
ketua perampok itu mengangkat satu alisnya melihat dua orang yang masuk ke aula.
"siapa mereka apakah itu udin dan seno.????" ucap ketua perampok sambil mengingat
"apa mereka ingin.... "ucap ketua perampok terputus
"perintahkan kelompok satu naik dan menahan para militer di anak tangga" perintah ketua kepada pengawas cctv
mereka pun mengangguk lalu menghubungi unit pertama.
ketua perampok bergegas menuju aula.
setiba di aula ia melihat anak buahnya di hajar dan di bunuh oleh kedua pria yang menyamar menjadi anak buahnya.
ken dan jack saat itu melakukan aksinya dan para pengawal keluarga Conner mereka tak tinggal diam mereka membantu kedua pria yang mengenakan seragam perampok.
jack terkejut ternyata ada seorang ahli beladiri di antara para sandra
dor..... dor....
slash.... jleb....
dor....
bug... bag...
di luar sang inspektur dan jendral mendengar teriakan dan suara tembakan di lantai atas pun membuat mereka berdua cemas dan was was.
jika sampai ada warga sipil yang menjadi korban mereka akan mendapatkan masalah.
komandan melalui walki talki nya menghubungi pasukan yang berada di dalam untuk menahan diri.
"Siap laksanakan ndan.. maaf disini banyak ranjau komandan mereka sepertinya sudah mempersiapkannya." ucap ketua unit
"tetap waspada dan bawa yang terluka untuk keluar agar dapat langsung di tangani medis" ucap komandan
"Siap" ucap ketua unit
ketua unit itu pun menyuruh beberapa anggotanya membopong pasukan yang terluka keluar agar di tangani tim medis.
sang komandan pun menoleh ke inspektur
"firasatku mengatakan ada orang lain di dalam sana" ucap sang komandan pada inspektur
sang inspektur mengangkat kedua alisnya.
"apakah benar...? lalu dari mana mereka masuk" tanya inspektur
"apakah kau meragukan instingku? walau namaku hanya sebuah legenda namun instingku masih tetap tajam, alasan umum adalah di tahannya pasukan ku di lantai dasar dan sedangkan di lantai 2 terjadi keributan." ucap komandan militer
sang inspektur hanya diam ia lalu memandang ke bawah sambil berpikir.
di dalam aula.
"Siapa kau...? mengapa kau menyamar?" tanya sang ketua perampok.
saat setelah semua anak buah perampok di lumpuhkan hanya tinggal sang ketua.
"kau tak perlu tau aku siapa.." ucap ken
akhirnya ken mengeluarkan suaranya.
dan membuat melisa mendongak menatap ke sumber suara yang tak asing baginya.
'sepertinya aku mengenali suara itu' gumam melisa
"jack bawa para sandra keluar melalu jalan yang tadi" ucap ken di telinga jack agar tak di dengar sang ketua.
"ibu aku rasa aku mengenalinya bu.. aku hafal suara siapa itu dan aku sepertinya sering jumpa namun aku lupa..!" ucap melisa pada ibunya
dua pengawal yang mengalami luka goresan pisau dapur pun menghampiri bos mereka untuk menjadi tameng.
jack melangkah menuju ke para sandara
ketua perampok hanya melihat.
"kalian pikir dapat kabur ha? kalian bisa selamat dari aula ini namun tidak di bawah." ucap sang ketua perampok
"hahahaha...."
"hei anak muda kau mengacau pestaku" ucap sang ketua seraya menunjuk ken yang berdiri santai di depannya
ken hanya senyum.
"siapa yang menyuruhmu datang kesini? dan seenaknya kau ingin memeras di kota ini?" tanya ken
ken pun melepas rompi dan jubah perampok dan melemparnya ke jack
"pakaikan pada orang yang membantu kita tadi dan jika sudah di bawah jangan naik menyusul ku tunggu di bawah." ucap ken pada jack
"baik Bos" jawab jack seraya menangkap rompi dan jubah itu.
jack menatap sang kedua pria yang membantunya tadi.
"kenakan ini agar tak terluka para" ucap jack
pria itu menerimanya.
"terima kasih" ucap pengawal Conner
Youvie menatap jack.
jack terkejut ia baru sadar.
Youvie dan melisa pun menatap jack dengan terkejut mengapa pria itu mengetahui mereka
"kau mengenal kami?" tanya yovie
"iya... saya waktu itu pernah berkunjung dengan guru besar saya ke tempat anda. jadi kedua pria ini pengawal anda?" tanya jack
yovie hanya mengangguk
"Mari semua ikuti aku" teriak jack pada para sandra
pengawal itu memegang tangan jack.
"lalu bagaimana dengan kawanmu?" tanya pengawal
"dia bukan pengawalku dia Bos ku, jangan khawatirkan bosku, bosku tak semudah di bayangkan" ucap jack
kedua pengawal itu terkejut.
jack dan kedua pengawal conner pun membawa para sandra keluar aula.
sedangkan di aula ken dan ketua perampok itu adu kekuatan.
mereka berdua adu kekuatan dengan hanya menggunakan belati, mereka berdua membuang senjata api mereka.
"mari kita bertarung secara laki laki ank muda, kau pikir kau dapat mengalahkan ku? hahahaha..." ucap sang ketua perampok
"mari aku tunjukan padamu bahwa di waja tak mudah untuk di tindas" ucap ken
saat jack dan kedua pengawal keluar membawa sandra mereka melihat di ujung anak jalan ada segerombolan perampok.
"mereka masih ada..!!" ucap pengawal conner
"biar kita harus selamatkan sandra dulu.." ucap jack
jack pun menuntun para sandra ke jalur darurat yang telah aman karena para penjaga sudah di lumpuhkan oleh ken dan jack waktu itu
salah satu perampok melihat para sandra kabur.
"woi mereka kabur lewat jalan darurat..!!" ucap perampok itu
"apa..!!"
"jalan itu sudah ada yang menjaga.. kemana perginya 4 orang penjaga itu ... sial... kita juga tidak dapat kesana jika kita kesana para militer akan naik. ucap para perampok
dengan cepat para sandra lari ke jalan darurat dan tiba di bawah mereka pun berteriak.
"kita bebas..."
"tolong..."
"hore.."
inspektur dan sang jendral pun melihat hal tersebut dan mereka sangat terkejut.
"mereka bebas? cepat kawal mereka keluar....!!!!" perintah sang jendral
helikopter yang berada di atas gedung pun turun dan para pasukan yang berada di atas juga mulai masuk
jack menjauh dari kerumunan ia lewat jalur lain dan menyusul bosnya.
namun saat hendak masuk jack ingat pesan bosnya ia pun mengurungkan niatnya dan lalu pergi ke mobil menunggu bosnya.
para sandra pun sudah di amankan.
Youvie menghampiri sang komandan.
"di dalam ada satu orang yang menahan ketua perampok suruh anak buah anda naik dan melumpuhkan mereka" ucap youvei
"baik Nyonya Conner... namun siapakah dia apa dia murid anda?" tanya sang jendral
youvie hanya menggelengkan kepala
sang jendral pun menghubungi ketua unit yang di dalam agar menerobos dan segera melumpuhkan mereka.
para polisi pun yang berada di halaman ikut masuk.
di aula pertarungan sengit terjadi ken hampir kewalahan melawan ketua perampok yang begitu kuat.
"hahahaha.... lumayan juga untuk pemuda sepertimu dapat bertahan selama ini.."ucap sang perampok
ken hanya diam ia pun mencoba menggunakan teknik muay thai nya
sang ketua perampok terkejut lawannya dapat menguasai teknik beladiri begitu banyak dan sangat ahli.
saat ketua kelompok dapat di lumpuhkan.
dengan darah menghiasi wajah ketua perampok itu, ia menatap ken dengan ngeri.
"si.. siapa kau sebenarnya" tanya ketua itu
ken tak menjawab ia melangkah ke ketua itu dan mematahkan kedua kaki perampok itu agar tidak lolos dan berulah kembali.
krak.....
Aaa....ahk....
ken pun segera keluar....
dan para polisi san militer pun sudah melumpuhkan semua anggota perampok.