SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 9



“Kakak harus mencuci udangnya terlebih dulu sebelum merebusnya” Ucap Zhi saat melihat Zal hendak memasukkan udang ke dalam panci tanpa mencucinya.


“Kenapa dicuci?. Bukankah, udangnya akan bersih dengan sendirinya jika direbus”


“Jangan mengarang, cepat cuci” Komando Khai yang langsung diikuti oleh Zal.


“Jangan terlalu tebal membuka kulitnya” Dza memberi peringatan Chan yang mengupas kulit wortel terlalu tebal.


“Baiklah” Chan yang hendak mengambil pisau yang lebih kecil tidak sengaja malah menjatuhkan kotak sendok. Kehebohan semakin bertambah saat Zal yang tengah mencuci udang malah menjatuhkan air pencucian ke lantai.


“Apa yang kau lakukan?. Tempat ini jadi banjir” Gerutu Khai.


“Maaf” Sesal Zal.


“Sudahlah, ini” Karena licin, Ez yang hendak memberikan kain lap pada Zal justru terpeleset dan tanpa sengaja tangannya menyenggol mangkuk tepung yang kemudian berhamburan di lantai. Melihat tepung yang berhamburan, Zhi berinisiatif membersihkannya. Tapi, bukannya bersih malah bertambah parah karena ia bertumburan dengan Dza yang juga ingin membersihkannya.


Khai mengurut pelipisnya, melihat kekacuan yang dibuat oleh adik-adiknya.


Sementara itu, Emira tidak bisa berisirahat karena khawatir para member akan membuat kekacauan, akhirnya memutuskan untuk melihat para member memasak.


“AAAAAAA....” / “AAAAAA...” Teriak Emira dan Zhi bersamaan.


“Kenapa kau berteriak?” Tanya Emira pada Zhi.


“Karena kau membuatku terkejut”


“Apa yang kalian lakukan?. Dapur ini jadi seperti kapal yang terkena bom. Tidak, bahkan kapal yang terkena bom masih lebih rapi” Emira frustrasi melihat ulah para member.


“Wortelnya akan lama matang jika dipotong setebal itu” Ucap Emira yang melihat cara Chan memotong wortel.


“Udangnya juga harus dibersihkan, jangan hanya dicuci saja” Protes Emira pada Zal.


“Agar tidak lebih kacau dari pada ini, aku akan memberitahu cara memasaknya” Para member SUN hanya menganggukan kepala mendengar ucapan Emira, persis seperti anak kecil yang pasrah dimarahi ibunya.


Para member melakukan apa yang diintruksikan oleh Emira, mulai dari memotong wortel, membersihkan udang, menyiapkan bumbu, hingga memasaknya.


“Seberapa banyak lagi bawang ini dikupas?” Tanya Zhi yang mulai tidak bisa melihat dengan sempurna karena matanya perih saat mengiris bawang.


“Tiga butir lagi” Jawab Emira.


“Ternyata memasak tidak begitu buruk” Timpal Dza yang tengah memotong cabai.


“Iya. Ini menyenangkan, kita seperti sedang syuting acara memasak” Zal ikut berkomentar.


“Bahkan, lebih menyenangkan dibandingkan syuting. Lebih nyaman untuk bergerak, karena tidak ada kamera” Sahut Chan.


Sementara keempat member itu berceloteh, Khai dan Ez tetap fokus pada tugas mereka. Mereka memang tidak banyak bicara seperti member lain. Bahkan terkesan cuek, tapi sebenarnya mereka sangat memperdulikan satu sama lain.


Setelah selesai memasak, Chan dan Zhi menyiapkan makanan, Dza menyiapkan piring, Zal mengisi air ke dalam gelas yang sudah disiapkan juga oleh Dza, Khai dan Ez tengah duduk santai sembari menunggu adik-adiknya selesai menyiapkan makanan, sedang Emira membuatkan minuman untuk para member.


“Tada...aku buatkan jus untuk kalian, karena kalian telah memasak untukku” Emira meletakkan gelas yang berisi jus pear di sebelah piring para member.


“Sepertinya sangat segar” Ucap Zhi dengan antusias.


“Tentu saja, cobalah” Jawab Emira.


“Ayo, makan. Aku sudah lapar” Komando Khai.


Walaupun sempat menimbulkan kekacauan, namun keenam member dan Emira nampak puas dengan hasil masakan mereka. Bahkan, udang lada hitam dan sayur wortel yang mereka masak telah habis tak tersisa.


“Tunggu...mau kemana kalian?” Tanya Emira saat para member beranjak dari kursi hendak meninggalkan meja makan.


“Tentu saja istirahat, aku sudah sangat kenyang” Timpal Zhi.


“Iya, aku juga sudah lelah karena memasak” Dza ikut bergeming.


“Kalian tidak diizinkan pergi sebelum membereskan kekacuan itu” Emira menunjuk pada dapur yang masih berantakan.


“Kami yang membereskannya?” Tanya Chan.


“Jadi maksud kalian, aku yang membereskan?. Yang membuat kekacauan itu kalian, bukan?” Sergah Emira.


“Tapi kami memasak untukmu” Elak Zhi.


“Itu kemauan kalian sendiri!” Ujar Emira dengan tegas.


Melihat tatapan tajam Emira, para member akhirnya berbalik menuju dapur untuk membereskannya.


“Dia mengerikan juga jika sedang marah” Gumam Chan pelan.


“Jangan mengumpat!!!. Aku bisa dengar!” Teriakan Emira membuat Chan dan Zhi kikuk, sementara Dza, Zal, Khai, dan Ez malah tertawa.


‘Apakah ini bisa disebut pencapaian?. Luar biasa, aku bisa membuat boy group terkenal bersih-bersih’ Monolog Emira dengan bangga sambil memperhatikan para member yang tengah berberes.


***


Meskipun tidak ada jadwal syuting, SUN tetap disibukkan dengan jadwal latihan. Terlebih, sebentar lagi mereka akan tampil di ajang penghargaan musik. Sejak pagi, SUN sudah berlatih vocal dan koreografi. Walaupun terlihat lelah, namun para member tetap semangat dan ceria.


‘Mereka benar-benar pekerja keras dan tidak pernah mengeluh. Aku merasa malu, karena sering membuang waktu sia-sia dan mengeluh. Tekanan mereka pasti sangat banyak, tapi mereka tetap bisa bersikap baik dan menjadi panutan untuk para penggemarnya. Tidak salah, jika banyak yang mengidolakan mereka’ Gumam Emira yang tangannya sibuk memotong semangka.


“Apa ini untuk SUN?”


“Iya. Anda juga boleh memakannya”


“Kau sangat peka sekali” Pak Arsel lantas mengambil sepotong semangka yang telah tersusun rapi di piring.


“Wah, ada semangka rupanya” Ujar Ez yang tiba-tiba berdiri di belakang Emira dan Pak Arsel.


“Silakan dimakan. Apa latihannya sudah selesai?” Tanya Emira.


“Ya. Segar sekali” Ez terlihat menikmati semangkanya.


Tak lama kemudian, para member lain sudah berkumpul.


“Segar sekali semangka ini. Apa kau yang membawanya?” Tanya Chan pada Emira.


“Bukan. Bu Tari yang membawanya langsung dari kebun” Terang Emira.


Emira memperhatikan satu persatu para member, semua tampak terlihat senang. Bahkan, raut wajah lelah saat latihan tadi seolah tidak pernah terjadi.


“Hallo...anak-anak” Suara sapaan Pak Sugara mengalihkan perhatian.


“Ada berita baik untuk kita semua, music video SUN menjadi trending No. 1 dan mendapat rekor sebagai music video terbanyak ditonton dalam kurun waktu kurang dari 24 jam” Terang Pak Sugara dengan bangga.


“Kalian luar biasa, selamat anak-anak” Pak Arsel nampak puas dengan pencapaian mereka.


Para member SUN, Pak Arsel, Pak Sugara, serta Pak Alan, berpelukan karena merasa senang. Emira yang melihat hal itu tak mau tinggal diam, ia segera mengambil ponselnya dan mengabadikan momen bahagia tersebut.


“Apa kita akan merayakannya?” Tanya Zhi tiba-tiba.


“Tentu. Tapi sebelum kita merayakannya, kita akan bermain terlebih dulu” Terang Pak Sugara.


“Kita akan bermain di wahana misteri” Lanjutnya kemudian.


“Apa di sini ada kamera?. Bukankah, kita tidak sedang syuting” Chan menoleh ke kanan kiri mencari kamera.


“Apa yang kau bicarakan?. Tentu saja kita akan bermain untuk bersenang-senang” Jawab Pak Arsel.


“Tapi, kenapa di wahana misteri?. Seperti sedang syuting saja” Protes Zhi.


“Supaya lebih seru” Terang Pak Arsel.


“Baiklah, sekarang kita akan membagi tim. Aku yang akan menentukan timnya.” Pak Sugara memberi kode agar mereka memperhatikan.


Tim 1 : Pak Alan, Chan, dan Zhi.


Tim 2 : Ez, Zal, dan Dza.


Tim 3 : Pak Arsel, Khai, dan Emira.


“Saya?” Tanya Emira meyakinkan.


“Iya, kau akan ikut bermain. Apa kau tidak mau?” Tanya Pak Sugara.


"Bukan begitu...baiklah, saya ikut” Emira nampak ragu, namun hanya bisa menyetujui permintaan Pak Sugara.


...***...


SUN emang kang rusuh ya😅 untung asisten nya penyabar wkwk


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya🖤❤🧡💙💜


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah 🙏🏻😁


Terima kasih😘🤗🙏🏻