
.Setelah masuk kamar mandi ken pun mencabut jarum infus yang sudah lepas dari selangnya karena getaran hebat waktu penyatuan keahlian waktu itu.
ken pun terkejut mengapa saat melepas jarum ia tak merasakan apa apa nyeri sakit pun tidak terasa pada kulitnya.
sedangkan ibu yang telah mengantar ken kemar mandi pun menghampiri suaminya dan membantu suami nya untuk menyiapkan makan pagi mereka di meja.
"kelihatanya ken baik baik saja ya yah" ucap istrinya pada dirinya
"iya.. ayah juga heran jika mendengar cerita dan kronologis kejadian ayah merasa lemas waktu mendengarnya, ia juga merupakan harapan kita satu satunya" ucap ayah ken
'halo sistem kamu sedang dimana apa kah kamu sedang sedia?' ucap ken
[ Ya Tuan..]
'ada yang mau aku tanyakan tentang kepemilikan Golden Hill Commercial City, apakah benar bukan itu terlalu tidak mungkin sistem.' gumam ken
[ Apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin tuan dengan kekuatan sistem]
'lalu mengapa sampai sekarang aku tidak memiliki kabar atau berita tentang itu atau seseorang menghubungi ku?' tanya ken dalam benaknya
[ Bagaimana Mereka bisa menghubungi tuan jika nomer tuan tidak aktif ]
ken pun lalu menepuk jidatnya.
'iya ya hp ku mungkin error karena basah kena air saat tenggelam' gumam ken
ken pun melepas baju medis yang menutupi tubuh nya.
ia pun terkejut melihat perubahan tubuhnya.. begitu banyak otot terbentuk begitu sempurna di setiap inc kulit tubuhnya.. di tambah kulit putihnya menambah kesan yang maskulin..
'mengapa tubuhku tiba tiba berubah seperti ini...' gumam ken
[ itu efek dari penambahan kemampuan yang tuan dapatkan, dan perubahan otomatis tuan itu merupakan perubahan secara instan, jika tubuh tidak menyesuaikan dengan kemampuan yang tuan dapatkan akan berakibat buruk pada tubuh tuan karena daya tampung kurang]
'oh jadi seperti itu.. mangkanya aku merasakan sakit dan ada banyak pergerakan di dalam tubuh ku ' gumam ken
dan ia juga terkejut setelah melihat ke bawah.
[ itu baru ketahanan fisik yang tuan peroleh itu dapat di lihat secara langsung dan rasakan namun untuk karisma hanya orang lain yang dapat pancaran aura tuan ]
'apa kamu dapat melihat sistem' gumam ken
[ apa yang tuan lakukan sistem melihatnya tuan ]
ken merasa ingin sekali menutup mata sistem ia begitu malu..
setelah mandi ken keluar kamar mandi dan berganti pakaiannya dan menjemur ponselnya dan ternyata ponselnya audah di pisahkan dengan kartu sehingga memudahkan ken untuk mengeringkan hpnya.
dan melangkah menemui kedua orang tuanya yang telah menunggu untuk melakukan makan pagi.
sekitar sepuluh menit suster pun masuk ruangan ken untuk mengganti infus.
namun saat masuk suster tersebut di buat terkejut dengan apa yang ia lihat.
".. tuan cambler bagaimana anda bisa melepas jarum infus dengan mudah dan melakukan kegiatan serta mengganti pakaian." ucap suster pada ken yang sedang makan dengan kedua orang tuanya
" oh ini tak sengaja ku lepas saat mandi tadi karena menggangu kegiatan ku. dan juga aku merasa baik baik saja terimakasih atas kerja keras anda suster." ucap ken
Suster dan kedua orang tua ken pun itu hanya melongo mendengar penjelasan ken.
"hei bagaimana kamu sekarang begitu ceroboh dan bertindak semau mu...?" tanya sang ayah
" suster hari ini aku ingin pulang, karena bentar lagi akan memasuki awal kuliahku.." ujar ken yang belum menjawab ucapan ayahnya hanya senyuman yang di lempar ken sebagai jawaban.
" namun menurut prosedur harus menunggu 7 hari.. namun saya akan mencoba berbicara kepada dokter yang menangani anda .!!" ujar suster itu
" baik lah terima kasih banyak sus... atas kebaikan suster merawat ku " ujar ken sambil tersenyum
di sebuah bangunan persegi dan memiliki tembok pagar yang cukup tinggi.
"hah....."
"hiya....."
" satu... dua..."
"kuat kan kuda kuda kalian..."
" ini kuat kan pukulanmu dan jangan miring begini lurus "
berbagai suara latihan terdengar.
namun tiba tiba suara gemuruh itu berhenti ketika pintu gerbang terbuka.
mereka yang sedang latihan tanding, latihan fisik, latihan ringan pun berhenti dan mata mereka ter tuju pada pintu gerbang yang di buka oleh beberapa senior.
wanita muda dan beberapa pengawal berjalan masuk.
"heh... ada wanita cantik siapa dia mengapa dia ada di sini?" ucap junior murid baru
"Hus kau mau di cincang? dia putri pendiri perguruan ini dan ku dengar dia juga seorang ahli" ucap junior lama
" oh begitu.. maaf maaf aku tidak tau.. " ucap junior baru badanya gemetar takut dapat hukuman jika ada murid lain dengar
" ingat baik baik wajahnya jangan sampai buat masalah jika ketemu" ucap junior lama
junior itu pun mengangguk.
melisa yang sudah tiba di Markas Besar pun di sambut oleh murid dan senior..
"Selamat Datang Nona besar" ucap semua murid dan senior
"Terima Kasih lanjutkan kegiatan kalian" ucap Melisa menjawab sapaan mereka dan bergegas masuk menemui ibunya.
setelah memasuki ruangan kamar ibu melisa melangkah menghampiri ibunya yang di jaga 2 asisten perawat dan 4 body guard di depan pintu mereka berjaga bergiliran.
"Selamat pagi ibu bagaimana kondisi ibu sekarang..?" tanya melisa kepada ibunya yang sedang tidur lemah
"Pagi gadis cantik ibu... sekarang ibu sudah membaik,, gimana kabar anak ibu ini?" tanya sang ibu melisa
" aku baik baik saja bu... " jawab melisa
" kamu bekerja keras nak untuk mendapatkan obat ibu ibu sangat berterima kasih.. namun apakah sudah tidak ada penghambat atau pengganggu nak?" tanya ibu melisa
"sama sama bu..." jawab melisa sambil tersenyum pada ibuya
" ya setelah sekian bulan mengalami halangan pengiriman, jadi melisa berinisiatif untuk mengelabui pengiriman dan mengganti metodenya agar tidak di curigai oleh pesaing kita bu.. dan syukurlah itu berhasil dengan lancar walau ada kendala sebelumnya " jelas melisa
mereka berdua pun bersama dan mengobrol melisa memapah ibunya menggunakan kursi roda dan berkeliling melihat kegiatan perguruan mereka dan agar ibu dapat menghirup udara segar.
melisa begitu bahagia mengetahui kondisi ibunya telah membaik.
di sebuah apartemen bintang lima, di sebuah kamar
setelah paul menyelesaikan makan nya ia bersiap siap untuk pulang karena ia telah satu minggu pergi dan paul berencana meninggalkan rita sendirian di kamar hotel yang memang paul sengaja menyewanya 2 hari 3 malam agar bisa meninggalkan rita.
paul sedikit baik hati karena jika meninggalkan rita dengan kondisi tak sadarkan diri dan waktu menyewa habis rita bisa di usir dengan linglung nya.
saat paul sudah mempersiapkan diri.
pelayan yang bersama rita pun merapikan diri dan menghampiri paul.
"tuan terima kasih banyak telah memberi saya hadiah besar di pagi hari.." ucap pelayan yang telah melakukan eksekusi terhadap rita
"ya tak masalah aku pergi dulu.. dia masih memiliki waktu disini." ucap paul seraya keluar kamar hotel.
sang pelayan yang di tinggal berdua dengan seorang gadis yang tak sadarkan diri itu pun senyum menyeramkan muncul di wajah nya.