Want My Wife

Want My Wife
Bab. 48



"Berada di pihak yang sama katamu? Sepertinya kau sudah tahu sebelum Alby tahu. Aku ini adik kandung Gavin. Bagaimana mungkin aku ada di pihakmu? Jelas saja aku memihak kakak kandungku sendiri. Alby dan Stella sengaja aku bebaskan agar tidak ada yang melindungimu. Kau sudah kalah. Aku sudah muak melihatmu. Kau selalu menjadi penghalang rencanaku selama ini!" ketus Cesy dengan wajah kejamnya.


Lea menggeleng. Sejujurnya dia memang tidak tahu kalau Cesy adik kandung Gavin. Identitas Gavin sangat tersembunyi hingga sangat sulit bagi Lea untuk mengetahui silsilah keluarganya. Ini kabar yang sangat mengejutkan ketika dia tahu kalau Cesy adalah adik kandung Gavin.


"Kenapa dia diam saja? Apa dia bukan bagian dari Tiger White? Seharusnya dia tidak sekaget ini kan? Apa jangan-jangan dia hanya pura-pura saja?" gumam Cesy di dala hati.


Lea juga mengangkat senjata apinya dan mengarahkannya ke wajah Cesy. Walau harus mati sekarang juga, setidaknya dia mati dalam keadaan membunuh dan membela majikannya. "Baiklah, sekarang aku tahu apa tujuanmu. Bagaimana kalau kita mati bersama?"


"Tidak semudah itu. Aku yang akan menghabisimu lebih dulu sebelum kau membunuh adikku!" sahut Gavin. Pria itu bangkit dan mengarahkan senjata api ke arah Lea. Padahal sudah jelas-jelas kini dia kehabisan banyak darah. Tetapi masih sempatnya dia ikut campur dengan masalah Cesy dan Lea.


"Kak, pergi sebelum polisi datang lagi. Setelah membunuh wanita ini, aku akan pergi menemui Alby. Dia pasti tidak akan curiga padaku," usir Cesy dengan penuh keyakinan.


"Tidak semudah itu!"


Baru saja satu detik Cesy berucap. Tiba-tiba segerombolan orang muncul di sana. Lea tersenyum bahagia melihatnya. Pasukan yang seharusnya membantu mereka sejak tadi kini baru saja tiba. Walau memang Lea sempat merasa kecewa. Tapi setidaknya hari ini mereka akan membawa kemenangan.


"White Tiger? Untuk apa kalian datang kemari? Kita tidak memiliki masalah sebelumnya," ujar Gavin sambil memegang perutnya yang tertusuk.


"Bos? Bos mana yang kalian maksud?" Gavin tertawa meledek meskipun sudah jelas-jelas dia akan kalah kali ini.


"Bos Alby Zachary. Dia adalah pemimpin Tiger White!" sahut pria itu mantap. Alby sudah memberi ijin. Rasanya dia tidak segan lagi untuk membongkar identitas Alby yang sebenarnya.


"Alby Zachary?" Bukan takut justru Gavin tertawa mendengarnya. "Itu tidak mungkin. Pecundang seperti dia tidak akan bisa memimpin geng mafia. Kalian bercanda? Bahkan jika bertarung denganku saja dia pasti kalah!" ledek Gavin lagi.


Cesy masih saling menodong bersama Lea. Dia wanita itu tidak ada yang mau mengalah.


"Sekarang Bos Alby meminta kami untuk memang anda. Sebaiknya anda menyerah saja agar kami tidak perlu melukai anda!"


Gavin segera menarik pelatuk senjatanya. Namun, dia kalah cepat ketika seorang pria menembak kakinya dan membuat Gavin Lang terjatuh terduduk.


"Kakak!" Cesy yang kaget membuat celah bagi Lea. Wanita itu segera meringkus Cesy. Menekuk tangan Cesy ke belakang dan melepas paksa senjata api yang di genggaman Cesy.


"Semua sudah berakhir. Kalian sudah kalah!" ujar Lea sambil memegang kuat tangan Cesy yang saat itu berontak ingin dilepaskan.