White Mask

White Mask
BAB 39



Di pinggir jalan Waja barat ken yang sedang menunggu angkutan yang mengarah ke rumahnya.


ken menunggu di sana hampir 20 menitan baru muncul lah angkutan umum ken menaiki angkutan tersebut.


ken melihat kondisi sekitar sektor barat masih asri dan tenang seperti waktu ken masih keliling menjadi kurir.


tak lama ken tiba di komplek kampung rumahnya ia berjalan kaki menuju rumahnya banyak tetangga yang sedang duduk di teras rumah mereka menyapa ken begitu pula ken juga menyapa mereka.


beberapa menit telah sampai ken tak langsung masuk ia berdiri di depan rumahnya.


'rumah yang penuh kenangan sekarang sudah berubah drastis kehidupanku dimana tidak ada satu pun orang yang dapat membayangkannya. dan aku tak akan menjelaskannya jika aku jelaskan tak kan ada yang percaya dan malah bisa bisa mereka gila ingin membunuhku,' gumam ken


tiba tiba ken yang sedang berdiri di depan rumahnya di kaget kan oleh seseorang.


"loh.. kapan datang nak kenapa g memberi kabar...?" ucap ibu ke sambil menepuk bahu sang anak


ke seketika terkejut dan tersadar dari lamunannya ia memandang ke belakang ia melihat sang ibu dan membawa dua kresek besar ibu habis belanja di pasar.


ken pun memeluk ibu nya.


"baru saja kok bu.. ibu kenapa belanja siang hari?" ucap ken yang masih memeluk ibunya


"iya ibu sibuk beres beres setelah buat sarapan ayahmu tadi pagi..!!" jawab ibu ken


"gimana kabar ibu dan ayah?" ucap ken sambil membantu membawa belanjaan ibunya


"kami baik baik saja nak yuk masuk" ucap ibu ken


mereka berdua pun masuk, ken membawa belanjaan hingga ke dapur mengeluarkan isi belanjaan dan menyerahkan ke ibunya agar di cuci dulu.


 


Di Kantor pusat Golden Hill Grup


Jack yang sedang bertugas berjaga dan menemani Tejo di pos keamanan mereka membuka dan menutup gerbang untuk para pekerja yang bagian pengiriman, bagian penagihan, dan mempromosikan serta ada juga yang keluar mendapat tugas untuk mencari info pemilik dan cek lokasi bukit yang di inginkan bos mereka.


Jack yang sedang duduk mengamati kepulan asap tinggi yang menghiasi cerahnya siang hari, ia mengangkat satu alisnya.?


"Bang apakah ada kebakaran hebat? jika di lihat dari kepulan asap itu sangat luas tempat yang terbakar.. dan ini bukan musim panas tumbuhan masih hijau dan segar." tanya jack pada tejo


"entah lah jack mungkin itu rumput kering atau kebakaran rumah akibat konsleting listrik." jawab tejo


tak lama suara dari kejauhan terdengar.


ada mobil Pemadam kebakaran berjumlah 3 unit dan 2 ambulan beserta 2 mobil polisi 1 truck polisi.


mobil mobil itu datang dari arah pusat kota, kedatangan dan kebisingan itu memancing perhatian warga untuk keluar melihat begitu pula jack dan tejo.


"apa yang terjadi mengapa para petugas kepolisian dan ambulan ikut turun tangan" ucap jack lirih


 


Di sebuah pemukiman perkampungan pinggir kota.


Kepulan asap dan jeritan histeris warga menghiasi suasana di sana.


"Bos dari kejauhan kami mendengar suara sirine polisi dan pemadam lebih baik kami meninggalkan tempat ini agar tidak terjadi hal hal yang membuat marah di markas besar," ucap anak buah ketua preman


"ya ucapan mu ada benarnya yuk kita kabur dari tempat ini" ucap ketua kelompok preman itu yang telah memukuli perangkat desa dan kepala desa.


mereka semua pun pergi meninggalkan lokasi tersebut menyisakan warga yang masih bisa berdiri dan berusaha memadamkan api..


melihat tersangka ingin melarikan diri para polisi itu melakukan penembakan dan pengejaran.


sang kelompok preman yang hanya membawa senjata tajam saat ada tembakan hanya dapat tiarap dan sembunyi di balik kap mobil jeep mereka dan menginjak pedal gas seraya menjauh.


para petugas medis mengevakuasi korban luka luka sedangkan mobil pemadam kebakaran segera memadamkan api untuk sebagian polisi membantu melakukan peng evakuasi korban dan melakukan beberapa interogasi. untuk mendapatkan laporan.


 


di rumah ken


ken yang sedang duduk di kursi dan sambil memainkan ponsel nya.


Ibu datang membawa beberapa cemilan menemani sang putra semata wayangnya itu yang sedang duduk.


"nak ini ada beberapa cemilan... bagaimana kuliah mu?" ucap sang ibu seraya menaruh cemilan di atas meja


ken menoleh ke ibunya.


"semua baik baik saja bu... terima kasih bu...!!" ucap ken sambil mengambil beberapa camilan


mereka berdua pun mengobrol panjang lebar.


Angel Luis yang sedang di kantor menerima panggilan dari sang eksekutif kantornya yang sedang mengecek lokasi dengan beberapa karyawan.


"Halo Nona Luis..!!" ucap sang eksekutif


"Ya Halo ada kabar apa katakan.!" jawab angel


"kami telah di lokasi dan kami telah menemukan informasi pemilik lahan ini lokasi milik keluarga weeks dan ternyata ini peninggalan leluhur mereka dan ingin mereka jual untuk melebarkan sayap usaha mereka." ucap eksekutif pada angel


"oh begitu... lalu mereka meminta harga berapa?" tanya angel


"mereka meminta 800 juta dollar Nona Luis.. jika berkenan maka transaksi di lakukan di kediaman keluarga besar weeks" ucap Sang eksekutif


Angel terkejut dengan nominal transaksi yang akan di lakukan oleh Bosnya...


'gila berapa kekayaan sang Bos baru membeli Golden Hill Grup dan baru menerima komisi tahun ini sekarang membeli sebuah lahan bukit dan akan membangun nya' gumam angel sambil tangan kanan nya menyangga dahinya


"Baik.... kalian boleh kembali" ucap angel


"Baik Nona Luis"


------------------------------------------


Di waja bagian selatan.


Di sebuah Mansion ukuran 600 meter persegi itu di dalam ruang tamu yang terdapat meja persegi panjang semua keluarga weeks berkumpul dan membahas pendanaan untuk proyek baru dan membangun sebuah pabrik baru.


keluarga weeks menggeluti usaha kosmetik. berbagai macam kosmetik keluarga ini produksi dari cream, lipstik, bedak, sabun dan lain sebagainya yang meliputi kosmetik.


kecuali cucu pertama keluarga ini yang tak lain adalah alice weeks, alice lebih menyukai usaha di bidang otomotif.


itu membuat sedih kakek alice karena sebagai cucu pertama bukan malah sebagai penerus malah alice memilih jalan berbeda, namun kesedihan sang kakek di obati oleh kinerja ayah alice.


keluarga weeks memiliki 4 anak 3 pria dan 1 wanita.


"Ayah aku telah menemukan lokasi yang bagus untuk pembangunan pabrik kita namun kita memiliki kendala dalam pendanaan dan membeli mesin." ucap anak pertama keluarga weeks juga termasuk ayah alice


"dan sumbangan dari seluruh keluarga termasuk adik adik ku masih belum cukup ayah untuk di katakan sempurna jika di paksakan akan takutnya berhenti tengah jalan.!" lanjut ayah alice