
"Bos, pemuda itu seorang Bos?" tanya jack
" iya dia merahasiakan identitasnya, namun memang harus seperti itu, jika tidak musuh perusahaan akan terus mengincarnya sama halnya sepertiku dulu." ucap angel
------_
Ke yang sedang menikmati segarnya air sungai dan proses penyatuan pun merasakan hangat seluruh tubuhnya ia merasakan dirinya lebih ringan dan otot kakinya terasa bertambah kuat fan membesar.
[ Penyatuan Selesai ]
[ Tuan Anda masih memiliki Kotak Misteri ]
'ya buka sistem' gumam ken sambil ia mengeringkan badan dengan kaosnya yang sudah sobek akibat pertempuran tadi.
[ Selamat Tuan Anda mendapatkan kemampuan alat musik tingkat Master ]
'hah ku kira dapat apa sistem, yah tak apalah mungkin dapat bermanfaat atau dapat ku gunakan saat aku sendirian' gumam ken
-------------------
"sepertimu dulu? memang apa yang terjadi?" tanya jack pada angel
" aku berasal dari dataran matrasu setelah lulus kuliah aku di bawa oleh pemilik Golden Hill dan di pekerjakan di sana sebagai Manajer umum, namun setelah itu aku tidak pernah jumpa dengan pemilik Golden Hill, namun aku tetap menjalan kan tugasku dengan baik, karena menurutku setengah hidup ku ada di sana. begitu banyak pesaing yang menginginkan kekuasaan Golden Hill, dan tidak sedikit ingin menjatuhkan dan membunuhku." jelas angel
" oh pantas kau begitu terlatih saat menghadapi situasi seperti tadi dan tembakan mu pun sangat mengesankan." ucap jack
"lalu tentang pemuda itu tadi" tanya jack
" nah tiba tiba ada berita bahwa Pergantian Kepemilikan Golden Hill dan data itu benar jadi aku menghubunginya" ucap Angel
"loh jadi dia Bos Golden Hill..?" tanya Jack
"Iya dia Bos Besar Golden Hill Grup" jawab angel
" walau dia masih tampak muda sangat berwibawa dan berkharisma tinggi, dia juga lebih mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri." lanjut angel
jack hanya diam ia melanjutkan kembali memanggangnya.
-------------------------------
setelah ken mengeringkan tubuh ia juga melepas boxer nya yang basah ia jemur lalu kaos tadi ken gunakan untuk menutupi tubuh bawahnya.
setelah 10 menit ken mengenakan kembali dan ia mengenakan celana Levis nya dan meninggalkan kaosnya di sana. ken pun berjalan kembali.
ken berjalan naik dengan telanjang dada perutnya bunyi terus saat hidung nya menghirup aroma ikan bakar.
namun saat hampir di ujung tanjakan jalan ken di kejutkan oleh seseorang yang tiba tiba datang.
kepala ken yang saat itu melihat ke samping melihat keasrian lingkungan tersebut pun terkejut saat kepalanya menoleh ke dapan.
hua.... aaa...
ken pun sangking terkejutnya pijakannya tak benar dan membuatnya tergelincir dari jalan bebatuan kecil kecil itu.
tubuh ken pun tak seimbang dan hendak berguling ke belakang.
"Bos..... " teriak Angel
seseorang yang tiba tiba muncul ialah angel ia bingung mengapa bosnya begitu lama tak kunjung kembali dan akhirnya ia memutuskan untuk menyusul dan membawakan jaket untuk bosnya.
angel meraih tangan ken, namun malah ia pun tertarik ikut berguling bersama ken beberapa meter.
angel yang berada di atas tubuh ken dan wajah mereka begitu dekat.
" Aduh... " ucap ken lirih
"bos kau tak apa apa? mengapa terlihat ketakutan dan terkejut saat melihatku? tanya angel
"bagaimana aku tak takut dan terkejut tempat yang sepi sunyi lalu tiba tiba ada seseorang berdiri ku pikir hantu" ucap ken
saat angel menyadari sesuatu ia wajahnya pun memerah lalu ia segera berdiri.
" maaf maaf bos,,, " ucap angel
"tak apa, apa yang kamu lakukan di tempat ini?" tanya ken seraya berdiri dan membersihkan tubuhnya yang ada sedikit pasir menempel.
angel melihat lekukan tubuh dan otot otot yang membentuk rapi menghiasi setiap inc tubuh bosnya yang putih dan wajah yang tampan.
"hei mengapa melamun?" tanya ken yang melihat angel menatapnya dengan melamun
seketika angel sadar dan menundukkan wajah nya.
" ini bos pakai jaket di sana ada ichi dan uchu g baik bertelanjang kesana" ucap angel jujur
"ah iya makasih.. namun aku tak bertelanjang aku mengenakan celana hanya tak memakai baju." protes ken
"bos maaf bagi wanita tubuh bos bisa bikin halusinasi apa lagi otot dan wajah bos, maaf bos saya hanya ingin membuat kesan baik pada kedua gadis itu" ucap angel sambil menunduk
ken pun terkejut dengan ucapan angel. dan ia pun teringat sesuatu saat ia bangun kesiangan dan menemukan map di dadanya dan ada bekas lipstik yang masih basah di pipinya dan itu kondisi ken hanya mengenakan boxer.
' Apa alice mencium ku lalu apa yang ia lakukan.... ah biar lah..' gumam ken
"Maafkan aku... " ucap Ken
ken mengangguk lalu menerima dan memakai jaket yang di bawa angel dan mereka berdua pun kembali menuju jack dan kedua adiknya.
"wah aromanya begitu nikmat.." teriak ken dari kejauhan
" cepat kemari kau lama sekali apakah bertemu dengan putri duyung di sana? " ledek jack pada colon Bosnya
" hahahaha... " ketawa ken
" dia pandai bergurau juga ya.." ucap ken sambil melirik angel
" iya bos... " ucap angel
mereka pun berkumpul dan makan bersama
" Uchi dan ichi ini kelas berapa kalian?" tanya ken di tengah tengah makan
"Ichi kelas 1 SMA dan Uchi kelas 3 SMP kak..." ucap Ichi pada ken
" namun kami sudah tidak melanjutkan sekolah kak." ucap Uchi sambil menunduk
"loh kenapa..?" tanya ken
"karena biaya kak.. " ucap Uchi
Ichi mendengar perkataan adiknya pun ia ikut menunduk.
"yah tenang saja jangan bersedih sekarang kakak kalian bekerja dengan kakak, mulai besok kalian bisa masuk sekolah biar nanti kakak cantik angel membantu pengurusan semuanya.." ucap ken sambil meletakan piringnya yang sudah kosong.
angel pun tersenyum kepada kedua gadis itu namun berikutnya iya tersipu malu wajahnya memerah dan menundukkan kepalanya
"ah kenyang nya.. kau sungguh pintar memasak jack" puji ken
" kak angel apakah benar apa yang di ucapkan kakak ken?" tanya Uchi
"Iya kak apakah benar " tanya Ichi
"Iya benar apa yang di sampaikan oleh Bos kakak, pasti itu benar, karena Bos kakak tidak pernah mengingkari janjinya" jawab angel sambil tersenyum manis pada kedua gadis itu
"terima kasih kakak.." ucap mereka berdua serempak
"terimakasih Bos Ken" ucap kedua gadis itu lagi secara serempak
"Hahahaha... hahaha.. iya iya sama sama kalian walau tak kembar seperti kembar bicara bersaman terus seperti paduan suara" ucap ken sambil memegang perutnya
kedua gadis itu tertawa sambil menutup mulut mereka
jack yang dari tadi hanya menunduk saat awal pembicaraan mengenai sekolah air matanya menetes matanya memerah.
tangannya menggenggam erat kedua lututnya.
ken melihat itu ia hanya diam.
tak lama tiba tiba
"terima kasih bos,.... bos terimalah aku menjadi pengawalmu" ucap jack sambil mengusap air matanya
"iya... sudah jangan bersedih nanti aku juga ikut sedih" ucap ken
namun di sebelah ken angel sudah ikut menangis serta kedua adik jack.