Want My Wife

Want My Wife
Bab. 53



Stella keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Wanita itu terlihat mencari keberadaan Alby ketika melihat kamar kosong.


"Kemana dia?Apa dia ada di ruang tamu?" gumam Stella di dalam hati. Dia melangkah menuju ke tempat tidur mengambil sebuah kertas yang tergeletak di atas sana. Ada tulisan Alby di atas kertas tersebut.


"Aku harus pergi sebentar. Ada masalah di perusahaan yang harus aku selesaikan sekarang juga. Aku akan segera menghubungimu nanti. Istirahatlah yang cukup. Aku akan memesan makanan dari restoran. Jangan banyak melakukan gerakan yang berbahaya. Itu tidak baik buat anak kita. Minum susu yang sudah aku buat di meja makan. Aku mencintaimu."


Stella menghela napas panjang setelah membaca isi surat tersebut. "Dia bisa memanggilku di kamar mandi dan berpamitan secara langsung. Tidak perlu menulis surat seperti ini. Terlalu berlebihan," protes Stella. Wanita itu lanjut lagi untuk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Wanita itu memandang wajahnya sendiri di cermin sambil mengeringkan rambut. "Kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak?"


Deringan ponsel membuat Stella beranjak dari kursi. Wanita itu mencari-cari sumber suara. Pandangannya terhenti pada ponsel yang tergeletak di atas nakas. Dengan cepat Stella menghampiri nakas tersebut.


"Ini ponsel Alby? Kenapa bisa sampai ketinggalan?" Stella mengambil ponsel itu dan memandang layar teleponnya. "Kenapa ponselnya terlihat berbeda dari yang biasa ia gunakan selama ini?" gumam Stella di dalam hati. Dia segera mengangkat panggilan masuk itu karena penasaran dengan siapa yang nelepon.


"Membunuh?" celetuk Stella kaget. Wanita itu segera memutuskan panggilan teleponnya. Dia syok berat hingga akhirnya terduduk di pinggiran tempat tidur. Memandang ke depan dengan wajah tidak percaya.


"Kenapa pria itu memanggil Alby dengan panggilan Bos? Apa Alby sama seperti Gavin? Tapi, kenapa dia tidak memberi tahuku? Lalu, membunuh? Mereka serius akan membunuh Gavin? Ini tidak bisa. Bagaimanapun juga, membunuh adalah keputusan yang salah. Alby bisa di tangkap polisi jika sampai membunuh Gavin. Aku tidak mau ayah dari anakku masuk penjara." Stella beranjak dari tempat tidur. Wanita itu mengambil ponselnya sendiri. Dia menekan nomor Alby. Sesuai dengan tebakan Stella sejak awal. Ponsel Alby ada banyak. Yang ketinggalan ini adalah ponsel yang biasa menghubungkannya dengan pasukan Tiger White.


"Kenapa tidak di angkat? Bukankah dia bilang dia akan segera menghubungiku? Apa alasan yang dia katakan itu tidak benar? Apa yang sebenarnya terjadi itu Alby ingin membunuh Gavin."


Stella membatalkan panggilan telepon ketika panggilan telepon itu tidak juga diangkat oleh Alby. Wanita itu berpikir bagaimana caranya dia bisa bertemu dengan Alby. Stella tidak mau sampai Alby mengotori tangannya untuk membunuh Gavin. Ini adalah perbuatan yang sangat beresiko.


"Aku tidak bisa diam saja. Aku harus melakukan sesuatu. Jika memang sekarang Alby ada di perusahaan seharusnya dia belum pergi. Dia tidak akan tahu informasi ini karena ponsel pentingnya ketinggalan. Sebaiknya sekarang aku harus cepat-cepat ke perusahaan untuk bertemu dengan Alby sebelum semuanya terlambat." Stella segera bersiap. Wanita itu akan berangkat ke perusahaan untuk menemui Alby.