
Ken tengah membuka komputernya ia melihat file yang di simpan oleh angel sebagai arsip software angel membuat 2 arsip berupa lembaran dan di tata di map folder dan di file.
Ken memeriksa satu persatu file itu.
Setelah puas memeriksa ia pun melihat sebuah aplikasi ia buka ternyata itu sistem operator pusat CCTV ken mengamati ia ingin memeriksa apa letak sudut posisi tiap CCTV sudah pas ia melihat banyak petak petak pembagian ruang CCTV saat ia memilih halaman terpampang 8 titik ia mengamati tiap titik.
Ken mengangguk puas akhirnya ia memeriksa cctv di lantainya ia melihat 4 layar jalan tiap ruangan ruang lantai ken memang persegi dan di tengah di buat tembus ke 3 lantai di bawahnya karena 3 lantai itu khusus sedangkan 4 lantai ke bawah di batasi dinding.
Ken sengat terkejut melihat layar di lantainya itu jantungnya seketika berdebar kencang.
Pemandangan yang lama telah ia lupakan muncul di matanya darah pun mendesis ke kepala ken.
layar itu menampakan kantor angel. Ia melihat tubuh angel di balut handuk dan duduk di sofa kerja sambil melulur i kakinya, hal itu membuat tenggorokan ken kering. Ia ingin mematikan untuk tidak melihat namun biologisnya bertolak belakang,
"sungguh putih bersih dan tampak..." ken tak melanjutkan kata katanya
Karena ada sesuatu yang bangun hasrat lama yang di pendam ken mulai gelisah saat angel telah selesai dan lalu berdiri melepas handuknya dan menuju lemari sontak ken mematikan CCTV itu.
Ia mengatur nafasnya yang terengah engah.
Ia mulai gelisah sesuatu yang meronta ronta membuatnya tak karuan.
"aku tak pernah sadar jika wanita yang sebagai tangan kanan ku begitu mempesona walau berdarah dingin" ucap ken.
Tiba tiba ponsel ken berdering.
Ken meliriknya.
Ia terkejut
"Melisa.. Ah aku melupakan wanita ini.. Wanita yang pertama menyelamatkan hidupku.." ucap ken
Ken pun lalu mengangkat telponnya
"Halo Ken" Ucap melisa membuka percakapan setelah panggilan nya di terima ken
"Halo Melisa.. Apa kabar?" ucap ken
"Ah kamu melupakan aku sekarang sibuk sekali ya? Apakah aku mengganggumu" tanya melisa
Ken mendengar itu ia merasa tak enak hati sama melisa.
"Ah bukan begitu.. Ah.. em.. Bagaimana ya jelasinnya.."
"yah aku lagi gag sibuk kok mel.." lanjut ken
"oh ya kamu kan sekarang ada di Pusat kota ya kuliah? Aku besok akan ke Kota karena ada sebuah tournament!! Bisa kah kita bertemu? Ya aku g sendiri aku bersama para murid dan ibuku..!!" ucap melisa panjang lebar
"Ya bisa kamu atur saja dimana.. Oh bagaimana kabar ibu sehat?" tanya ken
"Ya sehat ken, ibu juga ingin bertemu sama penolongnya, besok kami ke Golden hill comercial karena aku telah menyewa beberapa kamar di sana untuk para murid aku dan ibuku" ucap melisa
Ken terkejut ia memijat pijat dahinya.
'bagaimana ini aku kesana naik apa dan aku harus menutupi wajahku bagaimana? Keamanan dan para penyewa sudah mengenaliku semua' gumam ken
"oh ya ken katanya di sana ada restoran yang terkenal juga yang menyewa di tempat itu aku ingin mencobanya ya.. Mumpung bisa keluar" lanjut melisa
"ok.. Besok jika sudah tiba kabari saja karena lokasi itu juga dekat dengan kos kosanku" ucap ken
"ok kalau begitu sampai jumpa" ucap melisa
"sampai jumpa juga mel" balas ken
Panggilan pun terputus.
Ken meletakan ponselnya. Ia bingung tadi sore ia sudah bilang angel akan mengajaknya jalan jalan sekarang ada melisa yang mengajaknya.
Ken menyandar pada kursi kerjanya lalu mendorongnya mundur dan sedikit berputar ke arah kaca besar di belakangnya.
Tak berselang lama pintunya terketuk
Tok .. Tok..
Ken melirik ke pintu.
'siapa malam malam gini ketuk ruanganku' gumam ken
Namun setelah itu.
"Bos.."
'angel!!?'gumam ken
"masuk saja.." ucap ken
pintu pun terbuka.
Angel yang memakai baju santai pun masuk dan duduk di sebrang ken di meja kerja ken.
Wajah ken seketika merah, sontak di pikirannya terbayang tubuh angel waktu di CCTV.
Angel yang sudah duduk menatap bosnya heran.
" maaf mengganggu bos.. Saya ingin menyampaikan tadi Nyonya besar Conner menghubungi saya namun sebelumnya pihak penanggung jawab Golden Hill Comercial sudah mengabari saya soal acara Turnamen yang di mana di hadiri juga oleh seluruh sekte di tiap penjuru dan para petinggi dan ada sebagian yang menyewa apartemen kita untuk istirahat dan berkumpul. Dan soal Nyonya besar conner ia juga bersama putrinya dan para muridnya menyewa apartemen kita." jelas angel panjang lebar
Ken yang sibuk menenangkan dirinya pun kembali dapat mengontrol.
Ken menghela nafas panjang.
'jadi begitu besok acara besar dan angel sudah tau jadi g masalah jika mereka bertemu bersama dan aku ajak sekalian.' gumam ken
"oh jadi begitu.. Bagus itu bisa menambah pemasukan ekstra untuk kita. Kordinasi dengan tejo untuk memperketat lingkungan dan cek setiap tamu, ini untuk kenyamanan dan keamanan para petinggi dan tamu." ucap ken
"ya bos benar ini akan menguntungkan bagi kita namun soal itu apa untuk yang tidak berkepentingan juga di periksa bos?" ucap angel
"ya bagaimana lagi coba kamu pikir mengapa mereka memilih tempat kita? Jika mereka bisa menyewa villa dan menyewa beberapa aparat?" tanya ken
Angel pun termenung dan berpikir.
'hemm benar juga mereka memilih tempat kita karena keamanan terjamin dan para keamanan lebih terlatih dan memiliki badan kuat' gumam angel
"ya saya mengerti bos.." ucap angel
"nah.. Ya pasti bagi pengunjung umum akan sedikit tidak nyaman namun kita akan menghimbau setiap petugas selalu memberitahu agar para pengunjung umum agar dapat memahami kondisi." jelas ken lagi
"hmmm.. Lalu bos nyonya besar conner ingin bertemu saya.. Saya bingung karena bos katanya besok akan mengajak keliling!!" ucap angel
Ken hanya tersenyum.
"Yah barusan juga nona conner menghubungi saya ia juga ingin bertemu dan ibu nya juga ingin bertemu bagaimana jika kita bertemu bersama?" ucap ken
angel terkejut ia menatap bosnya
"lalu soal identitas bos? keluarga conner dan yang lainya kan belum tau identitas bos." ucap angel
"ya aku tadi juga berpikir begitu dan soal mengajakmu juga tadi aku juga berpikir namun setelah mendengar bahwa nyonya conner ingin bertemu ya tak masalah, aku akan menyembunyikannya dahulu dan jika memang harus di buka ya gimana lagi!!" ucap ken
"mengapa nyonya conner ingin menemui mu?" tanya ken
"saya dulu murid beliau walau hanya sebentar dan mangkanya saya dapat memasukan kesini beberapa dari murid sekte itu bos ya karena akan berebut dengan para aparat keamanan. Sekte itu memang terkenal akan murid disiplin dan ber attitude bagus." ucap angel
"Lalu soal nona conner mengapa bos?" tanya angel
"Ya... Seperti yang pernah aku ceritakan ke kamu ya hampir semua kamu mengetahuinya... Dia penyelamat nyawaku dan aku juga berperan penting dalam kesembuhan ibunya, nona conner tau aku kuliah di kota dan ia ingin bertemu dan ibunya pun juga ingin menemui ku juga" ucap ken