
Setelah selesai memilih baju buat Ichi dan Uchi. ken dan angel pun menuju ke bagian pakaian remaja dan dewasa.
"kau memilih lah baju juga jadi kan satu dalam pembayaran." ucap ken pada angel
"ndak bos, tidak usah..!!" ucap angel malu
"tak usah sungkan sungkan dari pada nanti aku yang memilihkan sendiri." paksa ken
para pengunjung kaum wanita yang mendengar perdebatan ken dan angel pun angkat suara.
"Tuan biar saya saja jika wanita anda tak mau " ucap salah satu wanita menggoda ken
"hus kamu ini jangan begitu malu ah" ucap teman wanita tersebut
"haduh siapa sih yang tak mau di belikan pakaian tanpa melihat harga, jangan munafik biar aku saja yang menerima tawaran itu tak apa aku juga jadi yang kedua.." ucap wanita tadi
" xixi... xixi.... " ketawa kedua wanita itu sambil menutup mulut mereka dengan tangan mereka
"apa yang kalian berdua katakan, siapa yang tak mau,, sudah sudah sana pergi jangan bikin rusuh" ucap angel jengkel.
"kenapa kamu yang sewot laki mu hanya tertawa,," ucap wanita itu
"dah yuk biarkan mereka yuk kita pergi" ajak ken pada angel
ken pun memilih pakaian untuk jack 5 stel dan sepatu serta jaket.
angel yang sedang keliling dan melihat lihat pakaian.
"huh pakaian apa yang harus aku pilih?" ucap angel bingung
ken menengadah kepalanya untuk mencari keberadaan angel.
saat menemukan posisi angel pun ken menghampiri angel.
"dor...." ucap ken mengejutkan angel
angel yang terkejut pun sedikit melompat ke samping dan hampir kehilangan keseimbangannya.
"ah bos bikin kaget saja.." ucap jengkel angel
"hahaha.... hahaha.... kau ternyata bisa memasang wajah ekspresi jengkel juga ya hahahaha.. ki kira hanya ekspresi dingin nan ketus hahaha... hahaha..." ucap ken mengejek angel
angel yang mendengar itu pun makin melongo..
bagaimana pun ia hanya seorang gadis biasa hanya saja takdir membawa dan merubahnya menjadi wanita tangguh.
"ah bos jangan mengejek ku seperti itu" ucap angel sambil menghentak kaki nya
"hahahaha..." tawa ken sambil memegang perutnya
ken pun menaruh troli nya dan memperagakan ekspresi dan gaya angel saat menembak musuh yang begitu keren lalu merubah ekspresi angel saat jengkel seperti sekarang.
angel yang melihat itu pun ia tertawa.
"hahahaha... hahahaha... " tawa angel hingga air matanya mengalir
mereka berdua pun tertawa bersama dan perilaku mereka di perhatikan beberapa pengunjung pun ada yang ikut tertawa.
"mereka pasangan serasi ya" ucap salah satu pengunjung
"iya liat itu troli mereka mereka berbelanja begitu banyak pakaian... mengapa mereka menghabiskan begitu banyak uang untuk sebuah pakaian." kritik pengunjung lainnya
ken pun dan angel sadar banyak sepasang mata melihat mereka.
ken pun tersenyum kepada mereka semua sambil menggaruk kepalanya.
"maaf kan kami jika kami membuat keributan dan mengganggu kenyamanan kalian." ucap ken
ken pun lalu menoleh ke angel.
"angel apakah kamu sudah memilih beberapa pakaian untukmu?" tanya ken
"belum nih.." ucap angel
"bagaimana jika aku memanggil pelayan untuk merekomendasikan pakaian untukmu dan mengeluarkan pakaian dengan bahn yang bagus..?" tawar ken
angel belum menjawab ken sudah memanggil pelayan.
"Nona bisa minta tolong kemari..." panggil ken kepada pelayan yang berdiri dan memantau para pelanggan.
"ada yang bisa saya bantu nyonya dan tuan?" ucap petugas itu
angel kembali terkejut dengan ucapan bos nya.
'teman'???
"oh bisa tuan mari ikuti saya.." ajak petugas itu terhadap ken dan angel
ken dan angel pun mengikuti petugas itu ke etalase dekat kasir.
petugas itu pun mengeluarkan berbagai set model baju unggulan toko mereka dengan berbagai brand dan kualitas kain yang bagus.
terdapat lima set pakaian jas, gaun dan ada juga yang di balut hiasan leher dengan bulu bulu lebat.
ken ingin angel mencobanya satu per satu.
masih di Golden Hill Commercial di sebuah Salon dan spa.
rita yang telah melakukan perawatan diri ia pun puas dengan hasilnya ia melihat lihat dirinya di cermin salon memandangi tubuhnya itu.
'ternyata aku cantik juga hahahaha' gumam rita
setelah melakukan pembayaran rita pun keluar salon ia
melihat sisa uangnya masih 2000 dolar.
'huh tinggal 2000 dolar, paul sudah selesai belum ya urusannya? aku ingin meminta uang kepadanya kembali.' gumam rita
rita pun ingin membeli beberapa jaket untuk ia pakai saat jalan jalan di pusat kota.
rita yang penampilannya sudah berubah memakai baju super ketat dan sexy yang baru ia beli kemarin.
rita pun naik ke lantai atas menuju pusat perbelanjaan pakaian.
saat sudah sampai rita pun melihat lihat pakaian di sana.
------------
angel yang sedang mencoba beberapa pakaiannya pun juga tertarik dengan baju itu namun harganya juga membuat angel berpikir lagi.
'aku bisa membelinya namun buat apa coba baju ku sehari hari dah cukup mengapa harus menambah lagi.' gumam angel
ken melihat 2 baju yang telah di coba angel ken pun merasa puas..
'waw dia memang terlihat elegan dan kontras dengan badan, kulit dan rambutnya apa lagi gayanya' pikir ken
"nona saya akan membeli 5 set ini dan yang ada di troli ini juga." ucap ken kepada pelayan sambil menunggu angel mencoba baju yang kurang 3 set.
petugas pun mengangguk lalu ia mengecek yang di troli dulu sambil menunggu wanita itu selesai mencoba semua.
saat angel keluar.
" kau memang terlihat selalu cantik. bagaimana apakah kamu suka bajunya" ucap ken kepada angel
angel pun tersipu malu dan menunduk.
"ah bos jangan begitu saya malu!" ucap angel
petugas yang mendengar itu pun menutup mulutnya ingin tertawa.
siapa juga yang tak tersipu malu dan senang saat di puji seperti itu di tempat umum.
"iya bos baju baju ini bagus.." ucap angel
"ini tinggal 2 lagi coba saja jika tak cocok warna atau apa bisa tukar.." ucap ken
di seberang sana seorang wanita yang sedang memilih jaket blazer mendengar suara yang familiar pun ia mendongak dan melihat sekeliling untuk mencari sumber suara.
'apakah itu suara ken? mana mungkin ia berada di tempat seperti ini yang ada dia pasti di pasar malam beli baju' pikir rita
saat mata ken melihat satu set jas dengan model kekinian ken pun suka.
"nona ambilkan satu set jas itu" ucap ken
petugas pun mengambil beberapa set untuk pilihan ken.
"ini tuan beberapa set jas dan blazer" ucap sang petugas
rita pun mendengar suara yang familiar itu lagi