White Mask

White Mask
BAB 58



Saat setelah sang jendral mengamati ia menemukan siapa yang ia cari.


"Komandan itu wajahnya tertangkap kamera!!! akan kah kita mengambil gambar itu sekarang?" ucap sang bawahan


"tidak tunggu aku melihat prosesnya... dia tidak sendiri mungkin itu anak buahnya.." ucap sang komandan


ia mengamati di tempat duduknya dengan menyangga kedua kepalanya.


setelah setengah jam menonton sang komandan meminta anak buahnya memotong potongan video yang menampilkan wajah kedua orang itu.


'tak tik yang bagus dan kemampuan individu di atas rata rata di usia yang begitu muda' gumam sang jendral


saat mendapatkan potongan foto wajah sang jendral mengambilnya ia tak menyuruh anak buahnya mencari namun ia akan mencarinya sendiri.


sang jendral ingin berbicara sesuatu dengan pemuda yang berada di foto.


Di Gedung Golden Hill Grup


angel yang telah melakukan meeting dengan beberapa eksekutif dan karyawan pun menghampiri ken di ruang kerja nya.


ken yang sedang melihat sketsa desain dari seluruh pembangunan jalan dan rumahnya itu dengan seksama dan serius.


"Tok..tok..tok.."


"Masuk saja..." ucap ken


pintu ruang kerja ken pun terbuka.


"eh angel... ada apa?" ucap ken


angel pun masuk dan menghampiri ken yang sedang duduk di sofa sambil mengamati 3 contoh desain pembangunan.


"Bos saya telah membayar cash semua sesuai arahan Bos" ucap angel


Ken mengangguk walau secara otomatis ia tahu.


"Ya terima kasih banyak" ucap ken


angel duduk di sofa..


ia memandang bosnya dari atas hingga ke bawah.


'mana tau orang lain jika ia adalah bos besar..!! dengan penampilan sederhana ini' gumam angel


"angel aku mau yang model ini... " ucap ken


"baik bos.." jawab angel seraya mengambil contoh ilustrasi bangunan itu.


"Oh ya bagaimana mereka apa langsung bekerja saat itu juga?" tanya ken


"Ya bos mereka datang ke lokasi sekalian membawa para pekerja nya Bos, dan tadi saya dapat kabar mereka sudah mulai menanam pohon tambahan dan menatanya juga area yang di buat taman terlebih dahulu yang sekiranya bukan tempat lokasi pembangunan" jelas angel


ken pun mengangguk.


"Bagus... aku ingin itu segera selesai.. oh ya bagaimana dengan Golden Hill Comersial? apakah ada kendala? bagai mana pembayaran para penyewa?" tanya ken


"itu juga tadi sudah saya bahas di rapat bos,,, setiap petugas penarik juga di bekali pengawal agar merasa aman, dan menutup kemungkinan terjadi sesuatu, hanya ada beberapa yang telat bos" ucap angel


"Angel apakah kamu sibuk hari ini?" tanya ken


"tidak bos setelah melakukan pertemuan dan membahas sebuah target baru saya sedang free" ucap angel


" Ok kalau begitu ikut aku melihat ke lokasi..." ucap ken


"baik bos.. saya akan bersiap siap dahulu." jawab angel


ken hanya mengangguk.


angel pun berdiri dan meninggalkan ruangan bosnya ia pergi ke ruangan nya.


------------- di sisi lain.


Di Kota Matrasu


Di sebuah bangunan yang seperti rumah adat joglo atau pendopo dengan memiliki halaman yang luas, di setiap sisi kanan dan kiri halaman terdapat bangunan petak ada 3 petak tiap sisi..


di sebuah aula pertemuan


"Bagaimana kabar orang yang di perintah ke waja? apakah membuahkan hasil?" tanya seorang pria paruh baya yang memiliki tubuh kurus nan tinggi


para ajudan hanya menundukkan kepala.


"jawab mengapa hanya diam?" ucap pria kurus itu kepada para ajudan nya


"Ma... Maaf Tuanku kami mendapat kabar dari mata mata di waja bahwa kelompok yang ke waja gagal total, bahkan sebagian dari mereka tumbang dan di tahan di kepolisian." ucap salah satu ajudan


sang ketua pun mendengus sambil mengepalkan kedua tangannya.


" bagaimana bisa? dan berapa orang? dari keluarga mana apa kelurga Hans?" tanya sang ketua itu


"menurut Informasi hanya 2 orang Tuan, namun dari keluara mana tidak ada yang tau ia menggunakan topeng dan yang satu menggunakan masker" ucap ajudan tadi


sang ketua pun terkejut.


"AA...apa kau bilang 2 orang? 2 orang saja tidak becus? malah kita yang rugi?" ucap sang ketua


"maaf Tuan ku sepertinya mereka ahli beladiri ." jelas sang ajudan dengan punggung penuh keringat


"hmm... berani mereka ya apakah ingin perang? dari keluarga sekte mana dua orang itu?" tanya sang komandan


"kami tidak tau dari mana tuan namun, saat kami mencoba memeriksa seluruh rekaman CCTV ternyata rekaman itu sudah di ambil semua oleh pihak militer tuan, entah apa tujuan mereka." ucap ajudan tersebut


"hem... apa yang mereka ingin sembunyikan apa identitas kedua pengacau itu?" ucap sang ketua


ketua paruh baya dan berbadan kurus tinggi itu ialah pemimpin Kelompok Kuda Hitam, kelompok itu tak jarang sering ingin menghabisi atau membubarkan sekte sekte yang ada di waja agar tidak menjadi ancaman.


------------------------ Di sisi lain ken


angel yang sudah selesai mempersiapkan semua pun kembali menuju ruangan ken.


saat sudah di depan pintu saat angel ingin mengetuk pintu angel terkejut bukan main.


tiba tiba pintu terbuka dan membuatnya sedikit menjerit.


"Ah....."


Ken pun melirik ke sumber suara.


"maaf membuat mu terkejut" ucap ken sambil tersenyum


mereka berdua pun turun ke lantai dasar dan menuju parkiran mobil ken.


"Bos sebaiknya kita memakai mobil kantor saja" ucap angel


ken pun mengangguk ia paham maksud angel.


setelah melalui perjalanan 20 menitan mereka bersua pun tiba pintu gebang penutup akses jalan pun di buka oleh pengawal Golden hill.


"Selamat Datang Bos Besar.." ucap pengawal itu dengan ramah dan sedikit membungkuk.


"Ya terima kasih" ucap ken


kedatangan ken pun menjadi pusat perhatian para pekerja kontruksi dan pengawal yang bertugas


penampilan ken yang simpel namun berkarisma dan angel yang berpenampilan natural dan sederhana namun elegan.


"heh itu kah Bos Besar Golden Hill? " ucap pekerja kontruksi pada aalah satu rekan kerjanya


ken dan angel yang keluar dari mobi melihat situasi sekitar.


ken begitu takjub melihat penataan taman dan pohon.


'kurasa aku bisa bekerja sama dengan mereka lagi dan membuat perumahan... Ada kan kah aku akan melebarkan sayap ke properti?' gumam ken


ken menghampiri pengawal yang membukakan ia gerbang.


"bagaimana situasi di sekitar sini? apakah aman?" tanya ken


pengawal yang di hampiri ken pun merasa gugup.


"aman bos kami melakukan pergantian jaga." ucap sang pengawal


 


Di sebuah gedung pemerintahan kota waja.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk lah..." ucap pria paruh baya itu sedang duduk dan membaca beberapa laporan di meja kerjanya


"Maaf Pak... saya melaporkan sesuatu dari petugas yang bekerja di lapangan bahwa ada pembangunan jalan aspal sekala besar pak di waja utara, dan menurut info pembangunan itu di lakukan oleh Bos Golden Hill..!!" ucap asisten pribadi pria itu