
Petugas pun mengambil beberapa set untuk pilihan ken.
"ini tuan beberapa set jas dan blazer" ucap sang petugas
rita pun mendengar suara yang familiar itu lagi.
ia pun mencari sumber suara itu.
dan benar saja ia menemukan seseorang yang ia kenal bahkan pernah dekat dengannya.
"ken???" ucap rita
' bagaimana dia bisa di tempat ini?? biasanya dia akan berpikir 2x sebelum ke tempat seperti ini.' gumam rita
rita pun melangkah menghampiri ken.
"eh..em... sedang apa nih? lama tak jumpa?" tanya rita
ken pun terkejut mendengar suara yang tiba tiba di sebelahnya ia pun menoleh
"Rita..!!" ucap ken
rita pun berjalan menghampirinya dengan gaya yang di buat buat sambil menyibak kan rambut belakangnya.
"ya ini aku..!! apa yang kamu lakukan di tempat ini?" tanya rita
ken pun mengamati penampilan rita dari atas hingga bawah.
"aku sedang menemani teman ku berbelanja, kau sekarang terlihat berbeda sekarang.." ucap ken
"oh pasti dong paul merawat ku dengan baik.. baru beberapa minggu saja sudah seperti ini bagaimana jika selamanya.." ucap rita
"syukur lah ku harap dia selalu berbuat baik padamu" ucap ken lalu mengambil stel jas itu dari petugas dan melihat lihatnya
rita yang merasa di cuekin dengan sikap dingin ken pun kesal.
" idih liat liat baju bagus ada uang nih? jangan sampai membuat temanmu kehabisan uang.. kau sama sekali tak berubah" ucap rita
angel yang sedari dari tadi berdiri diam hanya melihat dan mendengar dari kejauhan pun geram dengan sikap sombong dan menghina gadis yang berada si sebelah bosnya.
'mengapa bos begitu cuek dengan wanita itu, namun bos mengenal wanita sombong itu,, siapa sebenarnya wanita itu,,, ' gumam angel yang terus mengawasi
"rita mengapa ucapanmu seperti itu? kau bukan rita yang ku kenal, dan lebih baik kau jangan membuat gaduh di tempat umum, itu akan menjatuhkan dirimu." ucap ken
"ah bicara apa kau ken.." belum sempat rita menyelesaikan ucapannya
petugas yang dari tadi hanya melihat pun angkat bicara.
"nona ada yang bisa kami lakukan apa kah kau ingin mencari baju atau ada yang lain jika tidak jangan mengganggu dan bikin gaduh" ucap sang petugas
rita yang tak mau harga dirinya jatuh akibat tindakan nya ke ken.
"apa kamu kira pria malang ini akan membeli baju? dia hanya akan mengeluarkan uangnya beli baju di pasar malam. lebih baik usir gembel ini dari pada membuat kotor baju baju baru milik toko ini." ucap rita
"Rita ucapan mu sungguh terlalu" ucap ken sopan
ken dari awal tau rita dan melihat rita di situ hatinya sudah sakit mengingat setiap kejadian. namun ken tetap menjaga sikapnya jika ia ingin mengolok rita pun dia sangat bisa namun bukan itu yang ken inginkan.
"kenapa kenapa sama ucapan ku" ucap rita
rita melirik gaun di etalase pun matanya berkilau
'gaun yang indah aku akan membelinya, ' gumam rita
rita melirik bandrolnya
'300 dolar Hem lumayan lah' gumam rita
"aku mau gaun ini.." ucap rita sambil mengambil tumpukan gaun yang di etalase.
gaun itu telah di coba angel.
manajer toko pun keluar ruangan untuk melihat lihat karena dari tadi ia merasa mendengar ke berisikan. ruangan manajer bersebelahan dengan rak rak di balik etalase.
manajer pun melihat kondisi dan mengamati.
plak.......
berdiri seorang wanita dengan penampilan elegan menggunakan kaca mata coklat rambut hitam panjang kulit putih bersih berdiri di sebelah ken.
"kau berani sekali mengatakannya pria malang dan gembel kamu pikir kamu siapa? lihat penampilanmu seperti wanita jablay" bentak angel wanita yang menampar rita
manajer toko mengangkat kedua alisnya ia mengamati dengan seksama wanita itu dari suara, gaya, penampilan wanita yang barusan menampar wanita sombong tadi.
"CEO Angel" ucap manajer itu dengan lirih
rita yang tersungkur jatuh sambil memegang pipinya yang terasa mati rasa.
angel mengambil gaun yang rebut rita.
"kau tak tau malu dan tak tau diri juga ini gaunku kau mengambilnya dengan sesuka hati mu, dasar" ucap angel sambil mengambil kembali gaun nya
ken yang dari tadi terkejut dengan sikap angel yang tiba tiba datang dan menampar rita hanya dapat melirik angel di sampingnya.
"kau .... kau berani kau menamparku?" ucap rita
manajer pun berjalan menghampiri nona angel.
"apa? kenapa memang? untung aku hanya menamparmu" ucap dingin angel
manajer itu pun berhenti melangkah jantungnya berdebar, siapa yang tak mengenal nona angel?
ken di samping angel pun ia menelan ludah nya.
manajer itu pun melanjutkan langkahnya menghampiri angel, sedangkan rita berusaha berdiri.
angel melihat sang manajer menghampirinya angel menurunkan kaca matanya melihat sang manajer.
manajer itu saat melihat tatapan angel pun berhenti melangkah.
angel lalu memberi kode kepada yang manajer untuk diam.
"siapa kau? mengapa kau membela ken? kau kekasihnya hahahaha kau wanita malang mau saja dengan pria malang dan tak memiliki masa depan hanya mengandalkan wajah nya yang tampan" ucap rita saat sudah berdiri
plak......
tamparan terdengar lagi.
rita pun terhuyung mundur saat rita ingin membalas manajer pun teriak
"nona hentikan jika kau mengganggu pelanggan kami akan saya panggil petugas keamanan agar mengusir anda dari lokasi ini." bentak sang manajer
rita pun menggenggam kedua tangannya.
ken hanya menggelengkan kepalanya namun tak melihat rita.
rita pun pergi dengan rasa sakit di wajah dan malu campur amarah di hatinya.
"Bos mengapa anda diam dan siapa wanita itu?" ucap angel
manajer mendengar itu pun keringat membasahinya.
CEO Angel memanggil pria muda di sampingnya BOS?? berarti pria muda itu pemilik sekaligus bos besar?
angel melirik manajer dan mengisyaratkan dengan jari telunjuk di depan bibirnya menandakan manajer harus tutup mulut.
manajer pun mengangguk.
"nanti saja aku ceritakan gimana gaun mu sudah? aku ingin mencoba beberapa stel jas ini tapi bingung bisa kah kau memilihkan untuk ku? ucap ken
angel pun mengangguk.
rita yang masih berdiri memantau dari kejauhan pun dia hanya diam dan melihat, ia merasa penasaran dengan situasi yang ia alami barusan.
'mengapa wanita cantik itu membela ken dengan begitu kejamnya bahkan manajer membela posisi mereka.' gumam rita
angel pun melihat lihat dan memilih stel mana yang cocok untuk Bosnya.
"Bos ingin berapa stel?" tanya angel
"Hamm 2-3 stel cukup" ucap ken
angel pun menemukan 3 stel jas yang cocok yang 2 stel merupakan jas model kerja namun terlihat gaul dan yang 1 stel merupakan jas model blazer yang tak kalah keren nya.