putri semata wayangnya yang cantik itu sambil tersenyum


"Yah jika itu mau mu sayang.. Mama sebenarnya tidak mempermasalahkan jika harus pulang pergi ya namun ada benarnya juga untuk mengantisipasi kecurangan di luar" ucap mama melisa


"lalu dimana kamu menyewa tempat itu?" lanjut Youvie bertanya


"Di Golden Hill Komersial ma... Di sana keamanan juga bagus terus juga para murid dapat mencuci mata dengan Mall yang di sana agar mereka memiliki sedikit hiburan." ucap melisa


Ibu melisa hanya tersenyum.


'yang ingin cuci mata yang ada ya putriku siapa lagi mana berani para murid berkeliaran hanya sekedar cuci mata' gumam youvie


Melisa dan mamanya pun meninggalkan aula dan pergi istrahat