White Mask

White Mask
BAB 48



Tubuh ken pun memanas san memerah ototnya yang kaku terasa lebih meregang dan membentuk, keringat bercucuran di tubuh ken.


aaa..... agh......


ken merasakan sakit dan nyeri di sekujur tubuhnya.


"huh..sungguh luar biasa teknik ini ku merasakan lebih ringan tubuh ini" ucap ken lirih ia pun melangkah ke kamar mandi ingin menyegarkan tubuhnya.


setelah beberapa menit ken pun selesai mandi ia pun merebahkan tubuhnya di tempa tidur ia pun tertidur.


 


Keesokan paginya di Markas besar Sekte Tapak Matahari


di sebuah aula seorang wanita paruh baya duduk di kursi tengah dan terdapat para sesepuh dan penasihat.


"Maaf Guru besar lapor 3 hari lagi pertandingan antara perguruan akan di mulai di gedung Waja Expo." ucap salah satu informan sekte tersebut


"Siapa saja yang ikut? beri aku salinannya dan bagi siapa yang berpartisipasi akan aku beri bonus dan juga yang masuk 3 besar akan ada extra bonus!!" ucap Ibunda Melisa selaku penerus sekte TM.


Melisa mendengar perkataan terakhir ibunya pun mengangkat salah satu alisnya.


"Ibu... kelihatannya ibu tidak optimis untuk mempertahankan juara pertama? selama ini kita selalu juara pertama bu.!" protes melisa kepada ibunya


sang ibunda melisa hanya menatap putrinya dengan senyuman.


"Putri Ibu yang cantik, kita tidak boleh terlalu percaya diri, walau percaya diri itu baik. namun roda pasti berputar kita tidak tau bagaimana sekarang kekuatan sekte lain? dan yang sudah kamu ketahui mereka pun semakin pandai membuat obat, ibu sedang memikirkan sesuatu namun semoga saja tidak terjadi." ucap ibunda melisa


melisa dan para petinggi pun merenung mengartikan makna ucapan sang ketua.


 


Di kantor Golden Hill Grup


Para Karyawan sudah pada posisinya untuk melakukan aktivitas angel yang naik ke lantai atas menuju ke ruang kerja nya pun ia melihat pintu ruang bos masih tertutup dan di liat dari kaca pintu terlihat gelap.


"apa Bos Sudah berangkat ya katanya akan ke kampusnya ya namun naik apa bos kan mobilnya aku bawa?" ucap angel ia sedikit heran apa gorden kaca tidak di buka bosnya


angel pun melangkah menuju ruang bosnya ia ingin menaruh kunci mobil milik bosnya


saat angel membuka ruang kerja bos nya ia pun menaruh kunci mobil bosnya lalu ia berjalan ke jendela besar yang full kaca itu dan menyibak gorden sehingga membuat ruang kerja itu terlihat terang dan memperlihatkan desan interior yang indah dan furnitur kelas tinggi.


angel pun terkejut saat mengetahui ada seseorang yang tidur di sofa tamu.


"Bos..." ucap angel


angel pun melangkah mendekat


ia pun menepuk jidatnya.


"haduh bos apa anda tidak telat ini baru awal masuk kampus" ucap angel


angel mengamati bos nya ia tertegun sejenak ia baru menyadari.


"Bos ini sungguh menggoda..." ucap angel


walau angel tak memiliki pengalaman pacaran namun ia sekarang wanita dewasa yang sedikit banyak mengetahui hal seperti itu.


wajah angel memerah matanya mengamati dari atas sampai bawah badan bosnya.


ia bimbang.... tangan angel ingin membelai namun tak jadi. hal itu berulang kali sehingga angel nekat membelai dada dan perut bos nya sambil membangunkan bosnya.


" Bos bangun.." ucap angel dengan tangannya masih mengusap usap dada ken yang bidang dan perut kotak kulit yang putih membuat memperindah tampilannya.


walau tangan angel di dada dan perut ken namun matanya tertuju pada hal yang lain.


"aduh bisa ada ya yang seukuran ini? muat kah?" ucap angel lirih


hal itu membuat kepala angel pusing.


tak berselang lama akibat badan ken di goyang goyang ken pun membuka matanya.


ia pun terkejut.


"angel... mengapa kamu ke kantor pagi sekali" ucap ken seketika langsung duduk.


angel pun mundur dan menunduk wajahnya yang merah tak dapat di tutupi.


ken pun membelalakkan matanya


"ya ampun aku telat 1 jam" ucap ken seraya berdiri.


"bos mengapa anda tidak tidur di kamar bos, mengapa di sofa?" tanya angel


" semalam sebetulnya aku tidur di kamar namun karena sulit tidur aku pindah ke sofa" ucap ken seraya ke kamar mandi


angel meninggalkan ruangan itu.


ken pun hanya cuci muka gosok gigi lalu keluar lagi


ia pun segera memakai baju dan celana lalu mengambil tas dan kunci mobil


ken pun keluar kantornya dan menemukan jack yang telah selesai mengantar kedua adiknya sekolah.


"pagi Bos..!!" ucap jack


"pagi jack. bisa antar saya jack ke kampus saya tak ingin memakai mobil saya atau membawa mobil takut terlalu mencolok." ucap ken


jack pun mengantar ken.


sesampai di kampus ken pun turun dari mobil lalu menyuruh jack kembali ke kantor


ken melangkah menuju ke aula ia melihat para temannya sudah melakukan tugas mereka.


kedatangan ken yang terlambat pun menarik perhatian para senior dan junior.


"hei.... hei... kau sini kau ini anak baru sudah main terlambat saja g punya aturan apa?" ucap senior pada ken


ken pun melangkah menghampirinya.


"maaf kak saya terlambat"ucap ken


senior itu pun masih tak terima dengan ken


"kalo minta maaf sama senior harus membungkuk!!" ucap senior yang belagu itu seraya melayangkan tangan ke kepala ken


ken pun reflex ia memegang tangan itu lalu memelintirnya.


pegangan ken yang kuat pun membuat meringis si senior apa lagi di tambah pelintiran dari ken.


aaa... aw.... aaaaaa


"aaa aw sakit hei lepaskan kau ingin jadi jagoan ha?" ucap senior itu tak mau harga dirinya di rendahkan oleh junior


ken milik senior itu.


"kak jangan main tangan walau kami junior kami di sini bukan menjadi boneka samsak yang dapat kamu pukuli dan tin...das" ucap ken


"dan saya sudah meminta maaf" ucap ken lagi


ken pun melepaskan cengkraman dan plintiran itu


ken tak ingin membuat keributan dengan mereka karen terlalu mudah buat ken.


di kejauhan rita memandang ken dengan bingung.


"bagaimana cara dia menjadi sekeren itu, dia bukan ken yang dulu yang pernah aku kenal." ucap Rita


---------------------------------------------------


Di Golden Hill Grup


jack yang sudah kembali dari mengantar bosnya pun kembali bekerja.


saat ia ke pos keamanan untuk menemani tejo


ia melihat tejo dengan seseorang sedang mengobrol jack tak tau tejo mengobrol dengan siapa karena hanya terlihat punggung pria itu


saat jack sampai dan ia masuk.


tejo dan ketua unit pengawal yang pernah membantu di kediaman weeks menoleh ke jack.


"jack apa yang terjadi kemarin....? dan apa kah benar mereka semua para pelaku memiliki tato yang sama yak no gambar kepala serigala.