
"Selamat Sore Bos Besar" ucap Angel
"Sore Angel,, bagaimana dan dimana rumah keluarga weeks.." tanya ken
sepanjang perjalanan ken mengingat ingat nama keluarga itu sepertinya ia pernah bertemu dengan salah satunya namun ken tak kunjung ingat dimana dan siapa yang ia temui dari salah satu keluarga weeks.
ya yang ken maksud adalah Alice Weeks sang pemilik dealer Moge di waja.
"itu Bos di mansion seberang jalan ini... namun saya belum menghubungi keluarga itu" ucap angel
ken mengangguk
"ok kamu bisa menghubunginya sekarang" ucap ken
angel pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kepala keluarga weeks.
Di sebuah Apartemen di pusat kota waja.
"huh lumayan enak milik rita ini" ucap paul bangun dan duduk di tepi ranjang
paul yang telah selesai berhubungan dengan rita dari pulang acara kampus itu untuk melampiaskan kekesalannya sehingga ia bermain kasar dengan rita membuat rita kelelahan dan tertidur.
paul pun beranjak pergi dari tempat tidur dan ingin membersihkan diri dan lalu kembali pulang meninggalkan rita.
ia memang berniat berpisah dengan rita hari ini juga namun paul ingin menikmati sebentar tubuh rita itu.
setelah beberapa menit membersihkan diri paul keluar dan ia mengenakan pakaiannya lalu menaruh beberapa uang di meja dan meninggalkan rita.
Di kediaman keluarga weeks
keluarga itu telah selesai melakukan pesta dan ada yang pergi tidur di lantai dua dan ada yang di taman sedangkan Kakek Alice masih duduk di tempat semula bersama ke empat anaknya.
tak lama ponselnya yang berada di meja berdering.
kakek itu melihat siapa yang menghubunginya namun nomer tersebut tak di kenal.
kakek Alice pun mengangkat panggilan itu.
" Halo ini keluarga Weeks.. ada perlu apa?" ucap kakek alice dengan suara besarnya
"Halo Tuan Weeks maaf mengganggu anda saya Nona Luis dari Golden Hill ingin membahas sesuatu dengan anda tentang Lahan Bukit Tinggi" ucap Angel
"oh hai Nona Luis suatu kehormatan bagi kami secara langsung menerima panggilan dari pemimpin Golden Hill,, mar mari kita membicarakannya dimana dan kapan Nona Luis? " ucap sang kakek alice dengan raut wajah gembira
ucapan kakek yang tak keras namun terdengar jelas menggelegar di ruangan membuat ke empat anaknya mendengarnya dan cucunya di lantai dua pun sama.
"sekarang, di kediaman anda.. dalam waktu 5 menit kami tiba" ucap angel
Kakek alice pun terkejut.
'memang wanita dingin tak suka basa basi langsung ke inti dan poin,, menarik menarik..' gumam kakek alice
"Ok kami akan menyambut anda.." ucap kakek Alice
panggilan pun ter putus.
angel menatap ken.
"Sudah Bos.." ucap angel pada ken
ken mengangguk.
ken bingung bagaimana cara membayarnya ia belum ambil uang. apa di keluarga weeks sedia mesin pembayaran ia belum pernah melakukan transaksi apalagi masuk ke kediaman keluarga besar.
tak di pungkiri jantung ken berdetak ia hanya dari keluarga miskin dan menjadi mampu karena sistem.
Di tepi jalan terdapat dua mobil jeep hima berhenti
"Ndan gimana bocah itu berhenti di samping mobil di dapan.* ucap sang bawahan kepada ketua preman
"kita tunggu saja jangan tergesa gesa atau mengambil resiko" ucap kepala preman sambil matanya mengamati situasi
namun beberapa detik kemudian mata ketua preman itu melebar.
"apa hubungan bocah itu dengan kelompok Golden Hill? mengapa ada Nona Luis di sana? apa pemuda ini suruhan Nona Luis?" ucap ketua preman
anak buahnya pun juga melihat seksama apa yang di lihat dan di ucapkan ketua mereka.
"Bos sebaiknya kita juga serang ketua Golden Hill itu dia sedang di luar kandang dan tanpa pengawalan, kita akan mendapat hadiah ganda" ucap bawahan preman
"ya aku juga memikirkan hal yang sama,,, walau Nona Luis tak semudah yang kita bayangkan namun ia tanpa pengawalan ketat dan lihat lah tubuhnya begitu mempesona aku ingin memilikinya semalaman ingin merasakan rasa dari wanita tangguh dan dingin itu." ucap sang ketua preman
"hahahaha.... benar Ndan.. sebelum kita serahkan ke Bos aku juga ingin melihat wajahnya menikmati dan memohon ampun hahahaha" ucap bawahan tersebut
"hahahaha......."
galak tawa para preman yang otak mereka sedang traveling.
Angel ken dan jack pun pergi ke mansion keluarga weeks.
Saat tiba di pintu gerbang ada dua penjaga yang membukakan pintu gerbang untuk mereka berdua.
mobil dan motor ken pun masuk ke halaman..
ken sambil mengamati detail model mansion mansion para penguasa keluarga besar dia juga ingin membentuk istananya sendiri.
setelah tiba dekat pintu masuk kediaman jack memarkirkan mobilnya ken pun juga.
deru suara motor ken yang meraung menggema.
menarik perhatian para cucu Keluarga weeks.
di lantai dua seorang gadis tengah memainkan ponselnya ia mendengar kebisingan di bawah.
'apakah ada tamu? dari keluarga mana? namun deru motor ini motor moge ada berapa lagi pemilik motor moge di kota ini kalau tidak hanya 3 orang' gumam alice
ya memang 3 konglomerat di kota waja semua membeli moge pada Alice jadi alice mengetahui siapa siapa yang memiliki dan dari keluarga mana?
Ken angel dan jack pun melangkah masuk. sebelumnya jack tak ingin ikut namun di paksa oleh ken.
pintu putih besar itu pun terbuka memperlihatkan dekorasi dan tata ruang yang menawan sekelas mansion.
Kakek Alice dan ke empat anaknya pun berdiri dan menghampiri mereka bertiga.
Kakek alice mengamati satu persatu.
'hmmm Nona Luis hanya membawa 2 orang saja dia cukup berani mengambil resiko, tak seperti biasanya ia selalu membawa pengawalnya paling tidak 4-6 orang setiap ia berpergian, namun siapa mereka berdua ini yang satu berpakaian rapi menggunakan jas yang satunya memakai ala kadarnya?.' gumam kakek Alice
"Selamat datang Nona Luis,,, mari silahkan masuk" ucap kakek alice mempersilahkan mereka bertiga masuk
ken mengamati wajah orang orang di dalam dengan bingung.
'aku tidak mengenal mereka lalu keluarga weeks mana yang pernah aku jumpai' gumam ken bingung
"terima kasih tuan weeks," jawab angel menyambut sapaan dari kakek Alice
mereka bertiga pun di bawa ke ruang tamu.
mereka ber tujuh pun duduk, jack ingin berdiri namun di tarik oleh ken.
"Nona luis jarang sekali anda berpergian jauh sendiri dan tidak membawa beberapa pengawal seperti sebelumnya? apa kah Tejo masih bekerja untuk anda?" tanya kakek Alice pada angel