White Mask

White Mask
BAB 19



Setelah tiba di taman kota Ken memarkirkan motornya lalu pergi ke warung untuk membeli beberapa minuman dan Snack.


ken pun lalu mencari tempat duduk di taman, ken melihat sekeliling.


'sudah mau malam gini masih ramai juga tempat ini' gumam ken ia pun lalu mengoperasikan HP nya mencari informasi.


Notifikasi pemberitahuan uang masuk dalam rekeningnya.


ken pun senyum melihat itu.


'mungkin Angel sudah memprosesnya dan sisanya untuk para karyawan' gumam ken


tak lama ponsel ken berdering.


"Halo Tuan, apakah sudah masuk? itu pemasukan kita dan saya sudah menghitung semua dan sudah saya bagi untuk karyawan dan operasional" ucap Angel panjang lebar


"ya sudah masuk tadi barusan saya lihat. apakah kamu sudah pulang?" tanya ken


"iya pak saya sudah di villa." ucap Angel


"oh.. ok jaga dirimu baik baik besok ikut saya..?" ucap ken


"Baik tuan.." ucap angel


panggilan pun berakhir.


ken kembali lagi dengan kegiatanya ia melihat di situs jasa yang menawarkan tanah ken mencari cari ukuran yang ken cari..


ken menemukan dua tempat yang pertama di halaman kosong sebuah Perumahan Grand Natun Park dan yang satunya di sebidang tanah kosong di lereng bukit.


"Ya ampun cuma ini saja sudah membikin repot kepala" ucap ken lirih.


 


Rita yang juga masih berada di kota Waja pun memanfaatkan uang pemberian paul untuk berbelanja rita pergi ke GoldenHill Commercial City.


karena di tempat itu lengkap terdapat berbagi macam kebutuhan yang di perlukan bangunan yang terdiri dari 3 bangunan yang saling menghubung dan menjulang tinggi.. di dalamnya terdapat berbagai bidang ada Mall, Resto, CV, PT dll yang menyewa tempat sebagai kantor di gedung itu, luas Golden Hill 65.000 meter persegi di pusat kota. omset Ken bisa mencapai 1.2 M


di pusat kota ada 6 bangunan yang tinggi namun yang paling mencolok dan menjadi icon ialah GoldenHill Commercial City


 


Sedangkan melisa yang sedang di Markas Besar mendapat kabar bahwa Paul White sudah di tangkap dan di masukan ke penjara dan akan melaksanakan proses hukum.


namun melisa di ingatkan akan hati hati karena pasti akan ada yang mencari tahu informasi siapa yang ingin menangkap dan menghukum anak keluarga itu karena akan menjadi aib untuk patriak white jika masyarakat mendengar kabar itu.


melisa tahu itu ia sudah siap dan tak gentar.


'semoga kau di sana baik baik saja Ken ' gumam melisa


 


saat sedang menikmati pemandangan orang lalu lalang dan menikmati snack nya.


[ Misi rahasia terdeteksi ]


[ Selamatkan 5 anak yang akan di jadikan budak atau perdagangan anak


Hadiah Skill penggunakan pedang tingkat master dan 500 Poin sistem.


Jika Gagal Host akan kehilangan semua.]


Ken terkejut saat tiba tiba suara yang lama tak terdengar terdengar kembali namun ia pun juga terkejut dengan hukuman yang akan ia terima.


'Sistem bagaimana aku mengetahui lokasi yang akan aku tuju?' gumam ken dalam


[ Sedang di proses ]


tak lama ada garis transparan biru dan terdapat perhitungan jrak tempuhnya di depan kaki ken.


"wow keren seperti GPS" ucap ken lirih.


"apa 3 km dari jarak ku.." ke pun bergegas ke motornya


deru mesin motor ken pun menarik semua perhatian orang yang berada d taman.


setelah jarak hanya 500 meter ken mencari tempat untuk memarkirkan motornya.


'lokasi ini seperti kampung namun kok sepi sekali dan sedikit penerangan... apa ini seperti kampung mati ya..' gumam ken


ken pun melangkah hati hati seraya melihat sekeliling dengan seksama sambil mengikuti arah garis biru.


ken yang dasarnya telah memiliki kekuatan fisik yang bagus dan di tambah dengan skill yang ia peroleh dari sistem pun ken tak pikir panjang ia tak takut sama sekali.


saat melihat arah garis menuju rumah yang kumuh ken semakin hati hati ia tak ingin gegabah.


setelah dekat ke rumah itu ken sedikit jalan jongkok dan mengarah ke jendela ia ingin mengintip dan melihat kondisi di dalam.


" hahahha.. hallo boos kami mendapatkan lagi 5 anak kecil bos besok sudah siap kirim.. ini lebih muda dari kemarin bos.. " ucap preman itu


suara itu terdengar sampai ke telinga ken yang sedang menguping di luar jendela sangking kerasnya.


ken melirik ia mendapatkan di dalam ada 4 orang 2 pria kekar 1 kurus kecil dan satu gendut dan sedang menelepon.


ken pun mencari jalan memutar dan sekaligus mencari keberadaan ke lima anak anak itu.


ken membuka perlahan pintu belakang ken pun mauk dengan mengendap endap.


ken melihat ada pipa besi dan pisau kecil yang sudah karatan di dapur pun mengambilnya sebagai senjata karena musuh ken membawa senjata tajam.


ken lari keluar ruangan belakang lalu ia melompat dan berguling guling sambil melempar belati itu ke arah salah satu pria kekar...


Whhuuuuus.. sleeb


pisau kecil itu dengn cepat melesat dan mengenai bahu pria kekar itu.


pisau itu melesat dan cepat karena ken memiliki kondisi fisik bagus dan ilmu bela diri tingkat master.


Aaahkkk.... teriak pria itu belum sempat reflek oleh serangan ken tiba tiba.


" wooi siapa kamu.. berani sekali kamu?" ucap pria gendut yang awalnya duduk sekarang berdiri.


ken pun berdiri setelah berguling guling ia berdiri dengan tongkat pipa besi yang ia genggam.


"kau ingin tahu aku siapa? aku malaikat pencabut nyawamu..." ucap ken


"siialan kau bocah.." ucap pria kekar yang tertusuk di bahunya


pria kekar yang satunya pun berlari menghampiri ken sambil mengayun ayunkan pedangnya mengarah ke ken.


ken melihat itu pun ia sudah bersiap untuk menahan serangan pria kekar itu.


tiing ting sriiiiing


bugh bagh


ken dan pria kekar itu saling tukar pukulan dan serangan senjata mereka.


ken mengeluarkan semua teknik yang ia pelajari dari sistem.


baaaghh....


saat pukulan kepalan tangan ken mengenai kepala pria itu, pria itu pun terhuyung, ken pun tak menunggu lama ia melompat lalu mengayunkan tongkatnya ke atas dan mengincar kepala pria itu..


thaaang..... aaaaahhhhkkkk suara benturan besi dan kepala yang begitu keras.


seketika pria itu berlutut dri berdirii dan saketika itu pula pria itu tewas karena benturan keras di kepalanya sehingga membuatnya gagar otak.


ken pun mengambil pedang pria itu berlari ke pria kekar yang sedang sekarat namun langkanya di halangi oleh pria gemuk dengan melempar kursi ke arah ken namun ken dapat menghindarinya.


'huft untung saja jika kena bisa berabe aku..!!' gumam ken


pria gemuk itu melempar meja kecil di sebelahnya dan mengarah ke ken.. ken pun melompat ke sisi samping untuk menghindar namun ia malah bertemu dengan pria kurus kecil yang sedang berlari menghampirinya jarak pun dekat ken belum sempat berpikak dan menghindari serangan pria kurus itu pun ken terkena tendangan dari pria itu.


'sial lincah dan kuat pria kurus kerdil ini..!!' gumam ken


pria gendut dan si kurus memang sengaja memberi jeda ke temanya agar memulihkan diri dari pisau kecil karatan yang tertusuk di bahunya..


pria kurus itu berlari ke arah ken dengan lincahnya lalu menyerang ken