
ken tertegun sejenak mendengar itu.
'sialan beruang kutub ini asal komat kamit' gumam ken sambil tersenyum pahit melihat benny
"menurut info ia adalah paul, paul mengutus anak buahnya untuk membunuhku 2 hari lalu setelah ku sedekahkan uang makan pada rita, aku pulang dan ada mobil dari lajur berlawanan ingin menabrak ku namun untung motorku kehabisan bensin dan mogok. jadi aku berhenti dan saat mobil itu ingin menabrak aku sempat lompat ke sisi yang lain." jelas ken
" walah walah apa hubungannya paul sama kau sedekah makan ke rita?" tanya benny
"karena aku menghajar paul sampai mukanya seperti badut dan dia tidak terima dan karena paul juga merebut rita dengan cara menjijikan dan juga karena uang..!" jelas ken
"kenap kau tak mengabari ku kita bisa menghajarnya bersama, tuh kan uang... " ucap benny
"ngapain mengabari kamu yang ada entar kamu jadi beban karena babak belur" ejek ken
"sialan lu ken.... gini gini mantan MMA tau.." ucap benny
"dan tau apa yang terakhir membuatku marah.. dia bilang terimakasih telah memberi permata lubang suci dan rita dia bilang begitu binal memang aku saat melihat itu seperti aku tak mengenal rita, dan memang aku menjalani hubungan dengan sehat bersama rita" ucap ken
"uhh sakitnya... hahahaha... biarlah hamil ya dia yang nanggung" ejek benny
"tapi terkadang aku masih tak percaya tau g ben..." ucap ken yang masih ingat betul masa masa dengan rita.
"lalu apa paul akan melancarkan serangan lagi setelah serangan pertama gagal?" tanya benny
"entah lah.. " ucap ken
tak lama ponselnya berdering.
"ya halo.." ucap ken
"ken nanti malam ada 3 pesanan apakah kamu bisa?" tanya manajer pengiriman barang
'haduh aku tak memiliki motor untuk saat ini masak aku harus naik sepeda membawa barang barang itu?' gumam ken
"ya aku usahakan pak... karena motor saya sedang berada di bengkel pak." jawab ken
"ya tak apa yang penting kamu bisa, dan itu entah kamu mengirim menggunakan kendaraan apapun!" ucap sang manajer
"siap pak terima kasih infonya." ucap ken
tak lama panggilan pun terputus.
benny yang ada di samping ken.
"siapa ken? apa kamu menyambi kerja lain?" tanya benny
"iya nih sebagi kurir pengiriman brang pada sore sampai malam hari." jawab ken
benny mendengar hal itu hanya menggelengkan kepalanya.
"jaga kesehatanmu kawan,, aku takut sebelum waktunya kamu tak bisa menikmati kesucian begitu lama akibat sakit pinggang karena wanita juga menyukai permainan lama.." ucap benny lalu melangkah pergi
ken pun bangkit dari duduknya.
"sialan kau ben... ku lempar kau ke laut!!!" teriak ken
"kau bicara apa sih ken emang kamu kuat mengangkat ku lalu kau lempar ke laut?" ujar benny lalu lari meninggalkan ken sedikit menjauh
"hahaha.. hahaha.. hahaha.." mereka pun tertawa bersama
"sungguh sial kedua orang tuamu melahirkan mu benny,, hahahaha.." ucap ken
"ooh kamu membalas awas kau..." ucap benny
"hei anak durhaka hari mulai gelap aku pulang dulu.. kau tidak lupa jalan pulang kan? jangan menyuruhku sebagai penunjuk jalan." ucap benny
"hei bocah mesum aku pulang dulu.." ucap ken lalu iya mengayun sepedanya melaju
setelah ken sampai rumah ia pun bergegas mandi dan makan malam duluan.
lalu ken berpamitan dengan ayah dan ibunya.
"hati hati di jalan jaga dirimu baik baik nak..." pesan sang ibu
"iya bu... hanya doa ibu yang ken butuhkan." jawab ken lalu ken pergi ke kantor pengiriman.
'apa dia serius ingin mengirim barang dengan sepeda?' gumam sang manajer.
ken pun berjalan menghampiri bosnya.
"bos aku sudah datang mana barang yang aku antar?" tanya ken
ken yang sudah memodif sedikit belakang sepedanya agar bisa muat barang kiriman.
"di di sana ken.. " ucap bos nya
ken pun melangkah mengambil barang barang tersebut lalu menatanya di sepeda ken pun berangkat mengirimnya mengirimnya.
'benar benar anak tangkas apa pun kondisinya ia tetap tanggung jawab dan bergerak.' gumam sang bos
ken pun beberapa puluh kilo meter berhenti untuk mengecek lokasi pengiriman melalui alamat tertera, sambil ia istirahat.
setelah mengetahui tujuan selanjutnya ken pun mengayun sepedanya dengan cepat.
'huuhh sialan ternyata capek juga dengan sepeda kaki ku terasa lemas,,, sial sial... aku harus kuat' gumam ken
ia sebetulnya bisa membeli motor lagi dengan uang yang ia peroleh dari penabrak waktu itu namun ken merasa sayang jika kalo uang sudah berkurang.
hari mulai gelap pesanan kurang 2 box lagi.
ken istirahat di sebuah pertokoan yang sedang tutup
"sial kaku ku gemetaran.. " ucap ken lirih sambil memandang kedua kakinya yang sedang gemetar
ken pun melakukan gerakan ringan seperti pemanasan dan lompat kecil.. tak sedikit orang yang melihat ken di jalanan. mereka memandang ken dengan iba
setelah di rasa kakinya mulai normal ken melanjutkan perjalanannya ken memacu sepedanya dengan cepat karena tak ingin sampai tengah malam.
hingga akhirnya ken ke tempat pengiriman terakhir yakni villa yang berada di tebing menghadap pantai.
"ah tempat ini lagi yang menjadi terakhir ken pun memarkir sepedanya ia turun dengan kaki gemetar.
"sial dah kaki ini.... jangan bikin malu ini dah sampai.." ucap ken lirih
kedua satpam yang mengenal ken pun tanpa mempertanyakan langsung membuka gerbang villa. ken pun masuk jalan kaki dengan kaki gemetar.
sesampainya di depan rumah ken mengetuk pintu dan memanggil pemilik rumah.
tak lama pintu terbuka.
yang membuka pintu gadis cantik yang sebelumnya dengan gaun malam yang menawan dengan kulit putih bersih dan rambut hitam sepunggung terurai rapi.
gadis itu melihat ken baik baik saja ia pun senang.
ia mempersilahkan ken masuk saat melihat ken mengendarai sepeda dan kaki ken gemetar.
ken yang menyadari bahwa gadis cantik itu menatap kakinya pun ken merasa malu ia merasa tak berdaya ken hanya menundukkan kepala.
melisa melihat tingkah ken pun tersenyum.
"ayuk masuk dulu istirahat kamu pasti lelah.." ajak melisa
"ah tidak tidak usah saya mau langsung kembali pulang takut kemalaman... dan ini sudah malam dan g baik menerima tamu yang tak di kenal untuk bermain masuk ke rumah." ucap ken menolak dengan sopan
"oh begitu jadi siapa nama mu yang selalu membantu pesananku di malam hari?" tanya melisa
"aku Ken Cambler " ucap ken
"aku Melisa Conner" ucap melisa sambil mengajak jabat tangan
ken pun terkejut gadis yang berwibawa dan memiliki aura kuat ini mengajaknya jabat tangan.
ken pun meraih uluran tangan melisa lalu berjabat tangan.
"nah sekarang sudah saling mengenalkan yuk masuk" ucap melisa
ken yang mendengar hal itu pun menggaruk kepala belakangnya.
ia dengan terpaksa menuruti masuk, walau memang ia ingin masuk dan beristirahat sejenak karena kedua kakinya tak bisa di ajak kompromi.