White Mask

White Mask
BAB 60



Para pemuda kampung mendengarkan hal itu mereka pun merasa senang.


"kawan kawan... aku akan mengajak kalian kerja di tempatku.." ucap jack


para pemuda itu ada yang mengamati penampilan jack yang menggunakan jas hitam dan berpakaian rapi sama seperti dua temanya di belakang.


"kita akan kerja apa bang jack dan dimana? apakah sama seperti mu?" tanya salah satu pemuda


"Pengawal Golden Hill Grup" ucap jack


"a...apakah bang jack dan kedua teman abang juga pengawal Golden Hill perusahaan terkemuka di kota ini bang" ucap salah satu pemuda itu lagi


jack dan kedua temannya pun mengangguk.


mereka semua pun tercengang.


"loh bukannya pengawal Golden Hill berpakaian safari hitam bang?"


Jack mengangguk


"Ya kau benar bos merubah semua pegawainya yang ia sudah anggap seperti keluarga sendiri dan mengganti pakaian kami memakai jas petugas lapangan, pos semua memakai jas" ucap jack


"terima kasih bang sudah mengajak kami ikut kerja..."


"akulah yang harusnya berterima kasih kepada kalian semua dan para penduduk yang telah menerima ku tinggal disini" ucap jack


"kalian bersiap lah diri" ucap jack


"baik bang" ucap mereka serempak


keributan di balai desa pun menggugah perhatian warga setempat mereka pun melihat apa yang terjadi apa para preman kembali lagi.


saat mereka melihat pria yang mereka kenal mereka pun keluar.


mereka menghampiri jack yang tengah bersama para pemuda


"Jack...." ucap pria tua yang datang menghampiri


jack pun menghampiri pria yang menyapanya.


"pak to... maaf kan aku telah terlambat namun kedatangan ku kesini untuk membangun kembali kampung ini." ucap jack


"jack lihat penampilan mu begitu berubah drastis, namun kamu di cari oleh orang orang jahat." ucap salah satu ibu ibu yang ikut datang


"iya bibi... maaf kan aku telah terlambat datang" ucap jack


"tidak nak jack lebih baik kamu tidak datang mereka sangat jahat" ucap pak to


"Pak mereka sudah tidak ada mereka sudah di hukum semua dan tidak akan kembali ke dunia lagi. dan untuk kepala desa dan para pegawai lainya pengobatan akan di tanggung bosku, dan bos ku akan membangun kembali desa ini ia akan membuatkan rumah rumah untuk penduduk sini" ucap jack seraya bulu halus nya merinding karena gembira


para warga pun ada yang gembira namun ada juga yang tidak percaya.


"bapak bapak ibu ibu Bos bang jack juga mempekerjakan para pemuda di desa ini tadi bang jack dapat telpon dari bosnya" ucap salah satu pemuda


warga lain mendengar itu mereka pun gembira kembali.


"namun nak jack para pemuda akan bekerjaj dimana? " ucap pak to


"di Golden Hill pak tempatku juga bekerja" ucap jack


"nak jack apa tidak ada pekerjaan untuk kami para ibu ibu atau bapak bapak?" ucap ibu ibu warga desa


"pasti nanti akan di carikan oleh bos apa yang cocok" ucap jack


para warga pun tersenyum cerah.


'terima kasih bos' gumam jack


----------------------------- di sisi lain ken


Ken yang tengah melihat para pekerja pun yang semangat ia mengingat waktu ia masih menjadi kuli bersama sahabatnya benny.


'ben.. gimana kabar mu sekarang dan kamu kerja apa?' gumam ken


ken yang menelusuri sekitar proyek di temani angel.


tiba tiba ken melepas jas dan kausnya dan menyerahkan ke angel.


angel sedikit terpana sesaat namun ia bingung


"Bos apa yang ingin kamu lakukan?' ucap angel


"aku ingin keringatku juga ada di bagian ini angel biar aku juga merasa puas akan hasil ku" ucap ken


"Bos itu tidak sepatutnya" ucap angel


ucapan Bos Besar Golden Hill itu pun mengejutkan mandor dan para pekerja.


"dia Bos yang lain dari Bos lainnya.." ucap salah satu pekerja dan di dengar oleh mandor


"Bos di sini sangat panas.." ucap mandor


Ken menatap sang mandor


"berikan aku sekrup dan helm" ucap ken


ken yang membantu para pekerja itu yang sedang membuat gorong gorong dan lubang untuk di tanam tiang lampu.


angel dari kejauhan menatap bosnya


"Bos sangat terlihat bersemangat dan senang" ucap angel


"Benar Nona Luis... Jarang ada Bos seperti bos kita yang tau susahnya menjadi di bawah dan bekerja proyek sangatlah berat" ucap salah satu pengawal


3 jam telah berlalu ken pun saat hendak meninggalkan lokasi tempatnya bekerja sebuah mobil berat pun datang untuk meratakan aspal.


saat mobil lewat di sebelah ken.


"Ken..." teriak an itu mengejutkan ken.


ken yang sangat familiar dengan teriakan itu pun menoleh ke sumber suara.


ken membelalak terkejut.


"Benny......" ucap ken


"Kau.. kau sejak kapan ikut kerja di proyek ini? mengapa tidak mengabari ku?" ucap benny


mandor tercengang melihat anak buahnya memanggil bos besar itu dengan seenaknya


"Woi... kau supir.. jaga .... " ucap mandor terputus saat ken memberi isarat pada sang mandor untuk tidak melanjutkan ucapannya


mandor pun terkejut namun ia hanya bisa diam


ken pun melompat dan menaiki kendaraan yang di kemudikan oleh sahabatnya itu.


"maaf aku tidak mengabari mu" ucap ken pada benny


benny melihat tingkah kawannya yang di tempat kerja pun terkejut


"eh kamu bisa di pecat oleh mandor mu jika bermain main di proyek besar ini" ucap benny


perkataan benny dapat di dengar oleh pekerja lainya


ada pekerja lainya yang tercengang ada juga yang menahan tawa


"hahahaha.. tenang saja tak apa kan hanya sebentar" ucap ken


ken dan benny pun bekerja bersama dan mereka melakukan percakapan tukar cerita dan kadang bercanda.


---------------------------- di sisi lain Paul


Paul yang sedang santai di apartemen rita yang baru saja pulang dari kuliah.


tiba tiba ponselnya berdering


paul mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya


"Kakek" ucap paul


paul pun segera mengangkat panggilan itu


"Halo kakek.." ucap paul


"kau berada di mana paul? ini kakek bersama ayahmu berada di kota waja" ucap sang kakek paul


kakek paul sudah memaafkan kelakuan cucunya itu sudah lama asalkan cucunya mau kuliah dan bekerja keras.


"kakek sama ayah ada keperluan apa di waja?" ucap paul sedikit terkejut dengan kabar ini


"Kakek mendengar keluarga hermawan mendapatkan proyek besar di waja kakek ingin menyatakan kerja sama atas proyek itu" ucap kekek


"Kek aku ada di penginapan tak jauh dari kampus ku.. kakek posisi dimana sekarang aku akan datang menyusul" ucap paul


kakek paul pun mengirimkan lokasinya dan paul pun bergegas keluar dan menyusul kakeknya ia ingin mengambil hati sang kakek kembali


paul pun meninggalkan rita yang sedang keluar ke minimarket mencari jajan cemilan dan minuman untuk mereka berdua, namun rita tak tahu bahwa paul sudah pergi