
Setelah beberapa menit ketiga mobil berada di puncak bukit dan mobil itu parkir fi hamparan tanah luas di puncak bukit tinggi tersebut.
di atas bukit di tanah lapang berdiri 3 orang 1 diantaranya wanita yakni angel dan 12 orang pria berbadan tegap dan kekar berdiri di belakang.
angel mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
saat panggilan terhubung.
"aku sudah di lokasi" ucap angel seraya mematikan panggilan tersebut.
angel pun mengirim pesan ia mengirim lokasinya saat ini.
angel kembali ke mobil karena di luar sangat panas.
Para pengawal pun menyebar ke seluruh lokasi sambil mengamati sekitar setelah mereka di beri tahu oleh ketua mereka untuk apa lokasi ini dan milik siapa.
"Man,,, luas sekali tempat ini, aku sungguh beruntung ikut seorang Bos besar" ucap salah satu pengawal
"iya bro.. aku membayangkan bos akan mendirikan sebuah markas besar dan banyak pasukan wah aku membayangkannya sudah merinding..." jawab teman nya
"tempat ini dapat memantau daerah sekitar dengan jelas kita bisa menikmati suasana dari sini"ucap pengawal lain
para pengawal ada yang turun ke sisi jalan yang memutar mutar itu.
tak berselang lama rombongan pawai mobil terlihat dari atas bukit.
ada 1 mobil sedan dan di ikuti oleh mobil box, truck dan mobil kontruksi lainya
ketua unit melihat itu pun dari atas lalu melangkah menuju Nona Luis untuk melaporkan situasi.
"Nona Luis mereka sudah tiba" ucap kepala unit
angel hanya mengangguk.
angel yang telah di pasrah-i oleh ken membawa ATMnya untuk melakukan pembangunan pun seketika angel lakukan ia tak ingin menunda nunda waktu.
karena mungkin model yang di sampaikan oleh bosnya juga memakan waktu lama.
beberapa menit mobil sedan tiba di atas bukit, setelah kedua mobil itu terparkir keluar lah 4 orang pria dengan membawa sebuah gulungan kertas dan tas kerja.
angel pun keluar untuk menyambut petugas kontraktor itu.
"Halo Nona Luis,, maafkan saya saya malah membuat anda menunggu begitu lama" ucap salah satu ketua kontraktor itu seraya menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan.
angel pun menyambut jabat tangan tersebut.
"tidak masalah" ucap angel
"Nona Luis bagaimana kalo kita mencari tempat teduh" ucap pria itu sambil matanya menyapu daerah sekitar
"di sana ada pohon rindang Nona luis" ucap pria itu menunjuk sebuah pohon di pinggir lokasi.
angel mengangguk.
ke empat pria itu menyuruh angel jalan duluan, angel pun berjalan di depan mereka bersama dua orang karyawan nya lalu di susul oleh keempat pria tadi.
Di universitas Haosan
Ken yang berada di kelas merasa bosan.
"Ya tuhan aku bosan sekali mengapa aku tidak semangat sebelum mendapatkan ini semua?" ucap ken lirih
[ Misi Rahasia ]
[ Selamatkan Para sandra di sebuah Bank ]
[ hadiah $ 10.000.000.000 ]
ken yang sedang di kelas mendengarkan arahan para senior pun terkejut mendengar misi rahasianya dan hadiahnya.
ken pun melihat jam di ponselnya.
"Astaga,,, tuh kan mendadak bagaiman ini? apa aku..... ah itu nyawa orang banyak dan aku akan menghubungi jack untuk menjemput ku" ucap ken lirih
ia mengeluarkan ponsel dan menelepon jack.
panggilan pun terhubung.
"Halo Jack ya jemput aku sekarang menggunakan mobilku" ucap ken
di depan si senior mengamati ken.
"Woi... kau anak baru bisa sopan sedikit nggak kita lagi di depan lu malah menggunakan ponsel, sini ponsel lu" ucap senior dan senior lain menatap ken dengan sinis dan tajam
di ujung telpon jack mendengar teriakan itu pun terkejut.
"Bos aku akan kesana memberi pelajaran si mulut besar itu biar dia tau dia berhadapan dengan siapa" ucap jack
ken yang sedari menatap senior kampusnya hanya diam.
semenjak ken memiliki kekuatan dan skill yang sistem berikan ken lebih tenang dan percaya diri. mungkin jika sebelum mendapat sistem ken akan diam dan menunduk dia akan menyerang jika di serang, namun sekarang beda.
"tidak usah kotori tanganmu untuk bocah ingusan jack" ucap ken seraya menutup telpon
suara ken pun terdengar oleh teman yang sedang duduk di sisi ken, mereka pun sontak melihat ken.
"dasar bocah bocah berani sekali menyinggung Bos Besar... tak tau apa kalo dia berubah bisa seperti dewa pencabut nyawa." ucap jack ia pun bergegas ke mobil sang bos
mobil sport itu pun meraung raung di setiap jalan.
di depan ken telah berdiri 4 senior kampusnya.
"mana sini ponselmu.... " ucap salah satu senior sambil mengulurkan tangannya ke arah ponsel ken
ken pun tak tinggal diam ia menjauhkan ponselnya dari tangan seniornya.
"aku peringatkan jangan bertindak lebih dari ini walau kau senior" ucap ken
ken masih mengalah ia tau ia salah namun dia takut jika menyakiti para bocah ini.
"woi bocah kau yang kurang ajar nurut napa.." ucap senior yang duduk di kursi dosen
"ya aku salah aku minta maaf tapi tolong jangan ambil paksa ponselku" ucap ken
ke empat senior yang di depan ken pun mendengus kesal.
"Hei kampus ini tak butuh bocah tak tau aturan sepertimu mana sini ponselmu" ucap senior yang berdiri di depan ken
ken mendongak menatapnya.
"ya aku minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi" ucap ken ia sangat tahu para seniornya sebetulnya baik selagi tak bermain fisik
senior yang duduk di depan pun berdiri dan melangkah menghampiri Ken.
"ini sebagai contoh untuk kalian jika tidak menurut dan menghormati senior" ucap senior itu seraya pandanganya menyapu ke seluruh ruangan
ken mengangkat alisnya saat mendengar ucapan senior itu.
ken sedikit bingung ini yang salah jadi siapa? dia sudah minta maaf karena tidak menghargai namun......
baju ken pun di tarik dan di seret ke luar, ken menurut dan mengikuti ia ingin tau sejauh mana para senior ber akrobat.
ken berdiri dan melangkah mengikuti senior yang menarik baju ken.
di luar di depan kelas yang bangunan antara bidang mata kuliah di pisah oleh taman dan gazebo.
" jalan jongkok keliling gazebo 10 kali" ucap senior itu sambil melepas tarikan tangan nya di baju ken.
"aku tak ada waktu untuk pertunjukan sirkus ini" ucap ken
'haduh kenapa aku terjebak dalam dunia plokoto/lawak ini misi yang harus ku selesaikan lebih penting apalagi adanya sandra.
keributan itu pun memicu para senior dan junior kelas lain keluar melihat.
"woi... woi.... ada apa ini, baru dua hari sudah ada keributan tadi pagi ribut sekarang ribut" ucap salah satu senior dari kelas lain
"ini bro ada junior keras kepala dan tak tau cara menghormati senior" ucap senior yang menyeret ken
"hormat apa lagi yang kau butuhkan? kau hanya ingin bermain main kan? kau terlalu dini untuk menjadi preman!!" ucap ken tenang dengan lantang agar di dengar oleh seluruh senior
senior itu melirik ken dengan tatapan bengis
"Kau......." ucap senior di depan ken