White Mask

White Mask
BAB 68



Ken dan angel sudah menyelesaikan makan pagi mereka, mereka berdua pun bersiap siap untuk berangkat.


"sebentar.. Antar aku melihat mesin mesin elekronik di kantor ini apakah masih layak apa perlu di ganti" ucap ken yang menghentikan langkah dan mengajak angel keliling tiap ruang kantor


Angel pun mengangguk walau ia sedikit bingung.


Ken pun didampingi angel keliling ruang ruang kantor.


Di Sana para karyawan menyambut kedatangan Ken


"Selamat Pagi Bos"


Ken mengangguk ia memerhatikan tiap mesin komputer di sana dengan singkat ia mendapatkan keahlian mengidentifikasi benda dari sistem.


Saat di tengah tengah mengecek ponsel angel berdering.


Angel segera membukanya.


Terdapat panggilan dari Nyonya Conner.


"Bos nyonya conner menghubungi saya..!" ucap angel


Ken mengangguk.


"Kamu angkat saja ini tak lama tenang saja tak masalah mereka menunggu sebentar" ucap ken


Angel pun mengangkat panggilan itu.


"Halo Nyonya Conner" ucap angel


"Halo Nona Luis.. Saya sudah berada di gedung anda ini kami sudah memasuki kamar kita akan bertemu di resto seafood di lantai 3 ya Nona Luis" ucap Nyonya Conner


"Oh baik Nyonya Conner kami masih di kantor mohon tunggu sebentar" ucap angel


"hahahaha.. Tenang saja Nona luis saya tahu anda wanita karir pasti sibuk, saya akan menunggu anda" ucap Nyonya Conner


"Baik terimakasih Nyonya Conner,. Sampai jumpa" ucap angel


"Sampai jumpa Nona Luis"ucap Nyonya Conner


Panggilan pun terputus


.


.........


Di Gedung Golden Hill Komersial


Para petugas keamanan begitu profesional dalam bekerja begitu pun dengan kedua komandan mereka Jack dan Tejo yang selalu ikut turun tangan.


Tejo menyuruh pasukan Jack di bagi 2 tempat di dalam gedung di tiap lantai di jaga beberapa pengawal.


Di jalan, di parkiran dan pintu masuk anggota Tejo yang mengamankan.


Tak berselang lama beberapa Bus dan mobil pribadi datang silih berganti mereka menurunkan penumpang yang berasal dari beberapa wilayah.


Sekelompok Sekte turun dari bus dengan seragam hijau muda sekte Gunung Meru yang berasal dari dataran yajawi.


Pria dengan rambut panjang putih berbadan kekar menatap sekeliling.


"Begitu ramai entah siapa mereka berpakaian rapi ber Jas dengan warna corak sama entah siapa mereka begitu banyak. Sudah 4 tahun tidak ke Waja sudah berubah banyak tempat ini.." ucap Ketua Sekte Gunung Meru


"anda benar tuan,, kita juga melihat sepanjang jalan distrik ini begitu beda dari 4 tahun yang lalu,, memang benar benar hebat gadis itu tuan.." ucap asisten ketua sekte itu


"yah... Memang.. Dia juga hebat dapat menolak pinanganku hahahaha...." ucap ketua sekte itu


4 tahun lalu Sekte Gunung Meru pernah mengikuti tournament dan ketua sekte bertemu dengan pemilik gedung ia sangat menyukai pemilik gedung itu, karena ia paling suka dengan wanita tangguh namun sial tawarannya di tolak mentah mentah.


Mereka pun masuk dan menuju kamar mereka di gedung 1 lantai 5.


Tak berselang lama semua datang satu persatu hingga akhirnya jalanan parkiran sepi hanya terdapat mobil dan bus parkir.


Jack dan Tejo pindah ke dalam untuk sekedar mengamati para tamu dari sekte dan para petinggi.


Tiba tiba ponsel jack berdering.


Jack mengambil ponselnya ia melihat siapa yang menghubunginya setelah mengetahui ia pun mengangkatnya


"Halo jack bagaimana di aula atas?" tanya Tejo yang menghubungi jack


"Halo Bang.. Ramai sekali bang aku sudah memberi tahu anak anak agar tetap fokus.." ucap jack


"bagus.. Disini juga oh Ya Jangan ada hal mencurigakan yang terlewatkan" ucap tejo


"anak buahku ada yang aku suruh bantu lewat monitor CCTV.."lanjut Tejo


"baik bang" ucap jack


Panggilan pun di matikan.


Nyonya conner menyuruh para senior untuk istirahat jika ingin jalan jalan bisa nanti malam namun tetap jaga sikap karena mereka juga termasuk tuan rumah jangan terpancing emosi, para murid semua mengangguk mereka memilih untuk tetap di kamar bersantai dan istirahat.


Nyonya Conner mengajak putrinya ke sebuah resto seafood di lantai 3.


Melisa mengeluarkan ponselnya saat jalan menuju lantai 3 ia mengirim pesan ke ken.


[Ken kita ketemu di resto seafood di lantai 3 aku dan Ibu ku menuju kesana] isi pesan melisa


Nyonya Conner menatap putrinya.


"Mel.. Apa teman mu akan kesini? Apakah dia tau tempat ini? Sepertinya tempat ini sudah di jaga ketat oleh pihak GH, karena mama liat di sepanjang lokasi ini terdapat banyak pria berpakaian rapi dan jas mereka bercorak sama, dan di pintu masuk begitu ketat pemeriksaan nya" ucap Ibu Melisa


Melisa mendengar hal itu pun sedikit merasa cemas.


"ah biar nanti aku jemput dia bu, di depan jika dia sudah sampai" ucap melisa


Ibu nya hanya tersenyum


Di sepanjang jalan mereka berpapasan dengan kelompok sekte sekte lain ada yang baik ada juga yang rival dengan mereka.


Mereka berdua pun sampai di resto begitu banyak pengunjung dari petinggi sekte yang makan siang di sana tanpa menatap dan menghiraukan Ibu melisa pun mencari dan memilih tempat duduk.


Nyonya Conner pun mengambil ponselnya dari tasnya ia ingin menghubungi seseorang.


Di Markas utama....


Ken yang sudah selesai mengontrol pun mengajak angel turun ke parkiran untuk berangkat.


"Yuk kita berangkat" ucap ken


Angel mengangguk


"Kita bawa sekalian kedua gadis itu ken" ucap angel


Ken mengangguk


Mereka berdua pun menghampiri Ichi dan Uchi di Mess.


Mereka pun tiba di parkiran dan menggunakan mobil sport mewah milik Ken.


Ichi dan Uchi duduk di kursi yang sedikit sempit untuk mereka len menanyakan apa perlu ganti mobil namun kedua gadis itu menolak.


"Tidak usah Kak Bos.. Ini aja keren banget bagian dalamnya.." ucap Ichi


Adiknya Uchi mengangguk dengan mata menatap ke seluruh bagian dalam mobil sport itu.


Saat tengah perjalanan ponsel angel berdering.


"Halo Nona Luis kami sudah di resto di meja no 10" ucap Nyonya Yovie


"Baik Nyonya Conner ini saya sedang dalam perjalanan" ucap angel


"baik nona luis hati hati di jalan" ucap nyonya conner


"Baik Nyonya Conner terima kasih banyak" ucap angel


Panggilan pun terputus


Ken menatap angel.


"di sana apakah ada toko elektronik? Aku ingin membeli perangkat untuk semua komputer kantor dan mengganti dengan yang baru" tanya ken


Angel mengangguk.


"ada... Apakah itu perlu? Jika memang masih dapat di pakai mending di pakai dulu yang lama" ucap angel


"ya itu perlu agar kinerja tidak lambat dan ruang penyimpanan semakin besar" ucap ken


Angel hanya mengangguk.


"baik lah.. Aku ikut saja.. Tapi jangan membuang buang uang walau aku tahu kamu memiliki banyak uang" ucap angel


Ken tersenyum menatap angel


Tak berselang lama mobil mereka pun masuk dalam kawasan GH komersial.


suara deru mesin mobil sport ken yang khas membuat para pengawal dengan sigap memberi jalan.


Ken terkejut menatap sisi tepi jalan penuh bus dan mini bus terparkir.


" Ya ampun parkiran sampai tidak muat oleh mobil mobil mereka kita harus menutup akses jalan utama ini jika kita buka untuk umum takut akan macet dan mungkin beret karena bergesekan" ucap ken


"kamu benar.. Aku akan memberi tahu para petugas." ucap angel


Angel menunjuk lokasi parkir pada ken.


Ken pun memarkirkan mobil nya di sisi jalan yang sudah di siapkan tenda khusu oleh Tejo untuk mobil nya.