
ibu ken tersenyum.
" dia cantik, sopan dan baik nak ibu tak keberatan memiliki menantu sepertinya.." ucap ibu ken
ken dan ayah ken pun terkejut
ayah ken mengetahui siapa keluarga conner.
"ibu jangan bercanda kalau bicara " ucap ken
setelah ponselnya hidup banyak notifikasi panggilan tak terjawab dari nomer tak di kenal dan ada pesan juga dari no tak di kenal, lalu ken memeriksa salah satu pesan dan ada pesan dari sahabatnya menanyakan keberadaanya.
namun lalu ponsel ken berdering
terdengr suara wanita di ujung telpon.
"Hallo Selamat siang apakah ini benar dengan tuan Ken Cambler?" ucap seorang wanita di ujung telpon
"ya benar saya sendiri, ini dengan siapa?" tanya ken penasaran
ken pun duduk menemani ayahnya di sofa untuk pengunjung.
"Maaf tuan saya dari kemarin mencoba menghubungi tuan dan saya mengutus utusan juga untuk mencari tuan, maafkan saya jika lancang namun ini sangat penting karena anda sebagi pemilik Golden Hill Comeraial City yang baru jadi ada beberapa documen yang harus anda tanda tangani." ucap wanita di ujung telpon
ken pun gemetar ia baru saja bangun dan berbicara mengenai bisnis besar yang akan merubah kondisi keluarganya, tak terasa keringt di dahi ken pun menetas.
ken mencoba se profesional mungkin ia menarik nafas dalam dalam dan menenangkan diri.
"hallo tuan apa kah tuan masih disana? atau saya mengganggu? maafkan saya.." ucap wanita itu lagi karena tak mendengar jawaban dari ken
"ya ya saya mendengar semuanya... namun perkenalkan dirimu terlebih dahulu.. " ucap ken
"aduh maaf tuan saya lupa memperkenalkan diri saya... saya Angel Luis Manajer Utama GoldenHill Grup yang di bawah naungan Tuan Ken" ucap Angel
"oh ok... saya akan ke sana beberapa jam lagi.." ucap ken
lalu telpon pun terputus
Angel Luis pun menyeka keringat di dahinya dan dia juga berdebar antara antusias dan kebingungan.
Angel pikir pemilik GoldenHill Grup adalah pria paruh baya namun semua terbalik menurut angel suara yang di sebrang telpon seperti seorang pemuda.
ken lalu menyandarkan tubuhnya ia lalu menghela nafas..
ayah ken melihat perubahan anaknya pun terkejut dan bingung.
"ada apa nak? hmmm ayah lihat banyak perubahan pada dirimu!! apa kamu kerasukan jin laut?" tanya ayahnya
ken pun memiringkan kepalanya dan tersenyum.
"ayah mungkin beberapa hari kedepannya aku akan sibuk setelah ini akan masuk kuliah dan banyak yang akan aku urus di pusat kota.." ucap ken
" ya bagaimana lagi nak memang sudah waktunya namun jangn lupa memberi kbar kepada kami.." ucap sang ayah
ibunya pun menghampiri anaknya.
"nak jaga diri dan kesehatanmu dan benar kata ayahmu utamakan komunikasi dengan keluarga." ucap sang ibu pada anaknya ken
" iya bu... doa ken selalu... " ucap ken
tak lama pintu kamar terbuka dan dokter pun muncul.
dokter yang melihat kondisi ken pun terkejut, walau sudah di beri tahu asistennya namun ini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
" saudara muda apakah kata asisten saya bahwa anda ingin mengajukan pulang sekarang?" tanya sang dokter kepada ken
ken mengangguk
"iya benar dok karena saya merasa sudah baik baik saja..." ucap ken
doker pun masuk lalu mengecek ken.. tak lama pintu terbuka kembali.
dan mereka semua pun melihat siapa yang masuk ke kamar.
Yang datang adlah keluarga Conner, Nyonya dan nona conner beserta 4 bodyguard mereka di belakang mereka, ya setelah Melisa mengajak Ibunya keliling ia menceritakan semua kepada ibunya, dan itu membuat ibu Melisa tertarik bertemu ken.
"Selamat Siang Nyonya Conner dan Nona Conner, anda begitu sehat saya lihat," Sapa sang dokter
" Selamat siang juga dokter ya ini berkat pemuda yang sedang anda rawat " ucap Yovie Conner
Dokter pun terkejut lalu seketika ia menoleh melihat ken.
"Se.. selamat datang Nyonya Conner suatu kehormatan bagi kelurga ku anda berkenan datang menjenguk anak saya" ucap ayah ken seraya membungkuk.
"kau memiliki putra yang tangguh Tuan Ray Cambler" ucap yovie sambil menepuk pundak ayah ken
Yovie duduk di kursi roda menyuruh anaknya mendekat ke tempat tidur dimana ke berada
ken yang sedang duduk di pinggiran ranjang setelah di periksa oleh dokter pun melangkah membuka korden dan menuju Nyonya Conner.
Nyonya Conner dan Nona Conner pun terkejut dengan kondisi Ken yang telah sembuh.
Ken melangkah dan menyodorkan tanganya ke Nyonya Conner untuk berjabat tangan.
"Terima Kasih Nyonya Conner tanpa anda mungkin saya masih di dasar laut dan ntah saya akan bisa hidup atau tidak." ucap ken
Yovie Conner pun tersenyum lalu menerima uluran tangan sebagai jabat tangan oleh ken.
"Tidak Tuan Cambler muda saya yang harus nya berterimakasih tanpa jasa anda mungkin saya masih terbaring lemah di tempat tidur dan tak bisa bergerak.." ucap Yovie pada ken
di sebuah penginapan
rita terbangun ia terkejut dengan kondisinya yang masih tanpa busana dan ada bercak darah pada bagian bwahnya,
ia lalu mengamati sekitarnya dan berteriak...
"Pppaaaauuuuulll....." teriak rita
ia melihat kamar itu sudah kosong hanya ada dirinya ia bangun lalu berjalan menuju meja makan.
rita melihat ada makanan satu porsi dan surat rita membaca surat itu.
'*Rita maafkan aku tidak membangunkan mu karena aku melihat kamu begitu lelah... dan saat pagi hari aku menerima telpon ada sebuah proyek yang harus aku urus namun tenang aku menyewa kamar 2hari 3 malam jadi masih ada waktu untukmu disana,, jika semua urusanku sudah selesai aku akan menjemputmu.
dan itu ada sedikit uang untukmu belanja dan membeli pakaian aku ingin melihatmu semakin cantik waktu bertemu kembali. Salam Paul*'
setelah rita membaca isi surat ia melihat ternyata di bawah surat terdapat uang 1.500 dollar, rita begitu senang walau dirinya terasa perih.. beberapa hari saja rita berkencan dengan paul ia telah menabung uang 3000 dollar.
rita pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah selesai rita mengganti pakaian lalu ia ke meja makan untuk memakan makanannya.
-------- Paul
Paul yang sudah di penjara pun satu sel bersama bawahannya ia menghajar bawahanya.
"mengapa kau menyeretku dalam masalah ini bajingan" ucap paul
"saya di paksa tuan white mereka begitu kejam" ucap anak buah paul tak berdaya
"Wuuuuuuuaaahhhhkk ini gara gara wanita ****** itu...." teriak Paul
"woi bisa diam gag kau... berisik.." ucap salah satu napi
"apa perlunya kau ha...? suka suka aku apa kau tak kenal aku?" ucap paul
"wooiii siapa pun kamu selam kamu di balik jeruji kau sama aja seperti kami.." ucap napi lainya
mereka pun ribut paul di keroyok hingga babak belur wajahnya memar semua.. anak buah paul hanya diam tidak membantu paul dia pura pura kesakitan akibat di hajar paul tadi.
Setelah ken mendapat ijin dari dokter ken pun mengucapkan beribu terimakasih kepada melisa.
ken pun pamit kepada keluarga Conner karena setelah ini ia akan ke pusat kota melanjutkan studinya di universitas Haosan.
ken dan kedua orang tuanya pulang. sedangkan Keluarga Conner kembali ke Markas besar mereka.