
Ken pun menurunkan tubuhnya sedikit berjongkok ia menyerang bagian kaki si cungkring dengan pipa besi ke mengayunkan sehingga membuat tubuhnya berputar mengikuti namun si cungkring pun melompat.
si cungkring melihat itu ia hanya tersenyum mengejek sambil melompat.
ken tak ambil diam saat berputar kaki ken pun melayang menendang si cungkring yang sedang melompat.
tendangan ken pun telak mengenai kepala cungkring yang mengakibatkan terhempasnya cungkring.
aaahhkk.. bugh
sreekkk braaaak...
tubuhnya terhempas berguling dan jatuh di tumpukan kayu packing.
ken lalu memposisikan tubuhnya kembali dan menatap kedua pria yang tersisa..
" bagus juga kemampuan mu anak muda.." ucap pria gendut itu berjalan menghampiri ken bersamaan dengan pria kekar tadi.
" bergabung lah dengan organisasi kami.. kau akan dapat memiliki kekuasaan bawah tanah dengan terus mengasah kemampuanmu.." ucap pria gendut itu merayu ken karena ia ingin menambah anggota yang berbakat seperti ken.
"haah.. bergabung dengan organisasi yang bentar lagi ku hancurkan apa kau sudah gila babi guling?" ucap Ken
"mulutmu begitu pedas" ucap pria gendut itu
" ayo anak muda lawan aku kau telah membunuh adik angkat ku kau harus mati di tanganku." ucap pria kekar dengan darah di bahunya ia telah melepas pisau ken
"oh akan aku buat kau menyusul adikmu... hehe.. hehe..." ledek ken pada pria itu
pria kekar itu memposisikan dirinya dan bersiap menyerang ken pun sama seperti nya.
mereka pun berlari saling mendekat.
thaaang... sreeeiing ting... ting...
mereka pun saling bertukar serangan pedang.
pria kekar itu membelalakkan matanya tak percaya.
'bagaimana bisa tulang muda ini menahan benturan pedang yang sangat keras.. orang biasa mungkin sudah mati rasa pada pergelangannya.' gumam pria itu
pria itu pun menyerang dengan ganas ken.
ken pun terkejut ia hanya bisa bertahan ia sampai sampai tak dapat melihat bayangan pedang yang menyerangnya sangking cepatnya ayunan pedang pria itu.
'sial sistem hadiahnya skill berpedang tingkat master namun saat ini musuh menggunakan pedang.. alamak..' gumam ken
ken terus menangkis serangan serangan itu dengan pedang dan pipa besinya, sambil mengamati gerakan pria itu dengan kemampuan ken silat tradisional tingkat master ia dapat mendeteksi kelemahan serangan itu.
pria itu bukan dengan sengaja bergerak cepat dan menyerang ken terus menerus ia pun juga menggiring ken ke kawan nya, ia hanya mengalihkan konsentrasi ken.
pria gendut itu mengambil ancang ancang dan memusatkan kekuatannya pada kepalan tangannya.
'akan ku hancurkan tubuh mu hingga organ dalammu hanya dengan satu pukulan ini anak muda..' gumam pria gendut itu
setalah jarak kurang lebih 3 meteran pria gendut pun mengayunkan pukulannya hingga tubuhnya sedikit mundur lalu mencondongkan ke depan dengan sekuat tenaga mengarah ke ken.
ken merasakan aura membunuh sangat kuat menghampirinya ken pun siap siap beraksi.
thiiiiiiii....ng
sleeeeb....
Ken memundurkan salah satu kakinya sehingga tubuhnya turun kebawah tangan kanan ken menhan pedang pria di depannya tangan kiri ken menusuk dada pria gendut dari bawah sehingga pedang melalui perut lalu naik ke atas, sedangkan pukulan pria gendut mengenai dada pria di depan ken.
"kaa...aau pikir bisa lolos begitu saja setelah mengacaukan hah..? keluarga Hans tidak akan tinggal diam mereka akan mencari mu dan membantai mu serta keluarga mu" ucap pria gendut itu di sisa nafasnya
mereka semua pun ambruk.
"Hhhaaaaah lelah sekaliiiiiiiii..... " teriak kesal Ken
ken pun meletakan semua senjatanya ia berjalan menuju setiap kamar mencari kelima anak anak itu.
setelah menemukannya ken melepas ikatan dan sumpalan kain di mulut mereka.
"ayo ikut kakak.. kakak akan menolong kalian keluar sini." ucap ken
mereka pun menangis dan memeluk ken.
ken pun menenangkan mereka, setelah mereka tenang. ken mengeluarkan ponsel nya ia menghubungi polisi agar menangkap dan mengamankan kelima anak untuk di kembalikan ke keluarga mereka ken memberi tahu lokasinya.
"adik adik setelah ini akan ada yang pak polisi yang datang menolong adik adik semua, adik adik tunggu di luar rumah ya bersama kakak.." ucap ken
mereka pun menganggukkan kepala dan mengikuti ken
ken pun menunggu di atas motor nya.
ken membuat api unggun di dekat rumah itu agr terlihat sedikit terang.
15 menit kemudian 2 mobil patroli datang ke lokasi, ken pun diam diam menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan TKP.
polisi yang melihat motor di dekat kejadian pergi ia ingin mengejar namun tak jadi saat melihat anak anak menunggu di depan rumah kosong.
Ken pun melajukan motornya menuju ke tempat kos nya.. ia merasa sangat lelah sekali ingin rasanya mandi dan segera tidur.
[Misi Selesai Selamat Tuan Mendapatkan hadiah]
proses penyerapan dan pemasangan pun berlangsung di jalan sehingga membuat ken terpaksa menguatkan diri dan menahan sakit pada tubuhnya.
setelah 25 menit ken telah sampai di tempat kosnya ia memarkirkan motornya, lalu masuk dan segera mandi.
setelah selesai mandi ken keluar dengan menggunakan boxer menuju lemari ia mengambil ponselnya ia ingat ia belum kirim lokasi kepada pihak dealer motor, ken pun mengirim lokasi.
setelah itu ia tertidur dengan memegang hp.
Ke esokan paginya jam menunjukan pukul 8 pagi, ken masih tertidur lelap.
di depan rumah kos berdiri seorang wanita mengenakan kemeja putih yang di balut blazer hitam dan rok di atas lutut serta membawa maps berisikan dokumen, wanita itu berdiri di samping mobilnya sambil memastikan alamat yang ia terima.
ya wanita tersebut tak lain adalah Alice manajer dealer motor yang waktu itu ken membeli motor primadona di dealer itu.
"what... apa aku tak salah atau signal buruk apa benar pria muda itu Kos di tempat ini??" ucap Alice sambil berpikir keras
ia pun melangkah memasuki pagar kos, kos kosan itu hanya terdiri 10 kamar dan terlihat sepi karena kebanyakan mereka sudah berangkat kerja. saat ia menoleh ke kanan di ujung sana Alice menemukan motor pemuda itu.
alice pun melangkah mendekati motor yang terparkir di depan kamar kos, saat melihat nomer kamar itu alice semakin yakin.
"hemm dia membayar secara chas motor namun ia tinggal di tempat ini? ya tuhan yang benar saja ini aduh tau ah.." ucap alice bingung
ia berniat datang sendiri karena ingin mengenal dan dekat kepada keluarga pria muda itu agar mempermudahnya menawarkan produk produknya.
Alice pun mencoba menelepon ken..
suara panggilan pun terdengar hingga keluar kamar. namun tak terjawab Alice pun melangkah melihat ke jendela ia dapat melihat dari sela sela korden jendela kamar terlihat sedikit gelap dan alice pun mengulangi panggilan lagi.
terlihat cahaya terang ponsel yang terdapat di bawah pun menerangi kamar.
"apa dia masih tidur..? di jam segini" ucap manajer muda itu
Alice pun nekat membuka pintu karena ia tak ingin berlama lama.
namun saat membuka pintu cahaya luar masuk menerangi kamar Ken dan panggilan masih berlangsung.
dada alice pun berdetak kencang jarinya terasa kaku dan matanya membelalak.
'sungguh tubuh yang indah' gumam Alice memuji pemandangan di depan matanya ia melihat ken sedang memegang hp dengan tidur telentang.
sehingga mempertontonkan gumpalan otot di dada dan perut, otot kaki otot lengan terbentuk bagus tak kekecilan dan tak terlihat berlebihan.
jantung alice semakin berdebar dan keringat bercucuran saat melihat tonjolan di bawah perut ken.
'ya ampun tuhan rejeki apa yang kau berikan kepada hamba' gumam alice
" haduh kok benjol besar dan panjang gitu ia masih muda loo.." ucap lirih alice
Alice pun bingung harus berbuat apa jika bangunkan otomatis mendekat jika meninggalkan repot kesini lagi.
"Permisi mas banguun..." ucap alice sedikit teriak
alice pun nekat masuk dan mendekati ken.. alice menggoyang tangan ken pelan takut mengagetkan ken sambil matanya nakal mencuri pandang ke tonjolan ken.
Alice bingung "ini orang apa sangat kelelahan ya.."
Alice pun menggoyang tangan ken sedikit kuat goyangannya namun pada akhirnya alice menyerah.
Alice pun dengan nekat mencium pipi ken sambil tangan alis mencoba meraih gundukan itu dan akhirnya tersentuh alice gemetar ia takut ken bangun.
setelah menyentuh lembut dan menggenggam pelan alice pun bangkit meletakan maps di dada ken lalu keluar menutup pintu kamar ken.
dengan nafas yang menggebu gebu dan keringat di dahi dan punggungnya membasahi baju alice.
saat sampai di mobil alice menulis pesan ke ken.
"Tuan Cambler maaf Maps dokumen saya taruh di situ karena saya satu jam membangunkan anda namun saya gagal jadi saya menaruh maps di situ maafkan saya jika saya lancang masuk kamar tuan" isi pesan Alice pada Ken
Alice pun menyalakan mesin mobilnya dan Ac karena tubuhnya terasa gerah sekali.
'haduh ya ampun ken kau membuat aku senakal itu' gumam alice
2 jam berlalu ken pun terbangun ia terkejut saat bangun dadanya terdapat dokumen dan surat motor plat nomer pun terdapat di maps itu terikat jadi satu.
Ken duduk dan melihat Ponselnya ia pun langsung memegang kepalanya.
"ya ampun bagaimana bisa aku seperti ini.. lalu dia masuk dengan kondisiku memakai boxer saja ah ya ampun betapa malunya aku.." ucap ken
ia lalu membalas pesan Alice.
"Maaf kan saya Nona Weeks saya baru bangun saya begitu lelah kemarin malam. saya mohon maaf sudah membuat anda menunggu dan masuk saat saya dalam kondisi buruk" isi pesan ken
Alice yang berada di kantornya pun melihat ada pesan masuk ia melirik jika tidak penting ia biarkan namun saat melihat nama Ken ia mengambil ponsel nya lalu membaca pesan ken.
Alice pun hanya tersenyum dan geleng geleng sendiri di ruang kantor nya.
ken pun berjalan ke lemari pakaian ia ingin mengambil pakaian namun saat di depan cermin lemari ken terkejut saat melihat wajahnya.
ke memiringkan wajahnya untuk memperjelas.
"ini... ini bekas lipstik tapi sejak kapan " ucap ken bingung ia pun mengusap lipstik itu.
"masih basah"
mata ken pun membelalak terkejut.
'apakah alice mencium ku namun atas dasar apa?' gumam ken
ken pun memilih pakaian yang tak jauh bedanya dan tergolong santai.
lalu ia mandi membersihkan diri. setelah 10 menit ken pun keluar ia mengeringkan badan lalu memakai bajunya.
'dari pada aku ke kantor mending aku menyuruh angel datang menjemput ku' gumam ken
ke pun melakukan panggilan ke Angel
panggilan pun tersambung.
"Ya hallo bos,, bagaimana untuk hari ini?" ucap Angel
"yach maaf kan aku, aku baru bangun hehehe.. bisa kah kau menjemput ku" tanya Ken
"ok tak masalah Bos, mohon kirim lokasi anda sekarang" ucap Angel
------- di sisi lain
SPG yang sedang menonton siaran TV dan mengganti chanel TV mencari yang ia ingin lihat namun jarinya berhenti saat melihat berita kota yang hangat pagi ini.
SPG itu pun lalu bergegas menuju manajernya.
tok... tok.. tok
"masuk..." ucap sang manajer
"nona Weeks apakah anda sudah melihat breaking news pagi ini?" tanya SPG pada manjernya
"belum" jawab manajer namun ia langsung menyalakan TV dan saat tv menyiarkan berita.
dengan judul.
( Telah Tertangkpnya Pelaku Penculikan anak yang setahun ini meresahkan warga)
dan saat reporter berbicara dan menjelaskan serta memunculkan foto namun saat memunculkan foto motor sang pahlawan dan mengamati pakaiannya Alice pun mengenalinya.
"Tuan Ken Cambler" ucap lirih Alice namun di terdengar oleh SPG nya
karena yang memiliki H2 hanya bisa di hitung dengan satu tangan dan di dataran kota Waja hanya ada 3 pemilik dan dari ketiga itu paling muda hanya Ken.
"terima kasih infonya" ucap manajer
SPG itu pun pamit keluar
'pantas saja kau begitu lelah,,, dan tak kusangka kau begitu hebat Ken,, aku semakin ingin mengenalmu lebih dekat.' gumam Alice
hal itu pun terjadi bagi yang mengetahui Ken seperti kedua petugas keamanan GH Grup.
"heh.. liat bukan kah itu bos motor itu pakaian itu.. sama seperti bos.." ucap salah satu petugas
"ah yang benar kau yang memiliki motor sport bukan hanya bos kita." ucap salah stu temanya
" hei apa kau tau pemilik motor yang satu merk dengan bos baru 3 orang termasuk bos kita dan coba kau cermati kemarin bos juga memakai pakaian stel itu." ucap petugas tadi
mereka pun semakin melotot melihat tersangka penculikan yang semua mati dan menyisakan satu tersangka, yang tak lain adalah si cungkring yang saat itu pingsan setelah terkena tendangan ken pas mengenai kepalanya.
------- back Ken
20 menit berlalu mobil Angel berhenti di pinggir jalan di sebuah bangunan kos kosan.
Angel memastikan alamatnya sesuai dengan yang di kirim Bosnya.
Angel pun turun dari mobilnya dengan setelan celana kerja abu abu dan atasan warna putih dengan lengan panjang, ia mengenakan kacamata coklat dan rambut terurai panjang dan lebat ia melangkah masuk ke halaman kos. Angel melihat motor Bos nya ter parkir.
Angel pun melangkah menuju kamar Kos itu.
" ini apakah benar atau ah masak sih BOS besar tinggal di tempat seperti ini..? apakah dia ingin benar benar tidak mengekspos dirinya?" ucap Angel lirih sambil berjalan
di dalam kamar
' sistem aku ingin melihat profil ku' gumam ken
'ah nanti saja sistem' jawab ken
[ OK ]
Nama : Ken Cambler
Usia : 20 tahun
Saldo : $ 10.999.9300.000
Poin Sistem : 500 / 1000
Toko Sistem
Kotak Hadiah : Mysteri Box
aura tubuh Karisma 100%]
ketahanan fisik 100% ]
Pencak Silat Tradisional Master
Skill Pedang Master
Pemilik Golden Hill Commercial City
'Ok terima kasih' gumam ken
[Sama sama tuan]
Ken pun membuka pintu ingin menunggu di luar kos kosan.
Ken dan Angel pun terkejut.
Angel yang sedang akan mengetuk pintu namun di kagetkan oleh pintu terbuka.
saat mengetahui itu bosnya Angel menunduk.
'begitu cepatnya dia mengemudi tiba tiba dah sampai sini' gumam ken
"Apakah kamu mengebut angel?" tanya ken
"tidak Bos, hanya saja saya tidak ingin membuat Bos menunggu lama." ucap Angel
"ok mari kita pergi.." ucap ken
ken pun meminta kunci mobil.
" Jangan Bos itu tidak baik... biar saya saja yang mengemudi untuk anda.." ucap angel
" hadeh.. ayo lah jangan terlalu formal walau aku tak ingin identitasku di ketahui paling tidak aku tak ingin seperti itu terhadap wanita.." ucap ken
" sudah resiko saya tuan... maaf tuan sebelumnya namun jika anda yang mengemudi nanti orang akan menganggap BOS adalah supir saya.." ucap Angel sambil menunduk ia takut
" huuuahahaha... hhaha .. bagus lah bagus tak apa malahan seperti itu hahahaha... " ucap ken sambil memegang perutnya
Angel pun menatap Bos nya dengan heran.
ken pun masuk di kursi pengemudi lalu ia menjalankan mobil Angel tak berani di kursi belakang ia di sebelah ken.
ken telah mencari lokasi dealer resmi mobil ia ingin membeli mobil pribadi.
"oh ya jika aku tidur di kantor apa tidak masalah?" tanya ken
" tidak bos,,, masalah untuk siapa itu semua milik anda bukan?" jawab angel
" hahahahaahh.... iya ya hahaha " jawab ken sambil ketawa
'baik lah untuk sementara aku tinggal di kantor saja sehingga rumahku yang ku impikan jadi.' gumam ken
Setelah masuk ke halaman dealer resmi Lamb ken memarkir mobil Angel lalu mereka turun.
'mengapa Bos kesini apa ia ingin membeli mobil?' gumam Angel
ken dan angel pun masuk para pekerja di depan pintu pun menyapa mereka namun yang di panggil ialah.
"Selamat datang Nona ada yang bisa kami bantu.." ucap sang pekerja yang membuka pintu
ken hanya tersenyum.
Angel menunduk dan sedikit menoleh ke Bosnya. Angel tak menjawab sapa an itu ia mengikuti ken melangkah.
seorang pria paruh baya pun melihat wanita yang elegant itu pun lalu mengenalinya. ya pria itu ialah manajer dealer Lamb ini.
"Hallo Nona Weeks tak kusangka kau mendatangi toko kecilku ini.." ucap pria paruh baya itu sambil menghampirinya
Angel melirik dari balik kaca matanya lalu lirikannya pindah ke Bos nya, ken hanya diam ia melihat lihat mobil.
Tony Taylor pun menjulurkan tangannya ingin berjabat tangan dengan nona weeks.
Angel pun menghormati itu ia menerima jabat tangan itu.
"hallo juga tuan taylor" ucap angel
" ada keperluan apa ini nona weeks apa kah bisa saya membantu anda " ucap toni
setelah mengucapkan itu toni melirik ke pria muda yang tadi dengan Nona weeks.
ia berpikir mungkin nona weeks ingin membelikan mobil saudara atau keponakanya.
"oh maaf nona weeks apakah anda ingin membelikan mobil untuk keponakan anda? biar saya pilihkan yang terbaik" ucap Toni
Angel pin terkejut mulutnya tanpa sadar menganga.
'aduh si Bos sih ngapain pakai pakaian itu dan penampilan seperti itu dia akan di rendahkan oleh orang lain..' gumam angel
Toni pun menghampiri ken
ken yang mendengar ucapan toni ken hanya diam ia tak peduli ucapan orang.
Toni berjalan ke ken di ikuti oleh Angel.
"anak muda kau ingin mobil apa?" tanya toni
"anda memiliki produk unggul apa tunjukan ke saya.." ucap ken
" wow selera memang tak jauh namanya juga saudara, bukan begitu nona weeks.." ucap toni
ken melihat angel dengan senyuman di wajahnya.
angel ingin mengatakan sesuatu namun ken memberi isyarat ke angel.
angel pun hanya menunduk.
'pria tua ini tak dapat melihat kondisi apa? kalau arogan jangan seperti itu.. jika terus menyinggung Bos dealer mu ini akan lenyap' gumam angel
" ya ya mari anak muda apa kau suka mobil sport? kami memiliki nya dan baru datang 3 hari lalu dan hanya di produksi di 50 unit dan tersebar di seluruh dunia.. yakni Sian FK 37 warna hitam metalic" ucap toni
" tunjukan padaku..." ucap ken
Toni pun melangkah ke gedung belakang dan memperlihatkan mobil sport yang ia maksud.
ken dan angel mengikuti di belakangnya.
saat melihat mobil yang di maksud toni mata ken langsung bersinar.
'ya ampun ini... ini mobil di impikan tiap pemuda laki laki.. dengan harga yang mahal semu itu hanya angan saja namun sekarang itu di depan mataku dan ini yang limit edition.' gumam ken
angel pun sedikit terkejut jika di lihat dengan modelnya dan di pajang sedemikian istimewa mobil sport ini pasti mahal.
"aku ingin ini,, selesaikan prosedurnya Angel apakah kamu ingin mobil juga?" tanya ken
"Tidak Bo.." ucap angel terputus karena ken memegang pundak angel untuk mengingatkan sesuatu.
ken pun menyerahkan ATM nya kepada angel.
"wwwaaaw... anak muda seleramu cukup tinggi.. kau tanpa menanyakan harganya langsung membelinya wah wah... mimpi apa aku semalam" ucap tony
" tuan taylor sebaiknya kita secepatnya mengurus semua prosedurnya." ucap Angel
Tony pun mengangguk lalu melangkah pergi mengambil mesin gesek dan beberapa dokumen.
setelah itu toni menuju ke meja di loby angel sudah menunggu di sana sedangkan ken ia masih mencuci matanya dengan melihat lihat mobil yang di pamerkan di dealer ini.
'setelah ini aku harus memiliki mobil anti peluru agar lebih aman' gumam ken
setelah semua formalitas selesai angel menggesek ATM ken dan mengetikan kata sandi nya pembayaran pun selesai.
[ Ding Rabat 2x Otomatis ]
[ - 3.600.000 ]
[ + 7.200.000 ]
Saldo [ $ 11.007.130.000 ]
Ken pun tersenyum melihat total hasil rabat.
setelah semua prosedur selesai Angel menerima kunci dan surat mobil akan dikirim ke kantor untuk sementara mereka memiliki surat jalan.
angel pun menghampiri Bos nya dan menyerahkan ATM nya.
"Bos semua sudah beres,, " ucap Angel
"Ok hubungi pihak keamanan kantor untuk mengambil mobilmu disni kita akan menggunakan mobil baru itu." ucap ken
Angel pun sedikit senang secara naluriah ia juga seorang wanita remaja siapa yang tak suka dengan menaiki mobil sport.
"Baik Bos..." ucap angel
lalu angel mengambil ponselnya dan melakukan panggilan tak lama berbincang ia memberi alamat melalui pesan dan menitipkan kunci mobilnya ke Toni.
setelah mobil ken di isi bahan bakar full di dealer itu ken pun masuk ke mobil begitu juga angel...
saat masuk ken dan angel terpana oleh tampilan dalam mobil.
saat mesin mobil menyala deru mobil pun mengaung ke seluruh penjuru bangunan belakang ken keluar dengan pelan pelan karena tidak bagus membuat berisik.
mobil pun turun ke jalan raya dengan wana bodi yang mencolok membuat setiap mata ingin memandangnya.
mobil pun melaju ke Goldenhill commercial city.
namun ken ingin makan dulu karena ia begitu lapar semalam ia hanya memakan snack dan itu pun terkuras habis untuknya bertarung.
"angel apakah kamu sudah makan?" tanya ken
"ya pagi tadi saya belum makan Bos takut telat karena sebelumnya anda mengajak saya pergi ke GH Commercial City" ucap angel.
"haha.. haha . haaaha saya lagi ya.. hahaha.. " ucap ken sambil menggaruk kepalanya
" ok baiklah sebelum ke lokasi kita pergi makan dulu " ucap ken.
-------
Di penjara paul di hampiri patriak white dan ayah paul..
dengan emosi yang tertahan karena di tempat umum dan ia juga merasa malu.
patriak white menghabiskan banyak uang untuk mengeluarkan paul. sang patriak pun mengganti tempat paul dengan anak buahnya yang lain.
setelah sampai di depan penjara paul yang sedang melamun pun melihat siapa yang datang.
seketika rasa di hatinya campur aduk. ada rasa senang, sedih , takut, semua menjadi satu.
saat pintu di buka paul pun disuruh keluar dan anak buah sang patriak pun masuk menggantikan paul.
paul hanya menundukkan kepalanya dan mengekor di belakang sang patriak
mereka bertiga pun keluar dari kantor polisi menuju mobil.
tak ada percakapan sama sekali di antara mereka.
paul melirik ayahnya ia melihat begitu banyak bekas pukulan di wajah sang ayah.
paul pun gemetar ia tak dapat membayangkan apa yang akan ia alami nanti setelah sampai di rumahnya.
setelah 45 menit mereka ber tiga pun sampai di rumah besar keluarga white.
Sang patriak pun turun dan di sambut pengawalnya sang patriak melangkah terlebih dahulu memasuki rumah dan di susul oleh anak nya yang ke dua beserta cucunya paul.
sang patriak pun duduk di kursi keluarga di dalam sudah ada anak pertamanya jhon kakak jody yang merupakan ayah paul.
sang patriak pun menarik nafas dalam dalam, saat setelah itu jody dan paul masuk mereka tak berani duduk mere berdua menundukkan kepala mereka.
"apa yang kamu lakukan akhir akhir ini paul? kau menyalah gunakan kekuasaan dan fasilitas keluarga!!! apa kau sudah merasa hebat? mengancam dan membunuh bahkan kau sudah mengorbankan nyawa pengawal mu untuk kepentinganmu sendiri dan itu pun untuk membunuh seorang bocah yang tak bernilai... apa kau buta paull..??" ucap patriak yang terdengar tegas dan menahan amarah
Patriak pun berdiri menghampiri paul.
saat di hadapan paul sang patriak pun melayangkan pukulan dengn sekuat tenaga.
paul hanya diam dan pasrah ia tau ia salah.
buuugh brrruuuuaaakk aaaahhkkg
paul pun menerima pukulan itu sehingga membuatnya tersungkur dan berguling guling dan giginya lepas dua.
patriak pun menghampiri paul dan mencengkram leher paul.
jody hanya diam dia tak berani berbuat apa apa
paul yang di cengkram pun di lempar ke lantai oleh patriak dengan keras..
buugh uuhhk uhhuuuk..
paul pun memuntahkan seteguk darah. paul pun mencoba berdiri namun badanya terasa gemetar.
"dan kau judy bisakah kau mendidik anakmu ini ha..?" bentak sang ayahnya
jody pun mendapatkan tamparan keras dari sang ayah nya.
"pergi kalian dari sini... dan tanpa fasilitas keluarga.." teriak sang patriak.