
Di daerah Waja Timur di sebuah mansion besar dan memiliki halaman yang luas .
si sebuah ruang kerja yang terdapat meja persegi panjang dan terdapat 6 orang pria dewasa bertampang sangat dan gagah duduk di kursi pinggir kanan kiri meja dan di tengah terdapat pria paruh baya namun memiliki badan yang besar dan otot yang telah terlatih lama.
"Lapor Bos Besar Guru Besar Sekte Wolf Gold sedang berada di ruang tamu beliau ingin bertemu dengan anda" ucap salah satu eksklusif kelurga hans
Pria paruh baya yang duduk di kursi tengah sedang menyangga kepalanya seolah sedang memikirkan sesuatu ia hanya melirik pengawal yang melapor padanya.
"sudah ku duga.. entah apa yang terjadi belakangan ini begitu banyak kerugian yang keluargaku alami dari segi inventaris dan pasukan. sudah ku suga pria tua itu akan kesini dan meminta kompensasi atas matinya para murid murid sektenya." ucap simons hans seorang kepala keluarga hans
"ya sampaikan padanya aku akan menemuinya" ucap simon
pengawal eksekutif itu pun pamit undur diri, ia ingin menyampaikan pesan bos nya ke ketua sekte
"Bos sepertinya pemuda itu bukan sembarangan menurut laporan terakhir anak buahku ia berkata bahwa pemuda itu menemui nona luis menuju ke keluarga weeks, setelah itu ank buahku yak memberi perkembangan dan menurut mata mata yang ku kirim tak ada jejak hanya pembenahan ulang gerbang kelurga weeks dan keluarga itu masih utuh tidak mengalami luka atau apa."ucap salah satu eksekutif.
simon merenungi penjelasan pengawalnya.
"siapa pemuda itu dan mengapa Nona Luis hanya sendiri san tak membawa pengawalnya dan mengapa pasukan ku semua lenyap tanpa sisa?" ucap simon heran
simon pun meminta pengawalnya untuk membawakan koper berisi uang sebagai kompensasi nya.
ia juga tak mau niatnya ber aliansi dengan sekte Wolf gold menjadi buruk.
pengawal yang di suruh mengambil koper pun tiba dan berdiri si sisi simon.
"ayo ikut aku ke bawah menemui ketua sekte wolf gold.." ucap simon
pengawal itu mengangguk.
Simon pun berdiri dan melangkah pergi ke bawah.
Sesampai di bawah simon berjabat tangan dengan ketua sekte Wolf Gold dan dua pengawal pribadinya.
simons pun mempersilahkan duduk.
simon dapat membaca mimik wajah ketua sekte yang begitu marah dan bingung.
"begini Tuan Hans.. apa yang terjadi? dan mengapa bisa dengan sejumlah itu hilang entah kemana? ini sama saja mengurangi daya tempur sekte Wolf Gold" ucap ketua sekte wolf gold
"lalu bagaimana dengan para kelurga yang mereka tinggal paling tidak sekte harus memberi uang duka cita" lanjut ketua sekte itu
"ya maafkan aku tidak mengerti mengapa bisa seperti ini dan ini begitu menyakitkan aku juga kehilangan salah satu eksekutif ku dan beberapa anak buah serta 6 mobil jeep." ucap simon
"namun tenang kami akan memberikan kompensasi atas musibah ini jangan sampai hal ini merusak ikatan kita dan melupakan tujuan kita" ucap simon mengingatkan ketua sekte itu
pengawal simon pun menyerahkan koper kepada sekte tersebut.
ketua sekte pun menerima dan mengeceknya sebentar lalu menutupnya kembali.
setelah itu simon dan ketua sekte itu mengobrol sebentar lalu sekte wolf gold pun pamit pulang karena segera mendistribusikan uang itu untuk para keluarga yang di tinggal mati dan sisanya di pergunakan untuk mensejahterakan penghuni sekte.
Di sebuah Gedung tinggi merupakan kantor utama Golden Hill Grup.
Tejo dan ketua unit pengawal yang pernah membantu di kediaman weeks menoleh ke jack yang melangkah menghampiri mereka.
"jack apa yang terjadi kemarin....? dan apa kah benar mereka semua para pelaku memiliki tato yang sama yak no gambar kepala serigala.
"lalu mengapa terjadi seperti pembantaian apakah ada bala bantuan" tanya tejo
"tidak itu semua murni Bos kita ia menggunakan kedua katanya dengan lihai dan begitu mahir seperti seorang Grand Master, asal kalian tau ini kedua kalinya aku melihat bos begitu kejam jika sudah memegang pedang namun dengan tangan kosong Bos juga sangat hebat karena aku pernah bertarung by one dengan nya sebelum bergabung ke sini" jelas Jack
kedua teman jack yang mendengarkan bulu kuduk mereka pun berdiri apalagi ketua unit yang menangani pembersihan mayat di kediaman keluarga weeks.
"aku bangga telah mengikuti Bos Muda ku ini... aku ingin menjadi lebih kuat lagi"ucap jack dengan penuh tekad
kedua rekan jack pun mengangguk mereka pun juga.
tejo pun menyuruh kepala ketua unit untuk sering sering memberi pelatihan fisik dan beladiri pada bawahan,
"siap komandan Tejo saya juga akan memberi tahu kepada 9 kepala unit yang lain" ucap kepala unit itu pada tejo
tak lama tiba tiba telpon pos berdering.
"Ya Halo..." ucap tejo seraya mengangkat panggilan itu
"Tejo ada siapa di sana yang lagi tidak sibuk? saya dan beberapa pegawai akan ke bukit tinggi milik bos untuk mengecek lokasi dan menunggu seorang desainer rumah" ucap angel
"Oh Nona Luis di sini ada Jack dan ketua kepala unit. mungkin ketua unit bisa mengantar anda dan membawa beberapa pengawal." ucap tejo
"Ok suruh dia bersiap siap" ucap angel
"Siap Nona Luis" ucap jack
angel pun mengakhiri panggilan
ia keluar ruangan dengan 2 orang karyawan yang tempat tinggal mereka dekat dengan lokasi itu.
mereka pun turun dan menuju mobil yang telah di siapkan.
terdapat 3 mobil sedan hitam yang sudah di persiapkan.
ke tiga mobil itu pun melaju ke arah bukit tinggi yang terletak di waja utara.
setelah melakukan perjalanan beberapa menit mobil pun hampir tiba.
"naik ke bukit itu kita akan berhenti di puncaknya."ucap angel
sang sopir pun mengangguk
ketua unit pun bingung
"Nona Luis untuk apa kita kemari?" tanya kepala unit
"Bukit itu milik Bos, Bos akan membangunnya dan jalan kembar ini akan di tutup dan menjadi jalan utama ke bukit itu" ucap angel
"apakah bos akan membangun Villa atau apartemen?" tanya sang ketua unit itu lagi
"Bos akan membangun istananya di sana dan lahan kanan kiri akan di beli bos katanya akan di buat tempat bangunan hunian untuk para pengawal dan karyawan serta bos juga ingin membuat lapangan latihan khusu untuk para pengawal, entah apa tujuan bos kita atau ia ingin menguasai Negara ini dengan kekuatan nya?" ucap angel
"Nona luis entah saya harus menjelaskan bagaimana saya mendengarkannya saja sudah merinding, kagum bangga takut menjadi satu Nona Luis" ucap sang ketua
"iya benar nona luis" sahut kedua karyawan yang berada di kanan kiri angel
sang sopir hanya menganggukkan kepala pertanda sama apa yang ia rasakan