
Di sebuah gedung pemerintahan kota waja.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk lah..." ucap pria paruh baya itu sedang duduk dan membaca beberapa laporan di meja kerjanya
"Maaf Pak... saya melaporkan sesuatu dari petugas yang bekerja di lapangan bahwa ada pembangunan jalan aspal sekala besar pak di waja utara di daerah bukit tinggi dan jalan itu membentang dan menghubungkan Waja Utara dan barat, dan menurut info pembangunan itu di lakukan oleh Bos Golden Hill..!!" ucap asisten pribadi pria itu
Wali Kota pun termenung ia sedang memikirkan sesuatu. di kota Waja memang Golden Hill Grup lah yang begitu mencolok. di waja sendiri ada 3 Perusahaan besar Sims Global, Golden Hill, Sinar Sun.
"Apakah mereka sudah mengirim surat ijin?" Ucap walikota
"sudah Pak, 3 hari sebelum para pegawai proyek tiba dan mengerjakan dan di sana juga ada para petugas penjaga dari Golden Hill" ucap sang assisten
assisten itu pun menyerahkan berkas milik Golden Hill.
berkas itu di kirim oleh pihak kontruksi karena Nona Luis berpesan mereka hanya mau bersih tidak ribet kesana kemari.
saat setelah sang walikota memeriksa berkas itu. ia sedikit terkejut.
'apakah mereka akan membuat kota di dalam kota' gumam sang walikota
"coba suruh bagian lapangan untuk ke kantor Golden Hill aku ingin berbicara dan bertemu Bos besar mereka" ucap sang walikota
"Baik Pak.. kami akan mengatur kan jadwal untuk itu Pak" ucap sang assisten
'Hem.. Bos Besar yang misterius..' gumam walikota
-------------------------- di sisi lain
Di jalan utama lingkar Bukit tinggi ken yang berdiri di temani oleh angel disisinya dan pengawal yang menghampiri mereka.
tiba tiba berjalan seorang pria paruh baya menggunakan helm pekerja proyek menghampiri mereka semua.
"Selamat Sore Nona Luis" ucap pria itu
Angel pun menatap pria yang menyapanya.
"Halo Tuan Hermawan.." ucap angel
Tuan Hermawan pun sedikit membungkuk dan memberi senyuman lalu setelah itu Tuan Hermawan menatap Pemuda di sebelah angel.
"Nona Luis kalau boleh tau pria muda bersama anda apakah kekasih anda.." ucap tuan hermawan
angel mendengar itu wajahnya memerah.
angel menatap ken, secara spontan ken pun menatap angel.
"Beliau adalah Bos Besar kami" ucap angel seraya menatap ken lalu senyum.
ken tak tau maksud angel ia hanya diam
tuan hermawan pun terkejut bukan main.
"Bos beliau adalah tuan hermawan berasal dari kota liba beliau bekerja di bidang kontraktor pembangunan" ucap angel pada bosnya.
Tuan hermawan pun tersenyum pada ken dengan sedikit menunduk.
"Takku sangka Bos Besar Golden Hill adalah masih begitu muda... senang bisa bertemu dan bekerja sama dengan anda Tuan" ucap Tuan Hermawan seraya mengulurkan tangannya
"senang juga bertemu dengan anda Tuan Hermawan" ucap ken seraya menyambut uluran tangan itu
"bagaimana apakah ada problem? dan ada yang kurang? jika terjadi sesuatu bisa hubungi kantor!!" ucap ken
"Untuk saat ini aman tuan, bagaimana apa kah anda senang dengan konsep yang saya berikan untuk anda?" ucap tuan hermawan
"Ya itu sangat bagus saya sangat suka.." ucap ken
tuan hermawan pun tersenyum lebar.
"Syukur lah kalau anda menyukai konsep dari kami." ucap tuan hermawan
ken pun di bawa keliling oleh tuan hermawan untuk mengecek dan melihat lihat. tanaman, saluran irigasi, pengaspalan pembuat pagar dan lampu.
para pekerja pun memandang pemuda yang bersama bos mereka.
"St... apakah itu Bos yang memiliki proyek ini? karena aku lihat mandor kita begitu hormat padanya" ucap sang pekerja
"entah lah sepertinya begitu" ucap pekerja lainya
(Jack jika tidak ada pekerjaan lagi pergilah ke kampung dimana kamu tinggal sebelumnya dan lihat bagaimana kondisi mereka bawa beberapa teman.) isi pesan ken
tak lama jack membalas
( Siap Bos ) isi pesan jack
Di Kantor Golden Hill jack tengah bersiap siap ia ijin pada tejo untuk pergi membawa 2 orang ke kampung nya.
mengingat telah terjadi musibah di akibatkan anak buah keluarga hans dan sekte Gold Wolf.
Kembali ke ken.
"Tuan Hermawan apa kah anda masih memiliki tenaga pekerja lagi?" tanya ken
"Masih ada Bos.. apakah ada tugas lain?" tanya tuan hermawan
"ya ada namun menunggu kabar pengawalku." ucap ken
Disisi lain jack menggunakan mobil sedan hitam milik kantor bersama dua temannya menuju sebuah kampung.
jack sangat terkejut melihat situasi di sana rumah rumah hancur dengan warna bangunan yang masih banyak yang hitam akibat kebakaran.
dan terlihat aktivitas pun cenderung sepi.
saat mobil itu menuju balai desa dan parkir di sana jack dan lainya pun turun
jack menahan rasa terkejut dan perihnya walau ia sudah memusnahkan para pelaku bersama bosnya.
jack mem video seluruh lokasi lalu mengirimkan ke Bosnya.
beberapa pemuda pun muncul menghampiri kelompok jack mereka kira kelompok jack sama seperti kelompok mobil jeep waktu lalu.
"Hei siapa kalian? apa kalian sama seperti preman mobil jeep itu? apa kalian mencari onix dan abang jack" ucap salah satu pemuda itu
jack dan kedua temanya pun menoleh ke belakang mencari sumber suara kedua teman jack ingin maju namun mereka di tahan oleh jack.
"Jangan kawan ini desa ku" ucap jack
"Untung kamu bilang.. jika tidak dah ku cincang mereka berbicara kasar" ucap rekan jack
para pengawal Golden Hill yang sering berlatih ini mereka memiliki kemampuan jauh di atas rata rata walau hanya sendiri mereka bisa menghadapi 3-5 orang dengan tangan kosong
"Halo saudara... apa kalian melupakan ku" ucap jack sambil merentangkan kedua tangannya matanya sudah memerah.
jack melihat para pemuda desa itu tubuh mereka penuh bekas luka dan perban.
"Bang Jack" ucap salah satu mereka.
jack pun melangkah menghampiri mereka lalu memeluk mereka jack pun menangis tersedu sedu dalam pelukan.
"Apa kalian baik baik saja? maaf aku tidak datang tepat waktu, namun mereka semua sudah mati orang orang yang menyakiti kalian sudah mati semua" ucap jack dengan penuh isak tangis
"gpp bang" ucap mereka
para pemuda itu ikut menangis.
kedua teman jack pun ikut terharu.
jack pun melepas pelukannya
"bagaimana kondisi warga yang lain?" ucap jack
"kepala desa dan beberapa perangkat desa di rawat di puskesmas bang, dan warga hanya mengalami luka ringan di bawa ke UGD namun sudah kembali semua hanya kepala desa dan perangkat desa karena mengalami luka tusukan." ucap pemuda itu
jack pun mengeluarkan ponselnya.
ia menghubungi seseorang.
panggilan pun terhubung
"Halo Bos.... aku ingin merekrut pemuda sini yang pernah ku latih beladiri untuk bekerja di perusahaan" ucap jack
"Lakukan saja.. dan aku sudah melihat video itu.. akan aku bangunkan sebuah rumah untuk mereka beri kabar dan salam ku untuk mereka" ucap ken di balik panggilan itu
"Baik Bos terima kasih" ucap jack