Want My Wife

Want My Wife
Bab. 6



Pusat perbelanjaan itu sangat ramai. Para pengunjung kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas. Mereka memenuhi beberapa toko barang branded yang berada di mall tersebut.


Sejak tiba di mall, Stella belum juga memutuskan akan belanja dimana. Wanita itu terus saja berjalan lurus ke depan melewati beberapa toko barang branded yang menurut Alby akan menjadi toko favorit para wanita.


"Sebenarnya dia mau ke mana? Bukankah beberapa toko baju dan tas ada di sana?" gumam Alby di dalam hati. Pria itu ikut berhenti ketika istrinya berhenti. Alby memandang ke arah Stella sejenak sebelum memandang toko yang ingin di masuki Stella.


"Toko pakaian dalam!" Alby mengeryitkan dahinya. Tadinya dia pikir Stella akan belanja baju, tas dan sepatu. Jauh sekali dari apa yang dia pikirkan jika memang tujuan utama Stella ke mall hanya untuk membeli pakaian dalam dan baju tidur.


Tanpa ijin dari Alby, Stella segera masuk ke dalam toko tersebut. Alby tetap mengikuti wanita itu bahkan tidak ingin memberi jarak di antara mereka.


"Selamat sore, Nona. Ada yang bisa saya bantu?"


Seorang karyawan toko menyambut kedatangan Stella. Wanita itu mengukir senyuman ramah untuk memberikan nilai plus tokonya.


"Saya mau lihat barang baju di toko ini," sahut Stella. Di lihat dari sikap Stella, dia bukan hanya sekali ke toko itu. Bahkan karyawan toko itu seperti sudah hafal bagaimana selera Stella ketika memilih pakaian dalam.


"Ada Nona. Anda bisa tunggu di sana." Karyawan itu menunjuk sofa yang di duduki Alby.


"Semua. Saya mau beli banyak!" ujar Stella sebelum melangkah ke sofa. Karyawan toko itu terlihat senang. Dengan penuh semangat dia berjalan menuju ke ruangan tempat menyimpan barang-barang terbaru dan termahal di toko mereka.


"Ya," jawab Stella. Dia segera beranjak setelah melihat beberapa karyawan toko muncul membawa barang pesanannya. Alby hanya bisa menghela napas sembari melirik beberapa barang yang akan di pilih oleh istrinya.


"Nona, ini barang terbaru kami. Karena anda sudah langganan, kami kasih harga murah saja Nona. Hanya 50 juta sepasang. Warnanya juga ada dua pilihan, Nona," tawar karyawan toko.


"Aku mau dua-duanya," sahut Stella tanpa pikir-pikir. Dia melirik Alby yang kini memandangnya tanpa ekspresi. "Saya juga mau ini dan ini." Stella menunjuk lagi Bebe barang yang di bawa karyawan lainnya. Tentu saja hal itu membuat para karyawan toko kesenangan.


"Apa anda mau mencobanya, Nona?"


Stella memandang satu persatu pakaian dalam yang dia pilih. Wanita itu mengambil salah satunya. "Saya ingin mencoba yang ini." Wanita itu segera melangkah ke ruang ganti. Sedangkan Alby sudah mengeluarkan kartu untuk membayar belanjaan istrinya.


Stella memandang penampilannya di depan cermin. Pakaian dalam itu masih ada di genggaman tangannya. Sebenarnya dia malas mencobanya. Ini salah satu cara bagi Stella agar bisa luput dari pandangan Alby. Stella merasa bosan diikuti seperti ini.


"Bagaimana caranya agar dia pulang duluan," gumam Stella di dalam hati. Wanita itu memejamkan mata sambil memikirkan cara untuk mengusir Alby. Tiba-tiba pelukan seorang pria membuatnya kaget. Stella cepat-cepat membuka kedua matanya dan melihat pria itu dari cermin. Kedua matanya melebar. Antara percaya dan tidak percaya. Pria yang memeluknya adalah pria yang memang sangat ia rindukan selama ini.


"Gavin?"