White Mask

White Mask
BAB 36



ken telah berada di luar gedung itu ia melihat sekitar tampak sunyi dan terdapat kabut putih menandakan dinginnya malam itu.


ken duduk di kursi taman.


ia memikirkan apa yang di katakan oleh tejo semu benar, sekarang sistem memberikan misi dan isi misi tersebut selalu menolong tak jauh dia akan berhadapan dengan musuh musuh nya yang saling berhubungan, dan itu akan membahayakan orang di sekitarnya jika musuh mengetahui identitas ken.


'sistem..' gumam ken


[Ya Tuan]


'tolong buka toko sistem' gumam ken ia ingin mempelajari banyak tentang sistem yang menyatu padanya dan dia belum melihat isi toko sistem.


layar pun muncul di benaknya dan memperlihatkan kolom berbagai katagori yang ingin dia cari.


'lengkap juga namun harganya juga mahal hahahaha' gumam ken


ken memilih aksesoris banyak muncul dari perhiasan yang sangat mahal dan jarang di temukan ken melihat lihat semua isi kategori di menu itu.


Ken melihat sesuatu yang menarik sebuah topeng menutup kedua mata dan hidungnya toping itu memiliki ukiran yang unik.


ken membaca keterangan topeng itu ia tertarik.


topeng itu memiliki aura bawaan yang sangat kuat dan ganas pemilik akan merasakan dan tanpa sadar kekuatannya kelincahannya daya tubuhnya menaik karena efek topeng itu namun yang membuat ken benci adalah harganya.


'apakah semua ini merupakan kebetulan atau apa?' gumam ken bingung.


ken tanpa berpikir panjang ia membelinya.


topeng itu dipilih ken pun menghilang dan tiba tiba di sabuk pinggangnya ada yang menyanggah ken pun mengangkat bajunya ia pun melihat topeng itu terikat di ikat pinggangnya.


ken pun melanjutkan pencarian ia melihat lihat kembali, ken terkesima oleh rompi tipis namun anti peluru dan bom.


'ya ampun rompi yang tak seberapa tebal itu kegunaannya mengerikan juga' gumam ken


jack keluar gedung Mess mencari bosnya.


jack melihat bosnya sedang duduk di kursi taman seperti sedang memikirkan sesuatu.


jack menghampiri ken


"Bos sedang apa anda di sini? ayo masuk yang lain ingin minum apa kah bos ingin ikut?" ajak jack


ken pun tersadar dari kehidupan nya ia menoleh ke jack.


'haduh aku g pernah minum minuman keras gimana ini?' gumam ken


"ya nanti aku menyusul suruh mereka mulai duluan" ucap ken


angel keluar kamar karena kedua gadis kecil itu sudah tidur pulas.


saat ia keluar ia mendapati para pengawal sedang makan dan ada yang mengeluarkan botol bir.


'mungkin mereka ingin pesta ya biarkan saja mereka memiliki kehidupan mereka masing masing' gumam angel


para pengawal saat melihat Bu Bos mereka, mereka pun seketika berdiri dan memberi hormat.


"Selamat Malam Nona Luis " ucap mereka


angel hanya mengangguk matanya menyapu sekitar.


"dimana Bos Besar?" tanya angel


"Bos sedang di luar Nona katanya ingin menghirup udara segar malam hari, padahal malam ini dingin di luar" ucap tejo


angel pun berjalan keluar gedung saat di pintu ia menemukan jack sedang bersama ken.


"oh ya jack dalam waktu dekat lindungi Bos Angel aku ada keperluan pribadi dan mungkin jarang ke sini." ucap ken


"baik Bos, siap laksanakan" ucap jack


"menurutmu apa yang akan di rencanakan keluarga Hans?" tanya ken


"maaf bos, mereka sulit di tebak, namun yang pertama mereka akan mencari pelaku penyebab terbongkarnya penculikan anak bos, lalu mungkin mereka akan mencari onix yang tak kunjung kembali bersama anak buahnya." ucap jack


"apakah mereka akan menyakiti penduduk kampung? untuk membuka mulut?" tanya ken


jack pun terkejut ia membelalakkan matanya.


karena hal itu mungkin bisa terjadi karena keluarga hans memang suka membantai dan menyakiti siapa saja.


"bos.. saya tidak sampai berpikir ke arah situ namun... namun bisa saja itu terjadi tapi entah kapan.." ucap jack


ken pun menyandarkan dagunya ia berpikir


angel berjalan menghampiri mereka berdua


Jack dan ken menoleh ke angel


"bos ayo masuk di luar dingin." ucap angel


"angel antar aku pulang aku ingin istirahat sejenak, dan besok mungkin aku tidak berkunjung seperti yang ku katakan sebelumnya." ucap ken


"baik bos, saya juga sekalian ingin pulang" ucap angel


jack pun masuk ke gedung karena ken menyuruhnya untuk dia ikut bergabung dalam acara minum minum.


"bos mengapa anda tidak ikut minum?" tanya angel sambil melangkah ke arah mobil nya


ken pun berdiri dan menyusul angel


"tidak, aku tidak pernah minum aku takut nanti mabuk" ucap ken


angel tak menjawab iya masuk ke mobil begitu pula ken


angel pun menyalakan mesin mobil dan menuju gerbang, gerbang pun di buka oleh petugas lalu mobil angel melaju menuju kos kosan ken.


"Bos katanya anda ingin tidur di kantor?" tanya angel


"ndak ah nanti nanti saja.." jawab ken


"angel apakah hubungan kelompok kita dengan keluarga conner baik?" tanya ken


"sejauh ini baik baik saja Bos ada apa?" tanya angel


"tidak ada apa apa... karena keluarga itu pernah menolongku.." ucap ken


"kau tinggal dimana angel?" tanya ken


"saya tidur di apartemen Bos," ucap angel


"bukanya di Gedung Commercial kita memiliki apartemen?" tanya ken


"iya bos namun tak enak saja jika tidur di sana namun tak membayar!!" ucap angel


"namun di sana kan jauh lebih aman.." ucap ken


"iya sih bos.. ya nanti kupikir pikir lagi deh.." ucap angel


tak lama mobil sampai di kos kosan ken


ken pun turun.


"terima kasih atas tumpangannya hati hati di jalan" ucap ken pada angel


"sama sama bos" jawab angel


angel pun melaju pergi


ken melangkah masuk ke kos kosannya...


------------------


di tempat lain di apartemen di sebuah kamar.


terdengar... erangan.. *******.. jeritan.. tangisan


rita yang sedang di ikat kedua tangannya dan kakinya di tepi ranjang dan dia berada di tengah kedua pemuda yang sedang memasukan bersaman kedalam lubangnya.


rita yang menjerit dan memohon membuat kedua pemuda itu semakin beringas.


saat dua benda masuk ke satu lubang dan tiba tiba ada benda kecil lentur masuk ke lubang belakangnya benda itu panjang 30 cm besar nya dua jari lalu mengecil hingga ujung itu masuk rita pun tersentak.


'ah sial aku melayani dua pemuda yang gila,, mereka memasukan apa ke lubang belakangku... ' gumam rita


benda itu di masukan sampai penuh hingga rita merasakan benda itu ke usus nya.


lalu di biarkan benda itu dan di tariknya perlahan membuat rita bergetar hebat.


benda tumpul yang awalnya berada dalam satu lubang dengan benda satunya kini di cabut dan berganti ke lubang belakang yang baru saja di masukan oleh benda mainan panjang tadi.


"jangan ... jangan di situ aku mohon.. jangan.." ucap rita memohon


benda itu pun masuk pelan pelan lalu di hentakan ke dalam.


membuat rita menjerit.