
Setelah sampai di rumah ken menuju kamarnya dan mempersiapkan semua keperluan nya dan membawa baju hanya dua stel dan keperluan pribadi seadanya.
Setelah tas ranselnya sudah terisi keperluan pribadi dan beberapa berkas untuk pendaftaran kuliah Ken menemui kedua orang tuanya.
" ayah.. ibu... Ken ingin berangkat siang ini agar mencari kos kosan tidak kemalaman..." ucap Ken
" apa tidak besok siang saja nak... kamu bru pulang dari Rumah Sakit loh... " ucap ibu ken yang masih tak rela melepas kepergian putranya
" tidak bun,, Ken juga ingin adaptasi dengan lingkungan baru di kota.." ucap ken meyakinkan ibunya
setelah berpamitan ken pun melangkah keluar ia di antar ayahnya ke halte, sesuai keinginan Ken
saat di jalan Benny menelepon Ken.
"Hello saudara kau ada dimana kenapa hari ini tak masuk apa kau sudah berangkat?" tanya benny
" hello juga benny... iya aku sudah berangkat,,,, ini sedang di perjalanan.. jika sudah tiba nanti aku kabari.." ucap Ken
" ok hati hati kawan..." ujar Benny
Panggilan pun terputus
saat beberapa puluh menit sampailah mereka di halte.
"ayah di sini saja ken akan menaiki bis.." ucap ken
sang ayah pun berhenti di halte sesuai permintaan anaknya.
"Nak jaga dirimu baik baik dan selalu berbuat baik lah dan mencari pengalaman.." ucap sang Ayah lalu memeluk anaknya
"iya ayah ayah juga jaga diri ayah baik baik.." ujar ken
mereka pun berpisah ken menunggu bis di halte..
tak butuh menunggu waktu lama bis kota pun muncul..
ken pun naik ia juga browsing kos kosan yang strategis tidak jauh dari tempatnya kuliah dan golden hill grup.
Ken pun turun setelah sampai tujuannya ia melihat sekeliling.
'seperti ini ya di kota banyak bangunan megah dan apartemen huh beda jauh sama di tempatku masih banyak pohon" dan ladang perkebunan' gumam ken
setelah melihat lihat ia menemukan lokasi kos kosan yang lumayan lah buat dirinya, ken pun masuk dan mendaftarkan diri sebagai penghuni baru kos.
setelah mendapat kunci kamar ken pun menuju kamarnya agar bisa ganti pakaian dan menaruh tas nya ia hanya akan membawa dompet dan ponsel.
setelah berganti pakaian celana levis dan kaus putih polos dan jaketnya ken melangkah keluar.
'apa yang harus aku lakukan sekarang? jika membeli kendaraan motor uangku tak bisa di rabat otomatis... motor sport paling bagus mungkin harganya 60-70 ribu dolar sedangkan sistem memberi rabat kalau aku berhasil menghabiskan 150 ribu dollar... haduh ribet amat' gumam ken
ken melihat jam pada ponselnya karena ia memberi janji pada manajernya itu.
"ah masih cukup waktu" ucap ken
ken pun pergi ke dealer motor ia ingin membeli motor agar ia tidak bingung.
Ken menatap plakat toko ia pun masuk.
setelah masuk ada beberapa SPG mendatanginya
"kakak mau cari motor apa?" ucap SPG cantik itu karena ia melihat Ken masih muda
"apa yang paling utama dari tempatmu ini?" tanya ken
"oh begini kak di toko kami ada 2 primadona yakni ZX dan H2, kakak bisa memilih salah satu." ucap SPG cantik itu kepada Ken
"apa apakah benar kak? lalu dengan metode pembayaran kak? maaf kak untuk versi primadona kami tidak menerima kredit kak.." ucap SPG dengan santun
ken pun sedikit terkejut sungguh luar biasa attitude SPG ini.
"tidak... tidak saya membayar chas untuk motor ini karena ini motor pertama saya juga.." ucap ken dengan senyum
memang ini motor pertama yang ia beli sedangkan motor laki tua yang selalu di pakai ken itu milik ayahnya.
ken pun duduk di sofa tamu sambil menuggu arsip.
ia membuka ponselnya ia pun melihat lihat story teman dan sahabatnya dan melihat grup chat sekolah banyak diantara mereka juga satu kuliahan dengan ken. namun ada juga yang tidak.
ken tak banyak meng ekspos dirinya dia memang sudah terbiasa hanya menjadi penonton dalam acara itu karena apa yang ingin ia tonjolkan.
tak lama SPG tadi turun dari lantai dua dengan membawa berkas dan tak lama motor ken di bawa dari dalam ruangan menuju ke depan ken.
ken pun terpana dengan motor sport ini yang memiliki tampilan desain yang elegant dan full fairing.
namun setelah itu seorang manajer muda datang menghampiri ken.
"selamat siang tuan Ken saya manajer toko ini nama saya Alice weeks, untuk plat nomor nanti saya kirim ke lokasi anda. namun tenang saja anda di jalan akan aman walau tanpa plat nomor kami telah memberikan surat ke pihak berwajib dan kami mengurus semua" ucap sang manajer
lalu sang manajer memberikan kartu nama ke ken, ken pun lalu menyimpan nomer itu di ponselnya.
" saya akan menunggu dan memberikan lokasi saya besok.. jadi saya pamit pergi dulu nona Weeks" ucap Ken lalu menaiki motornya dan pergi.
suara deru mesin motor yang merdu menarik perhatian orang apalagi wanita remaja.
ken mengendarai dengan santai dan tidak terburu buru ia menuju ke Lokasi yang di berikan Asistennya Angel Luis.
beberapa menit kemudian ken melihat sebuah plakat besar di depan halaman bangunan yang megah "Golden Hill Grup" tulisan itu berada di depan pagar halaman dan begitu besar dan warna yang mencolok.
ken menghentikan motornya ia begitu terpana,
'apakah semudah ini hidup menjadi pemilik perusahan besar?' gumam ken
golden hill grup bukan merupakan 5 besar atau pun sepuluh besar namun golden hill berada di 12 besar selama beberapa dekade karena keuangan stabil dan perusahaan komersial ini hanya memiliki gedung pencakar langit hanya 1 lokasi dan itu di pusat kota dan memiliki jalan utama sendiri itu yang membuat pemasukan perusahan stabil.
saat hendak memasuki ken berhenti di depan gerbang dan ia pun turun dari motornya.
pos keamanan memiliki 2 pengawal dengan pakaian rapi dan seperti petugas keamanan elite dengan atribut lengkap.
"maaf kami baru melihat anda di sini dan ada keperluan apa disini?" ucap salah satu pengawal keluar gerbang menghampiri ken
pengawal yang keluar menatap ken dari atas hingga ke bawah.
"disini bukan tempat konvoi anak muda,,, " ucap salah satu pengawal satunya
ken hanya senyum dengan tenang.
"saya di sini untuk bertemu seseorang.." ucap ken
"apakah kekasihmu kerja disini? siapa namnya?" ucap pengawal yang di dekat ken
"saya memiliki nomernya namun lebih baik kalian sendiri yang menghubunginya agar mengerti. saya minta tolong hubungi Angel Luis bilang Ken Cambler sudah di depan pagar" ucap ken pada pengawal itu
para pengawal itu mendengar nama yang di sebutkan ken pun mereka memicingkan mata mereka.
'siapa pemuda ini bagaimana dia mengetahui nama manajer utama Golden Hill Grup orang lain mungkin akan memanggil nona Luis, apakah pemuda ini kerabat nona Luis? ' gumam petugas yang berada di sebelah ken
"Tejo cepat hubungi orang dalam dan sampaikan sesuai apa yang dikatakannya" ucap pengawal si depan ken memerintah temanya yang berada di balik pagar