
Paul pun melangkah masuk ke dalam rumah sambil memegangi wajahnya
'uh sakit sekali kurang ajar dia berani berani memukuli ku.. dia belum tau berhadapan dengan siapa." gumam paul
Paul pun mengambil ponselnya untuk menelepon seseorang.
panggilan pun terhubung.
"aku ada tugas untukmu,, aku ingin membunuh seseorang dan dia perjalanan pulang dia memakai motor dari komplek melati kamu tunggu dari depan di situ ada jalan satu arah pinggir tebing tabrak dia... kabari aku jika tugasmu selesai." ucap paul seraya menutup telponnya..
rita yang mendengarnya dari belakang hanya diam, ia menghampiri paul.
" sayang ayuk masuk aku akan merawat lukamu.." ucap rita sambil memeluk paul dari belakang
paul pun membalikan badan lalu menciumi rita dengan ganas
rita pasrah dan menerima perlakuan tersebut.
di dalam rumah rita, rita merawat luka paul.
paul yang sedang di rawat oleh rita tangan nya tak henti hentinya ber gerilya di tubuh rita.
saat selesai mereka pun mengobrol sebentar.
"aku mau pulang sekarang dan menunggu kabar dari anak buahku.." ucap paul sambil melepas ciumannya.
rita mengangguk
paul pun berdiri ia melangkah ke luar.
rita pun mengantar paul sampai di halaman rumahnya.
saat paul masuk mobilnya dan membuka kaca mobilnya.
"hati hati.. ya " ucap rita
"ok sampai jumpa kembali... " ucap paul
paul pun menyalakan mesin mobil lalu pergi.
Ken yang di jalan pun masih fokus ia ingin rasanya menghajar seseorang untuk pelampiasan amarahnya.
dia merasa paling di rugikan.
namun ken tak menyadari bahaya yang akan merenggang nyawanya sudah di depan mata.
motornya pun melewati tebing perbatasan antara kota Liba dan Waja yang terhubung oleh jembatan setelah melewati tebing.
Ken melihat ada kendaraan di sebrang sana tebing yang berkelok kelok dapat memudahkan tiap pengguna mengetahui kendaraan di sebrang.
namun tiba tiba.
"loh motor ini kenapa lagi...? hei motor jangan bercanda kamu ini masih jauh dengan jarak ke rumahku..." ucap ken pada motornya yang tiba tiba tidak dapat melaju dengan kencang walau sudah di pacu.
tiba tiba motor ken berhenti.
"huuuuaaaa sial apa aku hari ini.... uangku habis setengah dengan sia sia... wanita yang ku sayangi ternyata begitu menyebalkan..." teriak ken saat motornya tak dapat melanjutkan perjalanannya.
ken pun turun lalu meminggirkan ke jalur sebelah agar tidak berhenti di pinggir jurang, lalu ken mengecek nya.
tak berselang lama mobil yang tadi terlihat dari kejauhan pun kian mendekat dengan lampu sorot mengarah ke ken.
"buset dah ni mobil lampu kenapa di panjer gitu tak tau apa silau..?" ucap ken yang mengamati mobil itu
namun detik berikutnya membikin mata ken membelalak ialah mobil itu dengan kecepatan tinggi mengarah padanya.
"apa apaan ini orang" ujar ken
bruuum brum ciiittt
ciiiiit bruuuaakkk...
"begundal...... " teriak ken lalu ia melompat ke sisi jalan menghindari tabrakan dengan mobil itu
breesssk..... srrraaakkkk.... boom
depan mobil itu menghantam motor hingga motor ken terpental lalu meledak.
'ck..... sial tak kena malah kena barang rongsokan..' gumam sopir itu
ken pun membuka pintu samping pengemudi dan masuk.
" hei... babi kau sudah gila apa ha..?" ucap ken saat masuk mobil dan duduk di sebelah sopir lalu menendang sopir dengan kedua kakinya.
brak... brakk bruuuuaakh...
3 kali tendangan ken dengan kedua kakinya yang ia arahkan ke sopir dan memaksa pintu mobil sopir terbuka dan melempar tubuh sopir keluar karen tendangan ken.
ken pun pindah ke kursi supir lalu ikut keluar.. ia menendang wajah pria paruh baya itu.. lalu ken duduk di perut pria itu dan menghajarnya dengan sekuat tenaga sebagi pelampiasan.
"hei pak tua kau datang di waktu yang tidak tepat. ku datang di mana seorang bucin sedang sakit hati... dan kau memperparah keadaan dan sekarang kau akan menjadi sansak tinju sebagai pelampiasanku." ucap ken yang terus memukuli pria itu.
pria itu pasrah ia tak mengucapkan sepatah kata pun.
Di sisi lain Paul yang sedang mengendarai mobilnya pulang pun merasa bingung sampai sekarang ia belum mendapat kabar dari anak buahnya, paul pun tak tergesa gesa menelepon anak buahnya.
Ken yang sedang asik menghajar pria itu yang tanpa memberi jeda agar pria itu tak sempat membalas.
"apa yang kamu lakukan haa? aku tak mengenalimu namun kau begitu ingin nyawaku.?" ucap ken
pria itu sudah tak sadarkan diri karena menahan gejolak sakit yang di timbulkan oleh ken tak tertahankan dan mengakibatkan dia tak sadarkan diri.
ken pun bangkit dan menggeledah pria itu ia hanya menemukan dompet dengan sejumlah uang 1000 dollar, dan tak menemukan identitas dalam dompet ken pun memasukan uang itu ke sakunya.
"lumayan ini untuk ku sebagai kompensasi ku telah ingin membunuhku dan motorku hancur lalu tanganku sakit karena memukuli wajahmu terus menerus" ucap ken pada pria yang tak sadarkan diri itu.
lalu ken memasuki mobil itu ia ingin mencari lagi informasi tentang pria itu, namun ia hanya menemukan ponsel.
ken pun membuka ponsel itu dari pesan hingga panggilan terakhir, ia terkejut ada panggilan terakhir 15 menit yang lalu dari "Sir Paul" dengan foto profil wajah paul hingga memperjelas siapa dalang di balik kejadian ini semua.
"sial begitu cepat kau bergerak" ucap ken
ken pun berinisiatif mengambil mobil itu, walau ia tak dapat menyetir dengan benar ia akan menggerakkan dengan pelan pelan mobil tersebut
ken pun menyalakan mesin mobil, mobil pun berjalan putar balik lalu pergi menjauh dari lokasi kejadian dengan kecepatan yang tak begitu cepat.
setelah 1 jam berlalu ken sampai di rumahnya, yang di mana hari mulai tengah malam ia melihat ayahnya di depan rumah sedang menyesap secangkir kopi dan di temani sebatang rokok.
ayah ken mengernyitkan alisnya melihat mobil berhenti di depan rumahnya tengah malam.
setelah melihat siapa yang turun dari mobil ayah ken pun semakin terkejut.
"ayah mengapa ayah belum tidur..?" tanya ken pada ayahnya
"nak kamu dari mana dan apa yang kamu lakukan dengan mobil itu dan itu mobil siapa?". tanya sang ayah
---- di sisi lain
paul yang tak tenang pun kembali putar arah mobilnya menuju lokasi yang paul beri tahu ke anak buahnya yang tak kunjung memberi kabar.
20 menit mobil paul sampai di sekitar lokasi paul pun mengemudi dengan pelan agar dapat melihat tanda tanda kejadian.
dari jaraknya sekitar beberapa puluh meter paul melihat motor ken yang ringsek.
paul pun senyum puas namun ia masih bingung mengapa anak buahnya tidak memberi kabar jika misi selesai.
namun tak jauh dari motor ken yang membuat senyum paul menghilang ia melihat seseorang dengan wajah penuh darah namun itu bukan ken, paul pun memarkirkan mobilnya ke sisi jalan lalu turun menghampiri pria yang penuh dengan darah pada wajahnya..
paul pun terkejut dengan apa yang ia lihat.
"apa yang sebenarnya terjadi? mengapa bisa seperti ini?" ucap paul.
paul pun mengepalkan tangannya.
'awas kau ken, kau pikir aku akan diam saja dengan tingkah yang kau buat kan ku buat kau menyesal' gumam paul
------ di sisi lain
" hehehehe... ada sedikit kecelakaan ayah dan ini mobil pelaku.. namun ken tak menemukan identitas si pemilik." ucap ken
" ada apa nak apa yang tejadi kenapa dengan kedua tanganmu dan kenapa bajumu begitu compang camping?" tanya sang ayah
ken pun menceritakan semua kejadian kepada ayahnya.