White Mask

White Mask
BAB 42



"Nona luis jarang sekali anda berpergian jauh sendiri dan tidak membawa beberapa pengawal seperti sebelumnya? apa kah Tejo masih bekerja untuk anda?" tanya kakek Alice pada angel


ya keluarga weeks tidak memiliki banyak anak buah di rumah mereka hanya memiliki 8 petugas keamanan di kantor dan di pabrik maximal hanya 2 orang petugas keamanan keluarga ini hanya mengandalkan kekuatan militer pemerintahan, beda sama keluarga Hans, Hunt dan perusahaan besar lain mereka memiliki pasukan sendiri paling sedikit 50 petugas keamanan.


saat mendengar perkataan tuan weeks ken dan jack juga heran apa kah Tejo setenar itu.


Tejo adalah ketua gang dunia dunia bawah tanah, Tejo memiliki 230 anak buah yang tersebar di setiap tempat dunia hiburan malam, namun semenjak ladangnya di rebut oleh keluarga hans dan mengalami bentrokan antar gang membuat tejo mundur karena tidak ingin mengalami kerugian anak buah yang besar, hal itu di dengar oleh angel ia pun mempekerjakan Tejo dan para anak buahnya sebagai petugas keamanan.


ken pun melirik ke angel.


"Bos untuk tejo nanti saya ceritakan" ucap angel lirih


ken pun mengangguk.


Kakek alice dan ke empat anaknya pun terkejut walau suara itu pelan namun ucapan panggilan bos itu sangat jelas.


Sang kepala keluarga Weeks matanya berkedut terus menerus.


"Kakek.... Ayah... aku mau pulang duluan ada sesuatu yang harus aku kerjakan di kantor" suara teriakan seorang gadis di lantai dua yang akan turun ke lantai dasar menggunakan tangga


Kakek dan ayah alice pun mendongak ke tangga dan sumber suara begitu juga paman dan bibinya.


" Alice... bisakah kau tidak berteriak kita sedang kedatangan tamu.." ucap bibi alice


di tangga yang membelakangi bibi dan ayah alice perlahan lahan terlihat kaki seorang wanita lambat laun sang pemilik suara dan kaki itu menampakan wajahnya


saat alice sudah turun dan hendak melangkah ke ruang tamu matanya menatap seorang pemuda yang ia kenal. tak hanya kenal alice malah pernah berbuat nakal dengan pemuda itu saat pemuda itu tidur.


"maaf kan aku bi...." ucap angel belum selesai saat melihat ke arah meja ruang tamu


mata alice membelalak.


"Ken..." ucap alice


ken menatap alice sambil mengangkat satu alis nya.


'oh iya aku baru ingat nona weeks Alice weeks pemilik dealer yang waktu aku membeli motor' gumam ken


[Ding Misi Rahasia]


[Selamatkan Keluarga Weeks dari Kehancuran]


[Hadiah Teknik Muay Thai tingkat master]


[Gagal akan kehilangan semua]


[Misteri Box hari ini belum di buka]


ken tambah terkejut lagi saat mendadak ada pemberitahuan tentang misi rahasia.


'akan terjadi apa dengan keluarga ini' gumam ken


"Alice..?" ucap ken juga


wajah alice seketika memerah saat mengingat kejadian itu.


ke enam orang yang berada di meja pun ikut terkejut ternyata mereka saling mengenal dan sang kakek juga masih menyimpan tanda tanya tentang pemuda yang di bawa nona luis.


"Bos anda mengenalnya?" tanya angel


"Ya,, aku membeli motor padanya" ucap ken


Alice terkejut CEO Luis memanggil ken dengan sebutan bos.


begitu juga kakek alice beserta ayah paman dan bibinya.


"Maaf Nona Luis, sebentar tadi anda memanggil bos? kepada!!" ucap kakek alice sambil mengalihkan pandanganya ke ken


"Maaf saya belum memperkenalkan kepada anda saya kesini mengantar Bos Besar kami yang tertarik kepada lahan Bukit tinggi" ucap angel


memang dari semenjak datang hanya angel yang di sambut ken dan jack tidak.


"hahahaha... tidak apa apa tuan weeks saya tidak mempersalahkan hal yang sudah umum dan saya juga g ingin sebetulnya ada yang mengetahui saya siapa." jawab ken


"uh um.. Tuan ken apa kah anda sudah mengetahui harga yang saya tawarkan. dulu pemerintah pusat ingin membelinya namun di tawar harga 500 juta dolar namun tidak saya berikan karena sebenarnya itu peninggalan nenek moyang kami namun berhubung kami ingin mengembangkan usaha kami dengan membeli sebidang tanah membuat pabrik dan membeli mesin kami membutuhkan dana besar." ucap kakek alice


ken mendengarkan semua dengan santai karena menutut ken itu layak bukit tinggi masih bisa di manfaat seperti landasan helikopter pribadi, jalan bawah tanah.


"Ya saya telah mengetahuinya dari Nona Luis," ucap ken


"lalu bagaimana apakah anda menyetujui harga tersebut.?" ucap kakek alice


"Ya saya menyetujuinya itu sebabnya Nona Luis saya suruh ke tempat anda karena posisi saya saat itu ada di waja barat." ucap ken


mereka pun mengobrol satu sama lain.


Alice pun berpamitan kepada semua setelah ikut bergabung dan mengobrol.


ken yang mengetahui alice ingin pergi pun ia bingung.


'haduh sistem bilang bahwa akan ada bahaya dengan keluarga ini namun alice ingin pergi aku sudah mengulur waktu namun belum muncul bahaya itu, jika aku memberi tahu semua nanti di kira aku paranormal' gumam ken merasa pusing


'sistem musibah apa yang akan menimpa keluarga ini?' gumam ken


[ Ding itu rahasia Tuan]


[Semua terjadi karena keberadaan Tuan]


ken terkejut


'keberadaan ku mengapa bisa terjadi seperti itu? apa se sial itu kah diriku sistem? kasian mereka yang tak tahu apa apa menjadi imbasnya!' gumam ken


[ Itu Semua Sudah Takdir Tuan ]


ken pun tak menjawab ia hanya mengepalkan tangannya.


ken hanya menatap kepergian Alice.


"Pelayan.... bawa kemari makanan nya.." ucap kakek Alice


"Baik tuan.." ucap sang pelayan


'keluarga ini sangat baik mereka menghormati tamu' gumam ken


"Tuan Camblers anda begitu hebat di usia sangat muda.." ucap ayah alice


"Anda terlalu memuji saya, anda lah yang harus nya di sanjung sebagai anak pertama dan tertua anda dapat berperilaku adil terhadap saudara itu jarang terjadi" ucap ken


Di kejauhan kediaman weeks.


"Ndan mengapa mereka masuk mansion keluarga weeks? apa kita sekalian menyerang keluarga itu merampoknya lalu memusnahkan nya?" tanya sang bawahan


"hem pemikiranmu memang bagus kau selalu sejalan dengan ku sekali dayung 2 pulau terlampaui.. ku akan bertanya kepada Bos terlebih dahulu.. jika hanya kita saja sudah cukup kita akan maju jika itu beresiko mungkin kita menunggu kelompok yang mencari keberadaan onix." ucap sang ketua preman seraya memulai panggilan kepada Bos nya


Panggilan pun tersambung


"Halo ada kabar apa, apa kalian telah menangkapnya?" ucap bos preman


"Bos tadi dia bersama Nona Luis ke namun kelihatanya Nona Luis sendirian dan mereka berdua menuju mansion keluarga weeks" ucap ketua preman


"Nona Luis? Nona Luis CEO Golden Hill??" tanya sang Bos


"iya benar bos pemuda itu menemui Nona luis lalu mereka ke kediaman keluarga weeks.. saya berencana ingin sekalian mengobrak abrik keluarga weeks dan merampok habis uang mereka." ucap ketua preman


mata sang bos eksekutif keluarga Hans yang cabul itu pun berbinar saat membayangkan nona luis.


"Lakukan dan buang semua bukti dan saksi, suruh kelompok dua untuk bergabung posisi mereka tidak jauh dari kalian" ucap sang bos