
"apakah kau menyukainya ku lihat kau selalu memandanginya dan terkadang memainkannya?" tanya ken
"iya bos ini baru pertama kali aku memakai di belikan perhiasan" ucap angel
ken pun memahami baginya ia pun juga pertama kali di tempat ini, dalam hati ken entah apa ini nyata atau mimpi ia benar benar sangat minder jika tidak ada sistem yang memberinya modal.
ken ingin mengangkat derajat keluarganya, namun ia ingin secara bertahap agar kedua orang tuanya tidak curiga. ken ingin menjunjung tinggi nama besar keluarga ayahnya Cambler.
angel melihat sang bos merenung.
'kenapa si bos merenung apa ia memikirkan wanita tadi, oh aku tadi ingin menanyakan tentang siapa wanita itu' gumam angel
"Bos boleh aku menanyakan sesuatu!!" ucap angel dengan hati hati..
ken pun mengarahkan pandangannya ke angel.
"silahkan saja tanyakan apa yang ingin kamu tanya kan jika aku bisa menjawabnya akan aku jawab jika tidak kita cari topik lain." ucap ken sambil senyum
"Bos sebenarnya siapa wanita tadi? mengapa ia begitu mengenalmu, namun mengapa ia begitu merendahkan mu, lalu mengapa engkau diam saja?" berbagai pertanyaan angel lontarkan padanya
membuat ken sedikit terkejut akan deretan pertanyaan itu.
"dia mantan kekasihku dan kami menjalani hubungan selama 3 tahun, karena dirinyalah aku keluar dan seperti ini, kami menjalani hubungan secara sehat namun saat itu keadaanku jauh di bilang baik. dengan uang yang haru ini cari hari ini habis besok cari lagi.." ucap ken
"huft sungguh miris nasib ku dulu..." ucap ken tak berdaya
"saat kami keluar kencan motorku mogok di tengah hutan dan itu pun malam hari,, perjalanan menuju rumahnya juga memakan waktu yang lumayan, sehingga akhirnya tiba tiba datang teman satu sekolah namun beda kelas datang membawa mobil dan merayu kekasihku.. naas nya ia mau ikut dan aku tidak berpikir negatif tentang itu,, karena aku mempercayai kekasihku dan aku mengenalnya dan dia pula yang membuatku mabuk cinta... namun pemikiran dan pemahamanku tentang nya salah besar saat setelah motorku selesai ku perbaiki aku menuju rumahnya hendak meminta maaf padanya.namun saat aku sampai yang ku lihat mobil teman satu sekolahku itu dan aku pun masuk dan apa yang aku lihat membuat ku hancur berkeping keping wanita yang ku jaga dan ku kasihi se binal dan berada di atas pangkuan pria lain itu hanya karena uang 1500 dolar. aku sudah menjelaskan padanya pria itu buruk namun malah aku di tampar olehnya san di usir" jelas ken panjang lebar
angel yang mendengar itu semua hatinya ikut sakit ia tanpa sadar menetes kan air mata dan tiba tiba tangannya meraih tangan bosnya ia genggam erat.
"sabar ya bos... mungkin dia bukan jodohmu.." ucap angel sambil mengusap air matanya.
ken pun membalas genggaman itu dengan tangan satunya.
"ya itu pasti" jawab ken sambil senyum
makanan mereka berdua pun tiba
"ini tuan nyonya pesanan anda.." ucap pelayan
"terima kasih" ucap angel
pelayan itu pun meninggalkan mereka berdua
mereka berdua pun menyantap hidangan yang mereka pesan.
saat tengah asik makan tv resto yang sedang menyala menampilkan berita siaran ulang yang lagi panas tadi pagi.
ken pun tak tertarik tentang menonton tv jadi ia tidak melihatnya sama sekali.
namun beda dengan angel ia melihat namun seketika matanya membelalak dan ia menaruh garpu dan sumpitnya.
"BOS" ucap angel lirih
ia melihat pakaian stel pria yang di video pendek dan motor yang di kenakan.
'bos kemarin pertama datang ke kantor mengenakan stel pakaian itu dan motor itu' gumam angel
angel pun melirik ken, ia melihat ken yang sedang asik menyantap makanannya.
angel merasa bangga dengan bosnya namun juga khawatir pada keselamatan bos nya jika musuh mereka mengetahui siapa pria yang ada di tv itu.
ken berhenti makan ia merasa angel menatapnya.
ken pun menatap angel.
"bos tolong lihat tv itu" ucap angel
ken pun otomatis menoleh ke layar tv ia pun terkejut.
"astaga aku masuk tv, siapa orang kurang kerjaan merekam ku..?" ucap ken lirih
angel pun hanya dapat membelalakkan matanya.
'bos menanggapi ini dengan santai..? wah gawat.. nanti saja aku jelaskan saat pulang..' gumam angel
ken pun menoleh ke kanan dan ke kiri resto, resto yang masih sepi pengunjung.
ken pun melanjutkan makannya.
beberapa menit kemudian mereka berdua menyelesaikan makannya.
"bos yuk kembali takut kemalaman" ucap angel
"ah ya benar juga kamu" ucap ken
mereka berdua pun bangkit ken menuju kasir untuk melakukan pembayaran setelah itu mereka berdua menuju lantai bawah menggunakan lift.
saat sampai di lantai dasar angel mengajak ken ke lemari penyimpanan ruangan basemen dekat parkiran merupakan tempat khusus petugas keamanan menaruh perlengkapan san lain sebagainya.
di sana telah standby 2 orang petugas.
"Hormat Bos Besar semoga sehat selalu" ucap kedua pengawal
mereka melihat angel pun memberi hormat angel masuk dan menuju lemari ia mengambil tas belanjaan kedua tangannya penuh ken melihat itu ia ingin membantu namun para pengawal sudah siap siaga.
"Nyonya Luis biar kami yang membawakannya untuk anda dan Bos Besar" ucap kedua pengawal
angel pun menyerahkan tas belanjanya ke mereka
angel dan ken pun melangkah menuju mobil dan di ikuti oleh kedua pengawal.
dari kejauhan di kedai di halaman gedung seorang gadis menatap punggung mereka berdua!
" bukanya itu ken dan wanita sialan itu? kemana mereka dan mengapa kedua pengawal itu membawakan belanjaan mereka?" ucap rita lirih
saat sampai di mobil ken membuka pintu mobil sportnya dan kedua pengawal itu menaruh barang belanjaan di kursi penumpang yang kecil di bagian belakang.
setelah selesai kedua pengawal otu berdiri di sisi mobil.
ken dan angel pun masuk mobil.
ken membuka kaca mobil ia memberi tip untuk mereka.
"jangan Bos kami tidak meminta imbalan apa pun kami sudah bahagia dapat bekerja untuk Bos Besar" ucap salah satu pengawal
"tidak apa ambil saja... terima kasih atas kerja kerasnya dan tetap pertahankan itu" ucap ken
pengawal itu pun dengan terpaksa menerima uang pemberian ken.
"terima kasih banyak bos,,, kami akan selalu memberikan yang terbaik" ucap kedua pengawal
rita pun membelalakkan matanya.
"mobil siapa itu? apakah mobil wanita itu? atau ken mendapatkan gadis keluarga orang kaya?" ucap rita penuh tanda tanya di kepalanya
ken pun menutup kaca mobil ia pun menyalakan mesin mobil dan pergi ke markas besar Golden Hill grup, untuk menemui jack dan kedua adik jack.