White Mask

White Mask
BAB 10



Setelah Melisa menyelesaikan semua adminitrasi Ken ia lalu menyusul ke tempat ken berada.


Melisa menunggu di luar kamar sambil melihat dalam ruangan dari jendela kaca kotak besar.


"apakah kalian tau identitas ken dan di mana rumahnya dan no telpon kedua orang tuanya?" tanya melisa kepada kedua pengawalnya.


"saya tidak tau nona namun kami akan menghubungi orang rumah agar segera mencari info identitasnya di tempat kerjanya." ucap salah satu pengawal itu


melisa masih menatap ke dalam ruangan.


'semoga kau bisa tertolong dan baik baik saja.' gumam melisa


 


" dok korban tidak mengalami luka serius namun dia masih belum sadarkan diri.. " ucap salah satu asisten dokter tersebut


sang dokter hanya membasuh keringat di dahinya. karena berdasarkan informasi Kejadian perkara begitu tragis. seorang pemuda menaiki sepeda lalu di tabrak dengan kencang hingga terseret sampai ke pagar pembatas hingga terjebur ke laut beserta mobil, dan menurut info sepeda yang terseret sudah tidak berbentuk.


namun ini korban tidak mengalami luka parah dan hanya tidak sadarkan diri. bagi manusia normal itu sangat menakutkan.


"kita infus saja agar kondisinya lebih membaik.." ucap sang dokter


sang assisten pun mengangguk ia pun segera memasang infus dan menyeka tubuh korban agar bersih.


 


Ayah Ken yang menunggu kedatangan ken seperti biasa di depan rumah pun sempat bingung sampai jam segini ken belum pulang.


"kemana kau bocah sialan kenapa tidak memberi kabar? kenapa hp mu tidak dapat di hubungi? kenapa kau membikin cemas pria tua ini?" ucap lirih ayah ken sambil menghisap rokoknya.


pintu rumah terbuka dan ibu ken pun keluar.


"ayah kenapa ken belum pulang juga ya yah? apa ayah sudah menghubunginya?" tanya ibu ken


"sudah sayang sudah aku hubungi namun hp nya tidak dapat di hubungi." ucap sang ayah


Ibu ken pun menemani ayah ken di halaman rumah sambil menunggu kedatangan putra mereka.


tak lama ada 2 mobil bmw parkir di rumah Ken.


kedua orang tua ken pun terkejut dan bingung mengapa tengah malam ada orang parkir dengan mobil di depan rumah mereka.?


" apa mereka mencari kamu yah? mengapa tengah malam begini " tanya ibu


"entah ayah tidak tau dan ayah tidak mengenali mobil itu " ujar ayah


dalam mobil turun lah dua pria berbadan tegap.


mobil satunya turun lah pria tua dan gendut seorang diri setelah turun ia melangkah menuju kedua orang tua ken yang sedang duduk di teras rumah di ikuti dua pria tegap di belakang.


dua orang tegap kekar itu adalah pengawal keluarga conner dan sedangkan pria gendut itu adalah manajer ken.


"Permisi apa kah benar ini rumah dari anak muda yang bernama Ken Cambler?" ucap pria gendut yang merupakan manajer ken.


'aku harus jaga tutur bahasaku ke keluarga bocah ini. entah apa hubungan bocah ini dengan sekte Tapak Matahari dari keluarga Conner sungguh perbedaan yang jauh keluarga ken di pemukiman padat nan kumuh sedangkan keluarga conner di pusat kota dan sekte di pegunungan?' gumam sang manajer itu


"oh iya benar saya Ayah ken Samuel Cambler" ucap ayah ken seketika berdiri dan menghampiri pria gendut tersebut


"silahkan duduk,,,, " ucap ibu ken


"oh tidak perlu repot repot saya hanya di suruh ke sini untuk menyampaikan sesuatu dari keluarga Conner" ucap pria gendut itu.


"apa... apa anak saya melakukan tindak kriminal atau mengganggu keluarga tersebut?" tanya ayah ken yang mulai lemas dan keringat membasahi dahinya.


" oh tidak tidak tuan cambler.. " ucap pengawal conner


" ya tuan cambler kami kesini bukan karena itu.. kami kesini karena Nona conner menyuruh kami menyampaikan bahwa Ken mengalami kejadian dan menjadi korban pembunuhan berencana pelaku sudah di bawa ke kantor polisi dan akan di tindak lanjuti siapa dalang di balik semua ini." ucap pengawal satunya


ibu ken menutup mulutnya


"apa.. apa anak ku... kecelakaan dan sebagi korban pembunuhan berencana ?" tanya ayah ken


"iya benar.. sekarang posisi ken berada di RS Setia Budi" ucap pengawal itu


"mari ikut kami,,, tugas kami menyampaikan dan mengantar kalian dengan selamat." ucap pengawal satunya


 


Lampu ruang UGD pun hijau melisa yang sedang duduk pun berdiri.


Ken keluar dengan tempat tidur beroda dengan dua suster mendorongnya.


ken mengenakan infus dan masih tak sadarkan diri i bawa menuju kamar perawatan.


melisa dan kedua pengawalnya mengikuti nona mereka.


setelah memasuki kamar perawatan yang berisi 4 tempat tidur dengan berselimut putih tiap tempat tidur, melisa masuk namun kedua pengawal berada di luar berjaga di depan pintu.


" nona barang barang pasien ada di bawah tempat tidur " ucap suster itu kepada melisa


"iya suster terima kasih... " ucap melisa


" kami permisi dahulu dan jika ada yang di butuhkan anda bisa menekan tombol ini.." ucap suster itu


melisa hanya mengangguk..


kedua suster itu pun keluar.


"siapa ya pemuda itu bisa di temani seorang gadis yang memiliki pengawal pribadi,,,," tanya suster itu kepada temanya dengan nada lirih


melisa pun mengambil barang barang ken iya menjemur baju ken yang basah di jemuran dekat jendela sebelah kamar mandi.


setelah itu ia mengambil ponsel ken yang basah ia melepas ponsel lalu menjemurnya, melisa mengambil kartu ken.


saat sedang asik membereskan tiba tiba pintu bangsal terbuka.


"Ken.." teriak seseorang


melisa pun menyibak kain ruangan untuk melihat.


kedua orang tua ken pun terkejut melihat kepala yang tiba tiba keluar di balik kain ruangan.


terlihat kepala seorang gadis cantik melihat mereka.


"apakah paman dan bibi orang tua dari ken?" tanya melisa


mendengar gadis itu bertanya kepada mereka.


"ya benar nak kami orang tua ken... nona ini siapa dan mengapa ada di ruang ini bersama ken?" tanya ibu ken


",saya Melisa Conner bibi... apakah bibi kesini di bawa oleh kedua pengawal saya?" ujar Melisa seraya berdiri dan menghampiri kedua orang tua ken ambil mengulurkan tangan sebagai tanda jabat tangan


"oh jadi nona ini nona conner,,, salam nona terima kasih banyak telah membantu anak saya" ucap ayah ken pada melisa sambil menyambut tangan melisa begitu juga ibu ken


"iya tuan cambler... sebelumnya ken selalu membantu kami jadi sebagai gantinya kami membantu ken" ucap melisa


"mari silahkan menengok ken dia masih belum sadarkan diri" ajak melisa


sesaat mereka mengobrol n ayah ken ijin keluar, ibu ken yang sedang bersama melisa.


"nak apakah kamu tidak pulang untuk istirahat? " tanya ibu ken


"hem bagaimana ya bibi tapi nanggung bibi " ujar melisa bimbang


melisa pun akhirnya setuju ia pun pulang dengan kedua pengawalnya dan melisa bertukar nomer ponsel dengan ibu ken dan melisa pun telah memiliki nomer ken.


hari pun berganti pagi.