White Mask

White Mask
BAB 11



 " ya tuan cambler kami kesini bukan karena itu.. kami kesini karena Nona conner menyuruh kami menyampaikan bahwa Ken mengalami kejadian dan menjadi korban pembunuhan berencana pelaku sudah di bawa ke kantor polisi dan akan di tindak lanjuti siapa dalang di balik semua ini." ucap pengawal satunya


ibu ken menutup mulutnya


ayah ken membelalakkan matanya


"apa.. apa anak ku... kecelakaan dan sebagi korban pembunuhan berencana ?" tanya ayah ken


"iya benar.. sekarang posisi ken berada di RS Setia Budi" ucap pengawal itu


"mari ikut kami,,, tugas kami menyampaikan dan mengantar kalian dengan selamat." ucap pengawal satunya


 


Lampu ruang UGD pun hijau melisa yang sedang duduk pun berdiri.


Ken keluar dengan tempat tidur beroda dengan dua suster mendorongnya.


ken mengenakan infus dan masih tak sadarkan diri i bawa menuju kamar perawatan.


melisa dan kedua pengawalnya mengikuti nona mereka.


setelah memasuki kamar perawatan yang berisi 4 tempat tidur dengan berselimut putih tiap tempat tidur, melisa masuk namun kedua pengawal berada di luar berjaga di depan pintu.


" nona barang barang pasien ada di bawah tempat tidur " ucap suster itu kepada melisa


"iya suster terima kasih... " ucap melisa


" kami permisi dahulu dan jika ada yang di butuhkan anda bisa menekan tombol ini.." ucap suster itu


melisa hanya mengangguk..


kedua suster itu pun keluar.


"siapa ya pemuda itu bisa di temani seorang gadis yang memiliki pengawal pribadi,,,," tanya suster itu kepada temanya dengan nada lirih


melisa pun mengambil barang barang ken iya menjemur baju ken yang basah di jemuran dekat jendela sebelah kamar mandi.


setelah itu ia mengambil ponsel ken yang basah ia melepas ponsel lalu menjemurnya, melisa mengambil kartu ken.


saat sedang asik membereskan tiba tiba pintu bangsal terbuka.


"Ken.." teriak seseorang


melisa pun menyibak kain ruangan untuk melihat.


kedua orang tua ken pun terkejut melihat kepala yang tiba tiba keluar di balik kain ruangan.


terlihat kepala seorang gadis cantik melihat mereka.


"apakah paman dan bibi orang tua dari ken?" tanya melisa


mendengar gadis itu bertanya kepada mereka.


"ya benar nak kami orang tua ken... nona ini siapa dan mengapa ada di ruang ini bersama ken?" tanya ibu ken


",saya Melisa Conner bibi... apakah bibi kesini di bawa oleh kedua pengawal saya?" ujar Melisa seraya berdiri dan menghampiri kedua orang tua ken ambil mengulurkan tangan sebagai tanda jabat tangan


"oh jadi nona ini nona conner,,, salam nona terima kasih banyak telah membantu anak saya" ucap ayah ken pada melisa sambil menyambut tangan melisa begitu juga ibu ken


"iya tuan cambler... sebelumnya ken selalu membantu kami jadi sebagai gantinya kami membantu ken" ucap melisa


"mari silahkan menengok ken dia masih belum sadarkan diri" ajak melisa


sesaat mereka mengobrol n ayah ken ijin keluar, ibu ken yang sedang bersama melisa.


"nak apakah kamu tidak pulang untuk istirahat? " tanya ibu ken


"hem bagaimana ya bibi tapi nanggung bibi " ujar melisa bimbang


melisa pun akhirnya setuju ia pun pulang dengan kedua pengawalnya dan melisa bertukar nomer ponsel dengan ibu ken dan melisa pun telah memiliki nomer ken.


hari pun berganti pagi.


ken menggerakkan jari jarinya


Ding....!!! Penyatuan terkoneksi dan dalam proses


[10%]


[20%]


[30%]


..... [100%]


Penyatuan selesai...


tubuh ken memerah badanya hangat dan bergetar sehingga ranjang tempat tidur pun ikut bergetar


namun tidak ada seorang pun. karena kedua orang tua ken sedang membeli nasi untuk sarapan dan juga air mineral,buah buahan untuk mereka bertiga


 


Paul yang bangun dari tidurnya setelah menggagahi rita hingga dini hari pun merasa lapar karena kelelahan.


'huuh sungguh obat yang mujarab khasiatnya mengerikan' gumam paul


setelah selesai mandi paul menge cek ponselnya mengapa tidak ada kabar lagi dari utusannya?


" kemana dia mengapa setelah menelepon ku dan memberi tahu bahwa berhasil namun terus kenapa setelah itu ponselnya mati dan tak dapat di hubungi apa yang terjadi? atau dia langsung pergi bersenang senang" ucap paul lirih


paul pun memencet telpon kamar hotel dan memesan makanan 2 porsi.


paul yang sedang duduk di kursi hanya menggunakan celana pendek, ia memandangi rita yang sedang tak sadarkan diri.


15 menit pesanan pun datang.


tok..... tok... tok... tok


"permisi tuan saya mengantar pesanan makanan tuan" ucap sang pelayan dari balik pintu


"masuk saja" ucap paul


petugas pria itu pun membuka pintu kamar lalu masuk dengan mendorong meja kereta makanan masuk.


"Permisi tuan..." ucap pelayan itu saat masuk pelayan itu langsung bertatapan muka dengan paul.


namun setelah mendorong meja kereta lebih masuk mata sang pelayan menatap seseorang di ranjang ia pun terkejut melihat pemandangan pagi hari yang menggoda namun petugas itu mengalihkan kembali pandanganya dan meletakan pesan kepada paul di meja kamar.


paul melihat gerak gerik petugas pun ia senyum jahat.


"apakah kamu tertarik dengannya?" tanya paul acuh tak acuh pada sang pelayan


petugas itu pun tertunduk dan menggeleng kan kepala


"maaf tuan tidak tuan bukan maksud saya, tadi hanya tidak sengaja melihat" ucap petugas itu sedikit takut jika di laporkan atas kelancangannya


paul pun memiringkan kepalanya.


"hahahaha.... hahaha... " ketawa paul


paul pun mengambil makanan yang di sediakan yang sudah ia pesan.


lalu paul menoleh ke pelayan itu lagi.


" tak masalah jika kau menginginkannya silahkan aku sudah tidak tertarik dengannya dan sudah tidak membutuhkannya.." ucap paul sambil menyantap sarapan nya


petugas itu pun menelan ludahnya.


"ah.. eh.. apakah tuan sungguh sungguh?" tanya petugas itu pada paul


"iya karena setelah ini aku akan meninggalkannya sampai ia terbangun sendiri dan makanan satu porsi ini untuknya" ucap paul


"terima kasih tuan.." ucap petugas itu membungkuk lalu mendatangi rita yang sedang tanpa busana dan masih belum sadarkan diri


"ya sudah sana nikmati dengan santai.." ucap paul


adegan panas pun berlanjut


paul hanya senyum sambil melahap makanannya.


 ------------------


melisa yang sudah bangun dan mandi pun pergi ke meja makan setelah hendak makan ponsel melisa berdering


"hello nona conner kami dari pihak polisi menginformasikan bahwa dalang di balik semua ini ialah paul. sebetulnya semalam kami ingin menghubungi namun takut menggangu dan kami rasa tidak pantas jadi pagi ini kami memberi kabar!!" ucap petugas yang berada di telpon


"baik terima kasih atas bantuan dan kerja kerasnya.. ku serahkan kasus ini ke pihak berwajib sesuai peraturan yang berlangsung. jika sudah ada kabar lagi saya ingin mendapat kabar tersebut" ucap melisa


setelah berbicara panggilan pun berakhir


di pulau waja terdapat 8 sekte dan 3 di antaranya merupakan sekte besar salah satunya sekte Tapak Matahari, sekte ini bekerja bukan hanya sebagai perguruan namun mereka juga di percaya pemerintah menjadi pusat pelatihan beladiri para tentara dan pasukan khusus. sekte ini juga bergerak di bidang meubel dan perkayuan menguasai seluruh industri kayu sebagi sumber pemasukan dari sekte mereka.


dan dua sekte lain ada yang bergerak di pariwisata dan hiburan sebagi pemasukan sekte mereka.


melisa pun melanjutkan makan paginya. ia berencana ke padepokan untuk menjenguk padepokan dan menengok ibunya yang letaknya tak jauh dari villa nya.


 


setelah tubuh ken normal kembali ken membuka matanya


[ Ding Penyatuan Selesai ]


Nama : Ken Cambler


Usia : 20 tahun


Saldo : $ 10.000.000.000


Poin Sistem : 0 / 1000


Toko Sistem :


Kotak Hadiah : Misteri Box Pemula


Ken tak menghiraukan suara yang tiba tiba muncul ia hanya menoleh melihat sekelilingnya.


"dimana aku? aku tempat apa ini? apakah aku masih di dasar laut?" tanya ken bingung


[Ding Tidak Tuan, Tuan berada di daratan dan tidak berada di laut]


"hei siapa kamu... dimana kamu... apa yang kamu lakukan?" ucap ken