White Mask

White Mask
BAB 43



Mata sang bos eksekutif keluarga Hans yang cabul itu pun berbinar saat membayangkan nona luis.


"Lakukan dan buang semua bukti dan saksi, suruh kelompok dua untuk bergabung posisi mereka tidak jauh dari kalian" ucap sang bos


"Baik Bos...." ucap sang ketua preman


panggilan pun berakhir.


sang anak buah yang di sebelahnya pun memandangi nya.


"Bagaimana Ndan.. apa kata bos?" tanya sang anak buah itu


"Bos ingin memusnahkan keluarga weeks dan itu dengan kekuatan gabungan dari kelompok dua... kita jarah semua dan lenyapkan barang bukti" ucap sang ketua preman itu.


Bos eksekutif tadi pun melakukan panggilan ke kelompok dua yang posisinya tak jauh dari kelompok satu.


ketua kelompok dua yang sedang bersantai di sebuah bangunan di tengah hutan tak jauh dari lokasi kampung yang mereka bakar pun menerima panggilan dari pusat.


panggilan pun di angkat oleh ketua preman


"Halo bos..?" ucap sang ketua


"kalian pergi ke selatan lokasi target keluarga besar weeks mereka semua berada di mansion beserta pemuda itu dan CEO Golden Hill Grup musnahkan keluarga itu dan jarah semua milik mereka lalu hapus jejak jangan sampai ada yang mengetahui. aku ingin CEO itu si gadis dingin nan tangguh itu." ucap sang Bos


sang ketua pun membelalakkan matanya .


'ini proyek besar aku juga harus panen besar' gumam sang ketua preman


"baik bos kami akan segera kesan" ucap sang ketua preman.


panggilan pun ter putus.


"woi ayo kita berangkat ke selatan ke keluarga weeks kita akan panen besar besaran malam ini" teriak sang ketua


"yuhu...."


"siap Ndan..."


"budal kan..."


teriak para anak buahnya.


ke dua mobil jeep hitam itu pun meninggalkan bangunan tempat istirahat mereka menuju ke selatan lokasi keluarga weeks.


tak berselang lama.


" bos lihat ke sana ada mobil jeep dari kelompok 2,," ucap sang anak buah preman itu


sang ketua kelompok satu pun berdiri dan melihat ke arah lokasi yang di tunjuk anak buahnya.


"hem lumayan cepat gerak mereka" ucap sang ketua 1


"woi... kita akan mengkolaborasikan kekuatan kita dengan grup ke 2 untuk menghancurkan keluarga weeks... mari kita kuasai bersama dataran waja ini.." teriak kapten pertama kepada anak buahnya


"siap bos....."


" ratakan bos..."


teriakan bawahan itu


tak lama 2 mobil jeep hitam kelompok dua pun baris menjadi satu dengan kelompok pertama


"Halo kawan lama.. kita akan berkolaborasi lagi kali ini" ucap ketua kelompok grup ke 2 sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan


ketua kelompok satu tanpa menjawab ia meraih tangan itu dan berpelukan kedua ketua itu dan anak buah itu semua ber tato sama di lengan mereka kepala serigala.


kedua bawahan kelompok itu pun bertepuk tangan.


"ayo kita berangkat" ucap salah satu ketua


"yosh......"


"ea............"


para anggota pun mengambil pedang dan golok mereka dan ada juga yang membawa peledak kelompok pengawal keluarga Hans yang di pimpin oleh eksekutif anak buah Ronald Hans mereka membuat dan merakit bom karena mahal dan ijin susah untuk memiliki granat.


ke empat mobil jeep itu pun melaju mengarah ke mansion keluarga weeks.


Alice yang melangkah keluar menuju mobil nya dan ingin kembali ke kantor,


saat di salam mobil ada notifikasi dari ponsel alice.


alice pun mengambil ponselnya seraya menyalakan mobil dan melaju ke gerbang ia melihat ada pesan teks dari ken.


(Jangan keluar mansion firasatku tidak baik, kembali lah atau menunggu lah di halaman kediaman itu akan jauh lebih aman)


isi pesan ken pada alice.


alice pun mengangkat satu alis nya


 


Di dalam kediaman keluarga weeks Kakek Alice mengajak Ken dan Angel ke ruang kerjanya untuk melakukan transaksi.


setelah transaksi selesai


kakek ken pun menyerahkan surat lahan dan membuat surat jual beli agar lebih sah.


[ Saldo $ 11.014.122.200 ]


[- $ 800.000.000 ]


[ rabat otomatis ]


[ $ 12.614.122.200 ]


Ken pun tersenyum.


'huh masih jauh ya untuk di bilang bisa menguasai namun jika ku dorong maka makin banyak yang curiga, namun jika perlahan lahan juga lama haduh....' gumam ken


Ken pun menerima berkas berkas dan menyerahkan nya ke angel.


"senang berbisnis dengan anda Tuan Camblers sang Bos Besar muda" ucap sang kakek dengan senyumnya seraya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


"Senang juga berbisnis dengan anda Tuan Weeks" ucap ken seraya menerima uluran tangan tersebut


 


di jarak 10 meter dari gerbang mobil alice tiba tiba berhenti alice masih bingung untuk berfikir maksud dari pesan ken.


kedua penjaga yang hendak membuka pintu gerbang pun ikut berhenti dan berdiri di tempat.


ia pun mencoba menghubungi ken.


di ruang kerja kakek alice ponsel ken berdering, ken pun mengambil ponselnya..


"alice" ucap ken lirih


angel dan kakek alice pun menatap ken


"ada apa Bos.." tanya angel


"entah lah aku coba angkatnya" ucap ken


"Halo alice ada apa...!!" tanya ken


"halo ken aku tak tau maksud pesan teks mu dan aku bingung namun ini aku berhenti di depan gerbang dan ingin keluar.. sebenarnya ada apa? tanya alice


"aku pun tak tahu hanya firasatku tidak enak" ucap ken lirih namun penuh penekanan dan terdengar jelas oleh kedua orang di sana.


tiba tiba empat jeep itu menerobos gerbang dengan kecepatan penuh.


"yiiihaa..." ucap supir jeep hitam itu


bruaaak... gerbang itu pun terbuka dan ada sau gerbang yang lepas dari tempatnya kedua penjaga yang tak sempat lari pun tertabrak dan mati di tempat.


Alice yang melihat kejadian mengerikan itu di depan matanya pun membelalakkan matanya san tubuhnya gemetar,


suara keras gerbang yang jatuh itu terdengar hingga di ponselnya dan di ruang tamu.


ken yang mendengar itu pun membelalakkan matanya dan tangannya mengepal.


"alice ada apa..?" tanya ken pada panggilan itu


namun tidak ada tanggapan dan terdengar ponsel jatuh.


"halo alice jawab.. arg.. " ucap ken sambil mematikan ponsel nya lalu berlari ke luar.


saat berlari keluar ken menoleh ke belakang.


"Tuan Weeks sebaiknya anda berada di sini dan kunci pintu" ucap ken


angel dan kakek alice terkejut


"ada apa Tuan Camblers?" tanya kakek alice


"ada apa bos apa yang terjadi?" tanya angel


"Angel kau jaga orang dalam aku akan keluar." ucap ken


ken merasa bersalah karena sistem memberi tahu bahwa semua terjadi karena adanya dirinya di tempat itu.


Jack, ayah alice dan paman bibi alice pun berdiri sangking terkejutnya.


tangan alice berusaha memegang stir mobil dan ganggang kopling untuk mundur namun tangannya begitu gemetar ia berusaha menenangkan diri ponselnya jatuh alice pun dapat meraih stir mobilnya dan kopling namun ia terlambat.


mobil alice di tabrak dari depan