White Mask

White Mask
BAB 52



Para Kontraktor pun saling berdiskusi setelah mendengarkan penjelasan Nona Luis dan mereka pun sepakat.


"Baik lah Nona Luis kami akan memulai hari ini, dan akan menyelesaikannya dengan cepat dan hasil yang baik" ucap sang ketua kontruksi


"Ok saya percayakan kepada CV anda Tuan Hermawan... dan saya akan menunggu gambaran sketsa bangunan rumah untuk Bos ku.." ucap angel


"Baik Nona Luis,, kami juga telah menyiapkan rincian nya Rencana anggaran bangunan dan sekaligus jasanya dan itu kami beri free desain dan perabotan khusus untuk Bos Golden Hill,,, kalau boleh tau beliau dimana Nona Luis saya ingin menemuinya dan berkenalan dengannya" ucap Tuan Hermawan selaku ketua kontruksi


"Bos sedang ada urusan nanti ia akan menemui kalian sendiri jika ada waktu luang" ucap angel


" wah memang pemburu uang Bos ini sepertinya... " ucap Tuan hermawan


assisten nya pun melangkah menghampiri Nona Luis untuk menyerahkan Anggaran Dasar pembangunan.


Angel pun menerima berkas tersebut dan mengeceknya.


"Ok saya setujui" ucap angel seraya menandatangani berkas itu


"baik Nona Luis, kami akan segera mengirim sketsa bangunan itu dan mengirimnya ke kantor anda.!" ucap asisten kontruksi itu


mereka pun melakukan transaksi pembangunan jalan dan bangunan Rumah milik ken.


bangunan rumah milik ken harus memiliki kaki kaki yang besar dan kuat, karena ken ingin memiliki ruangan dan parkiran bawah tanah juga dan bangunan atas yang megah namun tanpa genteng ken ingin bagian atas di buat lapang agar sewaktu waktu ken memiliki helikopter tidak bingung tempat landasan lagi dan juga dapat membuatnya bisa leluasa melihat Kota Waja dan sekitar dari atas.


bangunan yang menghabiskan $. 2 Miliar 2 kamar Utama 6 kamar tamu, 1 ruang bar, 1 ruang karaoke, 1 ruang Gym dan kolam renang.


untuk pembangunan jalan beserta pagar pembatas dan lampu menghabiskan $ 200.000.000.


jadi pengeluaran ken hari ini $ 2.200.000.000


Mereka pun melakukan transaksi dan angel membayar lunas, sebetulnya angel ingin menolak pembayaran lunas di muka ia lebih suka untuk men DP terlebih dahulu namun ini pesan bosnya, jadi mau tidak mau angel pun menuruti.


[ Saldo $ 12.614.122.200 ]


[ - $ 2.200.000.000 Rabat 2x Otomatis ]


[ Saldo $ 15.014.122.200 ]


Tuan Hermawan selaku penanggung jawab proyek Golden Hill Grup pun tersenyum ia sangat bersyukur mendapatkan proyek ini karena ia dapat dekat dengan pemilik Golden Hill Grup dan juga pembayaran mereka yang tak di ragukan lagi, membuatnya sangat bersemangat dan tak ingin mengecewakan.


angel dan para rombongan pun meninggalkan lokasi mereka hanya menyisakan beberapa pengawal di sana untuk memantau sementara.


sementara para pekerja pun sudah membuat pos dan sebagian bekerja sebagian mendistribusikan bahan.


------------------------- di sisi lain


Di waja Utara sebuah mobil Sport melaju sedikit kencang mobil sport itu milik Ken


ken yang di dalam mobil pun menerima pemberitahuan dari sistem.


[ Saldo $ 12.614.122.200 ]


[ - $ 2.200.000.000 Rabat 2x Otomatis ]


[ Saldo $ 15.014.122.200 ]


ken pun tersenyum.


'tak lama lagi...' gumam ken


setelah jarak tinggal beberapa puluh meter dari lokasi jack melihat pemandang mengejutkan belum ada sama sekali petugas yang datang mengamankan lokasi


" Bos mengapa begitu sepi... apa kah benar ini lokasinya?" tanya jack penasaran


"Ya memang masih sepi jack, para petugas masih dalam perjalanan mereka di belakang kita berjarak 20 menit perjalanan dengan kita" ucap ken


Jack terkejut ia membelalakkan matanya sambil menatap Bosnya


ken menatap ke gedung Bank itu matanya melihat pergerakan di dalam gedung untuk dapat melakukan tindakan selanjutnya.


ken tak dapat menggunakan kekuatan barunya dalam waktu yang panjang karena akan sangat menguras tenaganya jika terlalu lama ia akan lemas dan pingsan.


ken baru menyadari itu saat keluar dari wilayah kampusnya ia menggunakan kekuatan nya sedikit lama dan akibatnya ia lemas dan hampir tak sadar diri untung dia menonaktifkan kekuatan nya itu sehingga tidak sampai pingsan.


ken menyuruh jack berhenti di pagar tembok sisi kiri.


"Jack berhenti di ujung tikungan itu." ucap ken


jack hanya mematuhi perintah ken memarkirkan mobil di ujung sisi kiri.


ternyata sesuai dengan penglihatan ken ia melihat bahwa salah satu perampok sedang tidak fokus di sisi itu. itu adalah 4 perampok yang menyebar ke setiap pintu anak tangga.


ken pun keluar dari mobil dengan mengenakan topengnya.


"Jack kau tetap berada di sekitar sini jika aku membutuhkan bantuan akan aku hubungi ponselmu" ucap ken


"baik bos,,," jawab jack


ken pun mengendap endap dan masuk ke halaman bank ia selalu mengaktifkan dan menon aktifkan kemampuannya.


jack yang masih di mobil ia sangat bingung dengan bosnya.


"Mengapa Bos bertindak sembrono dan sendiri jika terjadi apa apa bagaimana? namun bos menyuruhku sendiri berjaga di luar? siapa yang jadi Bos dan siapa yang jadi pengawak!!! haduh... sial" ucap jack yang sedang dilema


ken masuk melalui pintu belakang menuju ke anak tangga sisi kanan, ken melirik ke celah ia melihat perampok yang berjaga si lantai dasar.


'dari mana mereka berasal mengapa mereka semua memiliki senjata api?" ucap ken lirih ia merasa penasaran identitas kelompok itu yang terlihat begitu terlatih.


ken berjalan ke tangga ia melihat bayangan orang datang dari pantulan cahaya luar.


ken pun bersembunyi.


karena ia tak memiliki senjata dan sedangkan musuh semua memiliki senjata maka dari itu ia harus mencurinya dari musuh.


ken bersembunyi di balik dinding di titik buta mangsanya.


saat bayangan itu mendekat ken masih tetap menunggu momen yang pas.


saat perampok itu melewati ken, ken pun melompat dan mengunci kepala perampok itu.


krak......


leher pria ita patah dan tewas si tempat.


ken pun melucuti semua senjata pria itu


2 belati dan senapan.


' senapan ini mengingatkan ku pada angel, ia sangat mahir dengan senjata api' gumam ken


ken pun melangkah perlahan ke lantai 2 saat ken menginjakan kaki di lantai dua ia tak sadar bahwa ada kamera cctv mengamatinya.


di luar petugas polisi dan militer pun mengepung lokasi itu.


jack hanya berdiri diam di dekat mobilnya sambil menunggu kabar dari sang bosnya.


di dalam di sebuah aula bank.


"bos polisi sudah datang mereka juga bersama pihak militer" ucap salah satu anak buah perampok itu


"hahaha.... biar kan saja dan biar kan mereka masuk aku ingin membikin malu kekuatan di kota waja ini" ucap pemimpin perampok itu


di bawah para petugas polisi berada pada tiap sudut tempat dan menunggu aba aba dari komandan mereka.