
Di kediaman keluarga hans
Simon dan para eksekutif yang berkumpul di ruang kerja Simon sambil melihat siaran langsung berita panas siang itu.
tiba tiba Ponsel Simon berdering
Simon pun mengangkat panggilan itu.
"Halo... Selamat siang kawan" ucap simon
"Halo tuan Hans bagaimana anda sudah melihat berita siang ini?" tanya guru besar Wolf Gold
"Ya ini aku sedang mengamati nya,, namun sepertinya ada yang ganjal!!" ucap simon
"Ya aku juga merasa begitu,,, kelompok itu tidak seperti biasanya mereka seperti bermain di permainan sendiri" ucap Guru Besar
"Namun tuan hans kita harus menahan tujuan kita dulu sampai kekuatan kita pulih... kita tak dapat bersaing atau melenyapkan seluruh kelompok itu di wilayahnya sana." ucap sang guru besar memperingati simon
"Ya kau benar aku suda mengutus anak buah ku yang di luar agar tidak gegabah sepertinya di waja ada singa kecil yang bangun tidur." ucap simon
"Ya itu keputusan benar... dan kita tunggu saja apa dan siapa yang mempermainkan kelompok itu hingga mereka seperti sedang bunuh diri" ucap sang guru besar
"Ok kalau begitu lanjutkan kegiatan mu tuan hans.. aku sudahi panggilan ini" ucap sang guru besar
"Iya Kawan terima kasih... Selamat jumpa" ucap simon
saat Simon meletakan ponselnya matanya menyipit melihat layar TV.
bayangan cepat keluar dan menggelinding pintu belakang gedung itu lalu melompat ke pagar tembok setelah itu melesat menghilang saat drone itu ingin menghampiri tiba tiba mobil sport melaju meninggalkan lokasi.
"Siapa dia....." ucap hans
para eksekutif yang sedang serius juga melihat pun terkejut.
"entah lah bos ku.. aku baru melihat pria bertopeng itu" ucap salah satu eksekutif
"kalian harus mengingat mobil sport itu, cari tau siapa saja yang memilikinya di kota waja ini." ucap simona hans
"Baik Bos" ucap para eksekutif
di luar gedung ken yang telah di dalam mobil pun meminta jack agar mempercepat laju nya.
deru mobil sport itu ya tiba tiba muncul dan melaju pun menarik perhatian semua penonton di sana begitu pula sang jendral dan inspektur.
tak mungkin bagi mereka untuk mengejar.
melisa dan youvie serta kedua pengawal pun juga melihat itu.
"ibu aku akan mengingat dan mencari tahu siapa dia" ucap melisa
"berhati hati lah apa pun dengan yang kau lakukan, sepertinya dia bukan seorang ahli biasa ia juga berpengaruh di kota ini." ucap ibu melisa.
"mari nyonya dan nona masuk ke mobil kita harus kembali" ucap salah satu pengawal keluarga conner
para tentara dan polisi pun menangkap para perampok dan menahan mereka...
.
sang jendral menghampiri ketua regu.
"apakah kalian menaklukan ketua perampok itu?" tanya sang jendral
"tidak komandan kami hanya melumpuhkan sisa anak buah yang berada di anak tangga, saat kami menghampiri ketua perampok itu ia sudah pingsan dengan kedua kaki patah tulang tempurungnya pecah dan keluar" ucap ngeri sang ketua unit
sang jendral pun membelalakkan matanya.
"Apa..... siapa yang melakukanya.? cepat kembali dan salin semua bukti rekaman CCTV" ucap jendral itu
*Baik Ndan" ucap ketua unit seraya kembali ke dalam bangunan beserta beberapa anak buahnya.
"Siapa dia... aku baru melihatnya dan mobil sport itu" ucap sang jendral bertanya pada inspektur
"entah komandan saya juga baru tahu" ucap sang inspektur ala kadarnya
saat sudah memperoleh rekaman CCTV pun mereka bubar dan mengevakuasi para korban dan membawa para perampok ke kantor pusat untuk di interograsi.
walau gerak ken tadi cepat namun resolusi kamera dapat menangkap wajah ken yang menggunakan topeng dan wajah itu di perbesar di layar TV dengan berjudul "Siapa White Mask ini"
"duh lelah sekali...." ucap ken
jack melirik bos nya
"bos mengapa anda mengambil resiko berbahaya?" tanya jack
"ku tak ingin di kota ku tercinta di injak injak oleh orang asing dan menimbulkan banyak korban itu sangat menyakitkan dan melihatkan bahwa kita lemah" ucap ken
"namun bos kelompok itu organisasi besar san kuat... dan itu bukan bidang bos yang sebagai bos besar Golden hill" ucap jack
ken pun menghela nafasnya.
"jack apa kah kamu akan diam saat warga sekitar di injak injak walau kamu mampu melawan? dan sepertinya kau mengenal betul kelompok itu.?" ucap ken
"maaf Bos.. namun keselamatan anda juga penting" ucap jack
"Iya aku mengerti maksudmu" ucap ken
"iya bos saya mengenal mereka mereka satu kota dengan saya dan kelompok itu selalu berseteru dengan kelompok saya untuk memperebutkan wilayah kekuasaan, walau sebenarnya wilayah audah di bagi menjadi 3 bos kami, mereka dan pemerintah" ucap jack
jack pun menceritakan semua kenangan masa lalunya pada bosnya
tiba tiba ponsel ken yang berada di tas yang ia taruh di jok belakang berdering.
ken pun mengambilnya lalu melihat isi pesan banyak orang yang mengenal ken mengirimnya pesan.
keluarga weeks, angel, tejo
ada beberapa pesan yang memotret potongan siaran yang memperlihatkan wajah ken menggunakan topeng.
"keren juga ya" ucap ken lirih
ia merasa sedikit bangga dapat berguna.
beberapa menit mobil ken tiba di kantor dan jack memarkirkan di garasi khusus milik bosnya.
ken turun dan masuk ke kantornya menuju ruang kerjanya
saat masuk ken di sambut oleh petugas bagian lobi.
"Selamat datang Bos " ucap sang petugas karyawati sambil sedikit menunduk
"terima kasih" ucap ken singkat dan melangkah buru buru
"duh benar benar tak menyangka memiliki bos yang masih muda tampan pintar kaya lagi" ucap salah satu karyawati
"hust jangan begitu... g boleh.. aku juga mau kok xixi..." ucap karyawati satunya
karyawati yang tadi pun memalingkan wajah sambil melengos memutar bola matanya.
saat kelua lift ken melihat angel menunggunya.
angel melihat ken tiba pun berdiri
ia tiba tiba lari ke arah ken
lalu memeluk ken dengan tubuh nya yang jenjang dan ramping itu.
"Bos kau membuatku khawatir" ucap angel
ken pun terkejut akan tingkah angel namun ia juga menikmati.
saat diam beberapa saat ken membalas pelukan itu lalu melepas tubuh angel.
"aku baik baik saja angel....." ucap ken
angel pun memerah wajahnya
"itu sangat berbahaya bos kelompok itu,mereka sangat profesional." ucap angel
"aku tahu itu namun mereka kalah profesional denganku. hahahaha,," ucap len sambil bercanda dengan angel
angel terkejut dengan ucapan bosnya yang santai itu.
------ di markas besar militer
sang jendral tadi memutar ulang seluruh rekaman cctv.. ia begitu fokus dan konsentrasi melihat setiap detik adegan yang muncul