Want My Wife

Want My Wife
Bab. 60



DUARR DUARRR


Suara tembakan muncul dari arah belakang. Suara itu memekakan telinga hingga membuat Alby dan semua orang yang ada di sana kaget. Mereka memandang ke belakang. Terlihat pasukan Tiger White dan juga Lea muncul dengan senjata api di tangan mereka. Meskipun Alby tidak memberi tahu pertemuannya dengan Gavin hari ini kepada Lea, tetapi wanita itu tetap tahu. Dia tidak bisa diam saja di tempat tidur setelah tahu Alby dalam bahaya.


Gavin semakin emosi ketika melihat pasukan mafia milik Alby muncul di markasnya. Rasanya ia ingin sekali membunuh wanita yang kini ada di depannya. Rasa cinta yang selama ini ia rasakan sudah hilang setelah tahu kalau Stellq tidak lagi mencintainya. Kini perasaan Gavin terhadap Stella hanya rasa dendam. Pria itu ingin membunuh Stella agar Stella tidak dimiliki oleh siapapun.


"Kau pembohong Alby. Sepertinya kau sudah tidak lagi mencintai istrimu ini. Kali ini aku tidak segan-segan lagi untuk membunuhnya. Atau kau ingin aku membunuh dua orang ini terlebih dahulu," tanya Gavin sambil mengarahkan senjata api miliknya ke arah Nyonya Zachary dan juga Marta.


Tanpa perintah, Lea mengambil tindakan. Wanita itu menembak tangan Gavin hingga senjata yang ada di tangan pria itu terhempas. Bersamaan dengan itu Alby berlari untuk menyerang Gavin. Suasana menjadi sangat kacau ketika pasukan milik Gavin dan pasukan milik Alby saling serang dan saling menembak. Gapin berhasil menangkap senjata api yang sempat terjatuh. Namun sebelum ia menembak Marta, tiba-tiba saja Alby sudah menghajar wajahnya.


Dua pria itu saling memukul satu sama lain. Masih ada senjata api di tangan mereka masing-masing. Lea berlari untuk menyelamatkan Stella. Stella sendiri hanya bisa menangis melihat suaminya bertarung mati-matian hanya demi menyelamatkan nyawanya. Dia sangat menyesal karena tidak bisa menjaga diri hingga bisa sampai tertangkap seperti ini.


"Nona, jangan menangis. Saya akan membawa anda ke tempat yang aman," ucap Lea sambil melepas ikatan yang ada di tangan dan kaki Stella. Pasukan Lea yang lain juga melepaskan ikatan Nyonya Zachary dan juga Marta. Mereka segera membawa tiga wanita itu ke tempat yang jauh lebih aman.


Stella menahan langkah kakinya ketika melihat Gavin dan Alby terus bertarung dengan senjata api di tangan mereka. Stella tidak lagi menghawatirkan keselamatan Gavin saat ini. Melainkan keselamatan Alby. Wanita itu tidak mau sampai Alby celaka. Tanpa disadarinya, kini ia sudah cinta mati terhadap suaminya. Dia tidak sanggup untuk berpisah dari Alby.


Gavin berdiri dan menarik tubuh Alby sebelum menghajarnya. Alby tidak tinggal diam. Pria itu juga membalas Gavin dengan sebuah tendangan di perut pria itu. Lagi-lagi mereka saling menyerang. Sedangkan pasukan di sekeliling mereka sedang saling mengalahkan satu sama lain.


"Nona, Ayo. Di sini terlalu berbahaya untuk Anda," ucap Lea ketika melihat Stella hanya diam saja di sana.


Stella melangkah mundur dengan wajah ketakutan. Ketika pria itu ingin menangkap Stella, Lea tiba-tiba saja bangkit dan menghajar pria itu dengan sisa tenaga yang ia miliki. Stella benar-benar bingung sekarang harus bagaimana.


Melihat Alby dan Gavin yang saling menodongkan senjata, membuat Stella khawatir. Hingga akhirnya wanita itu mengambil senjata api yang tergeletak di lantai dan mengarahkan senjata api itu ke dirinya sendiri.


"Berhenti Gavin atau aku akan menembak diriku sendiri," ancam Stella sambil menangis.


Gavin dan Alby sama-sama memandang ke samping. Kesempatan itu digunakan Alby membuat senjata yang ada di genggaman Gavin terlepas. Meskipun kini Alby juga sangat mengkhawatirkan Stella, tetapi dia lebih memilih untuk mengalahkan Gavin terlebih dahulu.


Stella masih menahan senjata api itu di tangannya. Wanita itu masih menunggu kemenangan yang dihasilkan oleh suaminya.


Alby dan Gavin saling bergulat di lantai dengan satu senjata api yang kini mereka perebutkan. Dengan tangan gemetar, Stella mengarahkan senjata api itu ke arah Gavin. Namun posisinya selalu terganti dengan Alby. Stella yang tidak berpengalaman terlihat ragu-ragu untuk menembak. Lea sudah tidak bisa diandalkan lagi karena kini wanita itu juga sedang bertarung dengan seorang pria yang ingin membunuhnya.


"Maafkan aku." Stella memejamkan mata sebelum menembak.


DUARRR