White Mask

White Mask
BAB 66



Ya memang sebelumnya saat mengajak angel jalan dan berbelanja Ken menceritakan semua termasuk mantannya, angel sangat geram ingin sekali ia menendang kepala wanita iblis itu, namun saat ken menceritakan soal Melisa si nona conner ia merasa tersaingi namun ia bersikap se profesional mungkin di hadapan pria yang menjadi Bos nya sekarang.


Ken berdiri ia memandang jendela di belakangnya dan berdiri di sisi jendela


"kita tunggu kabar dari Nyonya conner, lalu kita berangkat bersama" ucap ken


Angel mengangguk.


"Bos apa perlu kita menolak uang sewa mereka? Sebagai bentuk terima kasih bos kepada mereka?" tanya angel


Ken menggeleng


"tak perlu tetap terima namun nanti kita akan menggantinya dengan yang lebih sepadan" ucap ken


Ken menatap angel


"bagaimana soal lelang apakah sudah memberi tahu tuan weeks?" tanya ken


"sudah bos saya sudah mengkonfirmasinya ke keluarga weeks kita akan datang bersama mereka" ucap angel


Angel mengeluarkan ponselnya.


"namun bos kita dapat email dari pemerintahan!!" ucap angel


Ken mendengar itu ia menaikan satu alisnya


'ada apa ini? Aku tak pernah berurusan dengan birokrasi politik atau pemerintahan!!" gumam ken


Ken menghampiri angel untuk melihat isi email.


"soal apa itu.." tanya ken


Angel pun berdiri dan menunjukan email kepada ken.


"ini soal pembangunan yang sedang bos kerjakan" ucap angel


Ken pun membaca email itu.


"oh jadi begitu ya ya... Walau tidak langsung pada intinya namun ini sudah menyiratkan inti maksud walikota" ucap ken


Angel mengangguk.


Tanpa sengaja dan ken baru sadar saat tubuh mereka berdekatan ken dapat mencium aroma tubuh angel membuat gejolak ken memuncak kembali.


Mereka berdua pun saling tatap dengan jarak begitu dekat.


Angel menatap wajah tampan bosnya itu walau usia mereka terpaut beberapa tahun namun wajah angel yang natural masih tampak awet muda di usianya yang 28 tahun seorang wanita dengan kecerdasan yang alami dan ke sepak terjang yang mengagumkan di usia mudanya itu.


Angel melihat raut wajah bosnya yang memerah dan seperti salah tingkah itu membuatnya menjadi gemas.


'dia memang cantik sangat cantik' gumam ken


Ia beberapa kali menelan ludahnya tenggorokannya terasa kering dadanya berdebar.


Ken juga melihat perubahan angel saat sedang bertatapan ia juga heran biasa angel akan menunduk dan mundur namun ini ia rasa angel menikmati waktu bertatapan dengan jarak dekat dan nafasnya seperti semakin berat.


Tiba tiba


Angel menjinjitkan kedua kakinya


Tangan kanan memegang kepala belakang ken.


Ken membelalakkan matanya dengan kejadian begitu cepat.


angel pun mencium bibir ken


Ken merasakan manis di bibirnya dan mulai basah,ia pun melingkarkan tangan nya ke pinggang angel.


Cukup lama mereka saling beradu lidah.


Sampai saat angel melepas ciumannya.


Angel menunduk.


"Salahkah aku memiliki rasa dengan Bosku sendiri? Aku sudah sekuat tenaga menepis rasa itu karena itu sangat tak pantas, dan tak baik di pandang orang lain" ucap angel


"jangan pernah panggil aku Bos lagi." ucap Ken


Ken memegang dagu angel agar wajahnya terangkat.


"tidak ada yang salah tiap manusia memiliki hak nya masing masing dan jalan nya masing masing" lanjut ken


Angel kembali menunduk wajahnya memerah.


"Maaf aku harus kembali" ucap angel


Ken tak mencegahnya.


Ken baru sadar angel tak memanggilnya Bos lagi.


Itu merupakan ciuman pertama bagi mereka berdua.


Angel pun kembali ke ruangannya ia memegang dadanya yang terasa berdebar debar.


Sedangkan ken ia merasa tak ngantuk setelah melakukan ciuman pertamanya.


'apakah aku dan angel jadian? Tapi dari kita berdua tidak ada yang menyatakannya....!!! Ah biar lah' gumam ken


Ken keluar ruangannya ia ingin turun dan menuju ke pos karena ia mencari teman untuk begadang.


Tak terasa jam menunjukan waktu tengah malam.


Di pos


Tejo dan anak buahnya yang sedang bermain catur ia di kagetkan dengan gerakan di gedung tejo menatap ke arah gedung sebelum bayang ken muncul.


Tak berselang lama ken muncul.


"Bos" ucap tejo lirih


Para anak buah tejo pun menatap ke arah mata tejo tertuju.


"bos kemari ndan.. Apa bos tak istirahat?" ucap salah satu anak buahnya


Ken semakin dekat.


"Bos.. Mengapa anda tidak istirahat dan malah anda keluar malam malam apakah anda membutuhkan sesuatu?" tanya tejo


"tidak aku hanya tak bisa tidur.. Lanjutkan kegiatan kalian aku ingin menemani dan berduduk santai." ucap ken


"Bos mau minum apa teh panas? Jahe? Atau kopi?" tanya tejo


"Jahe saja jo" jawab ken


"Ok bos tunggu aku buatkan" ujar tejo


Ken mengangguk sambil membenarkan duduknya ia mengamati anak buahnya bermain catur dan di meja lain ada yang bermain kartu.


Ken melihat di dinding pos ada gitar.


'ah iya aku memiliki skill bermain alat musik aku akan mencobanya.' gumam ken


Sebelumnya ia tak pandai menggunakan alat musik walau kadang ia ingin belajar namun ia tak memiliki waktu untuk itu.


Ken pun bangkit dari duduknya ia mengambil gitar itu.


Seketika saat ia memegang gitar itu begitu banyak informasi masuk tentang dunia musik.


'wah hebat' gumam ken


Ia pun kembali duduk sambil memegang gitar.


Ken pun mencoba memetik senar namun tiba tiba tangan nya sudah membentuk pola kunci.


Ken terkejut.


Ia pun mengikutinya untuk pemanasan.


Genjrengan yang begitu enak membuat para pengawal menatap ken.


Ken mengeluarkan ponsel nya ia pun browsing sebuah lirik lagu barat.


Setelah menemukannya ken pun memulai memainkannya.


Oh, hush, my dear,


it's been a difficult year


And terrors don't prey on


Innocent victims


Trust me, darling,


trust me, darling


It's been a loveless year


I'm a man of three fears


Integrity, faith and


Crocodile tears


Trust me, darling,


trust me, darling


So look me in the eyes


Tell me what you see


Perfect paradise


Tearing at the seams


I wish I could escape


I don't wanna fake it


Wish I could erase it


Make your heart believe


But I'm a bad liar, bad liar


Now you know


Now you know


I'm a bad liar,


bad liar


Now you know,


you're free to go (go)


Jreng.. Jreng jeng...


para pengawal yang sejak tadi diam dan mendengarkan pun walau tak tau artinya mereka merasakan melayang terbawa irama bosnya.


"Keren..."


Mereka semu pun tepuk tangan.


Tejo yang tadi hanya berdiri dan memegang gelas ken pun seketika meletakan gelas di meja .


"Bos apakah sebelumnya anda pernah kursus bahasa atau musik?" tanya tejo


ken tersenyum ia pun juga tak habis pikir bagaimana ia melakukanya.


"tidak.. Aku tidak pernah kursus" ucap ken


"wah berarti bos memiliki bakat juga di musik bos" ucap salah satu pengawalnya.


Di atas gedung angel yang terbangun dari tidurnya menatap ke arah ken.


"Kau pria yang mempesona Ken. Tak hanya pandai bekerja, bertarung, dan menghibur" ucap angel sambil tersenyum hangat di balik cendela ruangannya lalu ia kembali ke kamar untuk istirahat


Ken pun melanjutkan menyanyi ia sekarang membawakan lagu yang para pengawalnya paham dan lagu merakyat.


Tak terasa malam pun mulai terang menandakan pukul 4 pagi.


Ken pun menyudahinya ia ingin kembali ke ruangannya untuk sekedar merebahkan tubuh.