White Mask

White Mask
BAB 31



Angel pun menemukan 3 stel jas yang cocok yang 2 stel merupakan jas model kerja namun terlihat gaul dan yang 1 stel merupakan jas model blazer yang tak kalah keren nya.


lalu menyendirikan pakaian yang ia pilih untuk ken coba.


ken pun mengambil pakaian yang di pilihkan oleh angel.


ia mengambil semuanya dan ia bawa ke ruang ganti.


5 menit ken keluar dengan celana kerja hitam dan jas hitam namun tanpa baju apa kaos dalaman.


angel dan petugas toko pun melongo.


ken terlihat tampan dan menambah karismanya walau pakaian itu kurang lengkap..


ken keluar dengan garuk garuk kepala.


"sepertinya ada yang kurang angel.. bagian dalamnya hahahaha... aku bisa masuk angin kalau gini.." ucap ken


angel pun menepuk jidatnya lalu ia meminta petugas untuk mencarikan kemeja atau semacamnya.


petugas pun mencarikan baju yang di minta angel.


setelah menemukan beberapa style, angel pun menyerahkan ke ken.


ken menerimanya lalu ia masuk kembali ke ruang ganti.


"sungguh tampan dan ternyata memiliki badan indah..." ucap petugas itu


"hus jaga bicaramu " ucap angel pada wanita petugas toko itu


entah mengapa angel merasa cemburu jika bosnya di sukai wanita lain.


beberapa menit kemudian ken keluar kembali mata kedua gadis itu pun menatap ken dengan tajam.


dari kejauhan rita pun menatap ken.


"kau memang tampan ken apalagi dengan dihiasi tubuhmu menggunakan jas kau tampak lebih berwibawa.. aduh apa sih yang ku pikir kan " ucap rita kesal


rita pun pergi ke tempat makan perut nya terasa lapar, ia pun pergi ke cafe di teras gedung ia ingin menghirup udara segar sore malam hari.


"bagaimana angel cocok tidak.. ?? " tanya ken


angel yang sadar dari lamunannya pun sedikit menunduk.


"bagus bos ternyata warna warna dan model itu cocok semua.." ucap angel


"ok... nona tolong total semua ya.." ucap ken pada petugas


manajer melihat hal itu ia ingin melangkah kesana dan menolak nya ia tak berani menarik sepeser pun.


namun gelagatnya sudah si ketahui angel, angel pun memberi kode agar mengikuti apa yang terjadi.


setelah melakukan penghitungan semua pakaian.


"total semua 7.800 dollar tuan" ucap sang petugas


ken pun mengangguk lalu ia memberikan kartu nya pada petugas.


pembayaran pun selesai.


"wah banyak juga ya bawa.annya apa titip sini tidak masalah? karena kita akan keliling kembali?" tanya ken


angel mengangguk


"tenang Bos serahkan padaku" ucap angel


angel pun melirik ke manajer, manajer itu pun menghampiri angel.


"tolong panggil keamanan dan suruh mereka membawa ini ke bawah di lemari penyimpanan." ucap angel


manajer pun mengangguk.


"baik Nona Angel, oh em nona apakah pria yang nona sebut bos merupakan Bos Besar?" tanya manajer


"Sst ya benar dia Bos Besar.. namun tak ingin identitasnya di ketahui. aku harap kau dapat mengunci mulutmu" ucap angel lalu melangkah pergi menyusul ken


manajer hanya mengangguk.


"Bos Besar yang baik hati dan rendah hati" ucap sang manajer saat mengangkat kepalanya dan melihat punggung ken.


ken melirik ke toko sebrang merupakan toko perhiasan.


ken tertarik dengan kalung emas yang di pajang di etalase yang bermahkota kan permata merah ruby


ken masuk ruangan itu di susul angel.


angel pun ikut melihat lihat karena ia juga penasaran tentang model dan harga perhiasan dirinya tak memakai perhiasan walau angel mampu membelinya namun karena ia tidak memiliki banyak waktu untuk santai dan juga tidak ada yang mengantar.


mata angel menyusuri setiap etalase ia sampai sampai tak melihat keberadaan bosnya dimana.


ken melirik angel ia membiarkan angel melihat lihat seperti sedang memanjakan matanya.


'dari gerak geriknya ia tak pernah kesini apa ia terlalu sibuk mengurus pekerjaan akan ku beri ia hadiah setelah selesai melihat lihat' gumam ken sambil duduk di kursi sofa untuk pengunjung


 


di tempat lain di sebuah rumah besar dan luas serta memiliki halaman yang luas.


kediaman itu merupakan Markas Utama keluarga Hans yang terdapat di sisi timur kota Waja.


duduk lah seorang pria paruh baya yang berbadan kekar sedang duduk di kursi kerjanya sambil menghisap cerutunya.


pria itu mengamati berita pagi hari. yang mereka rekam ulang.


di ruangan itu terdapat 5 pengawal eksekutif keluarga Hans seharusnya ada 6 dengan onix.


judul berita yang sedang panas di kota itu.


"Terbunuhnya Dalang Penculikan anak" judul berita itu serta menampilkan sosok pemuda dengan motor sportnya melintas dari lokasi itu


"siapa yang berani beraninya mengusik dan membantai anak buahku yang sedang bertugas" ucap Pria paruh baya itu


yang tak lain adalah Simon Hans.


"bagaimana apakah sudah ada kabar siapa yang ada di balik ini semua dan siapa pemuda itu yang berada di tkp saat polisi datang ia pergi?" tanya hans pada anak buahnya


"ijin tuan anak buah saya sudah berpencar dan mencari informasi mengenai pemuda itu." ucap salah satu eksekutif


" ijin tuan anak buah saya juga sudah berkeliling ke seluruh penjuru kota waja" ucap salah satu eksekutif


simon pun mengangguk.


" jika sudah ketemu bawa dia hidup hidup entah itu dalam kondisi cacat atau utuh bawa dia hidup hidup aku ingin menyiksanya agar dia tau siapa singa di kota ini."ucap simon


"hahahaha... hahaha benar tuan" ucap serempak para bawahan simon


"lalu bagai mana dengan onix apa dia telah kembali bersama pasukan nya aku ingin jack ikut di bawah kendaliku?" ucap simon


" sampai saat ini belum ada kabar tuan dan ponsel nya tak dapat di hubungi!!" ucap salah satu eksekutif itu


simon mengernyitkan kedua alisnya.


"utus beberapa orang untuk mengecek lokasi itu." perintah simon pada bawahannya


"baik tuan.." ucap salah satu eksekutif lalu ia berdiri


eksekutif itu pun mengambil ponsel nya lalu menghubungi anak buahnya yang di luar


simon pun meletakan cerutunya ia menyangga kepalanya.


'apakah ini juga ada hubungnya dengan pemuda itu..? siapa pemuda itu sebenarnya kelihatannya ia sangat berbakat' gumam simon


-------------


angel yang sadar dari dunianya sendiri pun menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari bosnya.


saat ia melangkah dan mencari ia menemukan bosnya sedang duduk santai.


angel pun menghampiri.


ken yang di hampiri angel ia pun tersenyum.


"apakah kau menemukan sesuatu yang kau inginkan?" tanya ken


angel pun menunduk


"bos sebetulnya anda kemari untuk membeli atau bagaimana? apa kah bos ingin membelikan kedua gadis itu?" tanya angel


"tidak... aku hanya ingin memberikan mu hadiah" ucap ken pada angel sambil tersenyum